Histeroskopi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Apa itu histeroskopi?

Histeroskopi adalah sebuah prosedur untuk melihat bagian dalam uterus atau rahim dengan menggunakan teleskop kecil (histeroskop).

Dikutip dari Cleveland Clinic, prosedur ini secara umum memungkinkan dokter melihat ke dalam rahim Anda untuk mendiagnosis dan mengobati penyebab perdarahan abnormal.

Histeroskop yang digunakan tergolong tipis dan mempunyai lampu, sehingga bisa dimasukkan melalui vagina.

Tidak hanya menjadi bagian dari proses diagnosis, prosedur ini juga dapat dijadikan sebagai pengobatan untuk kondisi tertentu.

Biopsi juga dapat dilakukan bersamaan dengan histeroskopi untuk mengambil sampel dari lapisan rahim.

Berbeda dengan histerektomi, prosedur histeroskopi digunakan untuk menemukan penyebab perdarahan pada rahim, terutama haid berat dan perdarahan setelah masa menopause.

Histeroskopi juga dapat digunakan untuk mengetahui jika Anda memiliki fibroid, polip, kanker endometrium, atau bentuk rahim yang tidak lazim.

Kapan saya perlu menjalani histeroskopi?

Sudah dijelaskan sedikit di atas apabila prosedur ini digunakan untuk mendiagnosis atau mengobati masalah pada rahim.

Ini dapat dilakukan untuk membantu menemukan penyebab infertilitas atau keguguran.

Maka dari itu, histeroskopi bisa menjadi prosedur pengobatan infertilitas sehingga Anda bisa melakukan program hamil.

Anda dapat melakukan prosedur histerektomi untuk berbagai kondisi seperti:

1. Polip dan fibroid

Histeroskopi dapat dilakukan untuk menghilangkan pertumbuhan non-kanker yang ditemukan dalam rahim seperti polip atau fibroid rahim.

Walaupun keduanya bersifat jinak, Anda perlu menghilangkannya untuk meminimalisir terjadinya masalah kesuburan pada wanita yang berujung pada kondisi susah hamil.

2. Sindrom asherman

Walaupun tergolong penyakit yang langka, tetapi kondisi ini juga bisa menyebabkan wanita susah hamil.

Hal ini karena adanya perlekatan antara dinding dan leher rahim yang membuat ukuran rahim jadi mengecil.

Maka dari itu, diperlukan prosedur histeroskopi agar tidak terjadi perubahan aliran menstruasi serta kemandulan.

3. Septum

Kondisi ini merupakan salah satu kelainan bentuk rahim yang dapat terjadi pada wanita.

Prosedur histeroskopi dapat membantu menentukan apakah ada jaringan tambahan yang menggantung dari atas.

Perlu diketahui apabila septum uterus ini juga bisa terjadi sejak lahir.

4. Perdarahan abnormal

Manfaat lain histeroskopi lainnya adalah dapat membantu mengidentifikasi penyebab aliran menstruasi yang banyak dan lama.

Selain itu, prosedur ini juga bisa mengatasi terjadinya kondisi perdarahan setelah menopause.

Diperlukan prosedur ablasi endometrium dengan menggunakan histeroskop dan alat lainnya.

Prosesnya adalah menghancurkan lapisan rahim untuk mengobati penyebab perdarahan hebat.

5. Endometriosis

Biasanya, wanita dengan kondisi endometriosis hanya memerlukan prosedur laparoskopi.

Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan diperlukan prosedur histeroskopi untuk melihat kondisi rahim sekaligus biopsi apakah terjadi infertilitas atau tidak.

Selain kondisi di atas, histeroskopi juga dapat dilakukan untuk mencari alat kontrasepsi seperti IUD atau spiral.

Terkadang, alat ini bisa berpindah posisi sampai ke dinding rahim dan sekitarnya.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan, prosedur ini tidak boleh digunakan apabila Anda sedang hamil, menderita infeksi panggul, kanker rahim, atau setelah melakukan operasi rahim.

Pencegahan & peringatan

Apa yang perlu saya ketahui sebelum menjalani histeroskopi?

Prosedur ini akan dilakukan ketika dokter membutuhkan diagnosis lebih lanjut mengenai kondisi Anda agar bisa cepat hamil.

Lalu, dokter mungkin akan merekomendasikan penjadwalan histereskopi di minggu pertama setelah menstruasi selesai.

Pada waktu ini, dokter bisa memberikan pandangan yang lebih lengkap mengenai kondisi bagian dalam rahim Anda.

Prosesedur histereskopi

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani histeroskopi?

Diskusikan dengan dokter Anda tentang apa saja yang harus diperhatikan sebelum melakukan prosedur.

Baik dari kesehatan fisik hingga apa saja yang harus dihindari.

Seperti memerhatikan obat-obatan yang sedang dikonsumsi, alergi, atau kondisi kesehatan lainnya sebelum menjalani operasi.

Penting untuk selalu mengikuti instruksi dokter untuk berhenti makan atau minum sebelum operasi.

Lalu, Anda akan diberikan petunjuk sebelum operasi, seperti apakah diperbolehkan makan sebelum operasi.

Biasanya, Anda diharuskan berpuasa 6 jam sebelum prosedur. Namun, tetap diperbolehkan meminum cairan sampai beberapa jam sebelum operasi.

Bagaimana proses histeroskopi?

Sebelum prosedur dimulai, Anda akan diberikan obat yang akan membuat tubuh menjadi rileks.

Apabila dibutuhkan, dokter umumnya akan memberikan anestesi lokal atau bius total agar Anda tidak merasakan sakit.

Waktu yang diperlukan untuk melakukan histeroskopi adalah sekitar 5 menit hingga lebih dari 1 jam tergantung dari kondisi.

Berikut prosedur yang biasanya akan dilakukan:

  • Area vagina akan dibersihkan dengan menggunakan cairan khusus atau antiseptik.
  • Dokter akan melebarkan leher rahim untuk mempermudah masuknya histeroskop.
  • Histeroskop dimasukkan melalui vagina dan leher rahim agar mencapai rahim.
  • Rahim akan dipompa dengan gas (karbon dioksida) atau cairan untuk membersihkan darah atau lendir.
  • Lalu, dokter akan melihat rahim dan bukaan tuba falopi dari bantuan lampu histereskop.
  • Apabila pembedahan perlu dilakukan, alat kecil akan dimasukkan melalui histereskop.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani histeroskopi?

Setelah prosedur, Anda diperbolehkan pulang pada hari yang sama atau pada keesokan harinya.

Begitu juga apabila Anda diberikan bius total, maka perlu menunggu sampai efek bius benar-benar hilang.

Tim medis akan menjelaskan pada Anda hasil dari histeroskopi serta penanganan yang diperlukan.

Merupakan hal yang wajar ketika merasakan ada gas di saluran pencernaan.

Kondisi ini biasanya akan berlangsung selama 24 jam. Lalu, mungkin Anda juga merasakan sakit di perut bagian atas.

Seharusnya, Anda dapat kembali melakukan aktivitas seperti biasa pada keesokan hari. Namun, ada kemungkinan bisa mengalami kram atau perdarahan ringan.

Maka dari itu, Anda akan diberi obat untuk membantu meringankan rasa sakit. Apabila terjadi demam, menggigil, hingga perdarahan hebat, segera temui dokter

Komplikasi histereskopi

Histeroskopi merupakan salah satu prosedur yang relatif aman. Namun, seperti operasi kecil lainnya, ada beberapa kemungkinan risiko atau komplikasi.

Hal ini terjadi kurang dari 1% kasus. Beberapa komplikasi atau risiko yang bisa terjadi, seperti:

  • Risiko yang berkaitan dengan anestesi atau bius.
  • Infeksi pada bagian tubuh tertentu.
  • Perdarahan hebat.
  • Cedera pada leher rahim, usus, atau kandung kemih.
  • Jaringan parut di dalam rahim.
  • Cairan yang menumpuk pada area tertentu.
  • Penggumpalan darah.
  • Reaksi terhadap zat yang digunakan untuk memperbesar rahim.

Anda dapat mengurangi risiko komplikasi dengan mengikuti instruksi dari dokter sebelum operasi, seperti berpuasa dan berhenti mengkonsumsi obat tertentu.

Mintalah ahli bedah untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai risiko pada Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Meski Tampak Sama, Ini Beda Oral Trush, Lidah Peta, dan Oral Hairy Leukoplakia (OHL)

Sekilas ketiganya tampak sama dan sulit dibedakan. Agar tak keliru, berikut beda oral thrush, lidah peta, dan OHL yang penting diketahui. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Berbagai Posisi Tidur yang Baik dan Buruk untuk Kesehatan

Posisi tidur yang buruk akan menyebabkan pada kelelahan, gangguan tidur, hingga nyeri punggung. Lalu, bagaimana posisi tidur yang baik?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Pola Tidur Sehat 15 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 13 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

13 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Stroke, Apa Saja?

Konsekuensi paling umum akibat stroke adalah lumpuh, biasanya merupakan kelumpuhan hemiplegia atau hemiparesis. Ketahui informasi lebih lanjut di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 12 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Berbagai Tes Medis yang Digunakan Dalam Evaluasi Stroke

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
posisi bab yang baik

Jongkok atau Duduk: Mana Posisi BAB yang Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 28 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
fungsi hormon fsh dan lh

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit