Apa itu perut kembung?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu perut kembung?

Perut kembung adalah kondisi di mana ada penumpukan gas di dalam perut, khususnya sistem pencernaan, sehingga akan menimbulkan ketidaknyamanan. Normalnya, ketika sedang makan, minum, maupun menelan air liur, Anda juga memasukkan sedikit udara ke dalam tubuh, khususnya sistem pencernaan. 

Namun, jika jumlah udara yang masuk ke dalam sistem pencernaan terlalu banyak, tentu akan menumpuk. Kondisi inilah yang mungkin kerap membuat Anda merasa tidak nyaman karena perut seolah sangat penuh, bahkan bisa tampak membesar.

Alhasi, tubuh biasanya akan melakukan beberapa caranya sendiri untuk mengeluarkan penumpukan gas di dalam perut ini. Perut kembung pada dasarnya adalah proses biologis yang wajar dialami oleh setiap orang.

Sebagian besar kasus perut kembung sebenarnya tidak berbahaya karena dipicu oleh jenis makanan dan minuman tertentu. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan hal ini bisa menjadi tanda dari adanya kondisi medis lain yang lebih serius.

Seberapa umumkah perut kembung?

Perut kembung adalah kondisi yang umum terjadi pada siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Kondisi ini biasanya dikaitkan dengan konsumsi beberapa jenis makanan dan minuman yang bisa menjadi pemicunya.

Namun selain itu, beberapa penyakit tertentu juga bisa meningkatkan risiko perut kembung. Tidak perlu khawatir, karena kondisi ini sebenarnya bisa diatasi dengan mudah. Anda dapat mengurangi risiko mengalami hal ini dengan mengurangi faktor pemicunya.

Akan tetapi, jika keluhan pada perut yang satu ini tidak kunjung membaik, segera konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab, perawatan, dan informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala perut kembung?

Gejala umum perut kembung mungkin sulit untuk dikenali, tapi banyak orang yang menggambarkannya sebagai rasa tidak nyaman. Mulai dari adanya rasa seolah penuh, sesak, atau bengkak pada perut.

Secara lebih rincinya, berikut gejala yang muncul ketika Anda mengalami perut kembung:

  • Perut terasa penuh
  • Ukuran perut tampak membesar
  • Sering bersendawa
  • Muncul bunyi pada perut seperti gemuruh
  • Sakit di seluruh bagian perut, di tengah, atau di sisi tubuh

Berbagai tanda dan gejala tersebut bisa disertai dengan rasa seolah ada penumpukan gas berlebih pada perut. Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah segera dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Biasanya, perut kembung dapat membaik dengan sendirinya. Anda harus segera mengonsultasikannya dengan dokter apabila gejala tidak membaik setelah perubahan pola makan dan kebiasaan makan. Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Nyeri dada
  • Penurunan berat badan yang tidak disengaja
  • Diare
  • Sakit perut yang tidak segera hilang
  • Perubahan warna atau frekuensi buang air besar
  • Demam tinggi
  • Nyeri pada perut.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab perut kembung?

Perut kembung biasanya disebabkan oleh proses pencernaan atau fermentasi makanan yang tidak berjalan dengan baik di dalam sistem pencernaan. Sebab, memang ada beberapa sumber makanan dan minuman yang cenderung lebih sulit dicerna oleh tubuh ketimbang jenis lainnya.

Makanan atau minuman tersebut biasanya mengandung polisakarida atau kelompok karbohidrat tertentu, maupun serat dari tanaman. Bakteri yang ada di dalam sistem pencernaan tersebutlah yang menyebabkan proses pencernaan makanan tidak berhasil.

Gas penyebab perut kembung juga bisa muncul ketika sistem pencernaan tidak dapat memecah komponen tertentu di dalam makanan dengan baik. Contohnya gluten dan gula di dalam produk susu maupun buah. Kondisi ini disebut dengan penyebab ‘endogen’ alias dari dalam tubuh.

Sebagian besar gas di dalam sistem pencernaan terdiri atas nitrogen dan oksigen. Ketika proses pencernaan makanan berlangsung, akan terbentuk gas hidrogen, metana, dan karbon dioksida. Penumpukan jumlah gas tersebut yang kemudian memicu perut kembung.

Penyebab perut kembung akibat makanan

Berikut ini berbagai jenis makanan yang bisa menyebabkan perut kembung:

  • Kacang-kacangan
  • Intoleransi laktosa
  • Makanan dengan pemanis buatan
  • Soda dan minuman berkarbonasi

Bukan hanya dari makanan saja. Adanya gas di dalam usus juga bisa disebabkan oleh:

  • Sisa makanan di dalam sistem pencernaan.
  • Perubahan jumlah bakteri pada sistem pencernaan.
  • Gangguan pencernaan, seperti intoleransi laktosa dan penyakit celiac.
  • Kontipasi atau sembelit, karena semakin lama makanan mengendap di dalam usus akan semakin banyak pula waktu yang dibutuhkan untuk mencernanya.

Selain itu, kondisi perut kembung juga dapat berasal dari faktor ‘eksogen’ alias luar. Misalnya ketika udara masuk saat makan, minum, menelan air liur, mual, maupun karena asam lambung yang naik.

Penyebab perut kembung akibat kebiasaan makan

Di sisi lain, kebiasaan makan berikut ini juga bisa mengakibatkan timbulnya perut kembung, seperti:

  • Sering makan makanan berlemak. Ini karena lemak membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna di dalam tubuh, daripada protein dan karbohidrat. Meski bisa membuat kenyang lebih lama, tapi terlalu banyak makan makanan berlemak bisa menimbulkan perut kembung.
  • Makan terlalu cepat, karena bisa meningkatkan risiko perut kembung.
  • Makan dalam porsi terlalu banyak, karena bisa meningkatkan kemungkinan kondisi ini.
  • Banyak bicara saat makan.

Penyebab perut kembung akibat kondisi medis

Kebiasaan merokok, stres, serta kecemasan juga turut menjadi beberapa penyebab perut kembung. Sementara berbagai kondisi medis yang turut berperan dalam hal ini meliputi:

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya mengalami perut kembung?

Berikut berbagai risiko umum yang meningkatkan kemungkinan perut kembung, seperti:

  • Jika sumber makanan harian mengandung terlalu banyak serat tertentu, seperti buah-buahan, sayuran, gandum utuh, dan kacang-kacangan. Bukan berarti tidak boleh dikonsumsi. Namun tetap perhatian porsi makannya, karena bisa meningkatkan risiko perut terasa penuh dan sesak. 
  • Jika memiliki intoleransi terhadap laktosa atau gluten, di mana tubuh Anda tidak dapat mencernanya dengan baik. Laktosa biasanya ditemukan pada produk susu dan olahannya seperti susu, keju dan es krim. Sementara gluten adalah campuran protein yang ditemukan pada produk gandum seperti pasta dan roti.
  • Jika tidak aktif secara fisik, terlebih malas berolahraga yang bisa memperlambat kerja pencernaan.
  • Jika hobi minum minuman bersoda atau berkarbonasi.
  • Jika memiliki kondisi kesehatan kronis tertentu, seperti GERD, IBS, penyakit Crohn, dan lain sebagainya. 

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis perut kembung?

Langkah pertama yang biasanya dilakukan dokter untuk mendiagnosis perut kembung yakni dengan melakukan pemeriksaan fisik. Misalnya dengan mengetuk-ngetuk perut Anda, dan mendengarkan suara yang keluar dari perut.

Selanjutnya, dokter akan menanyakan semua hal seputar riwayat medis serta pola makan Anda selama ini. Termasuk mengenai frekuensi buang air besar  (BAB) setiap harinya, kesulitan saat BAB, kemungkinan sakit perut setelah makan, dan lama waktu mengalami perut kembung.

Sebaiknya sampaikan juga pada dokter jika Anda memiliki gejala atau keluhan tertentu yang dirasakan beberapa waktu belakangan ini. Tak lupa, beri tahu dokter mengenai segala bentuk obat maupun suplemen yang sedang rutin Anda minum.

Kesemua hal tersebut sedikit banyak dapat membantu dokter menemukan penyebab dari kondisi yang Anda alami, beserta rencana perawatan yang tepat bila memang harus dilakukan.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk perut kembung?

Sebelum masuk ke pengobatan yang sesungguhnya, sebaiknya benahi pola dan sumber makanan harian Anda terlebih dahulu. Terapkan cara berikut untuk merawat perut kembung:

  • Mencari tahu dan mencatat jenis makanan apa saja yang bisa menyebabkan kembung. 
  • Membatasi beberapa jenis makanan dan minuman yang bisa memicu timbulnya kembung. 
  • Batasi makanan kaya serat untuk sementara waktu. Serat baik untuk pola makan yang sehat, namun tubuh Anda mungkin sensitif terhadap jumlah serat yang terlalu berlebihan. Kadang diperlukan sekitar 3 minggu bagi tubuh untuk menyesuaikan dengan serat.
  • Batasi produk susu. Jika tetap inging meminumnya, Anda dapat mengonsumsi produk susu dalam jumlah yang sedikit. Pilihan lainnya, Anda juga dapat mengonsumsi produk yang membantu melancarkan proses pencernaan laktosa. Contohnya laktasi, yakni enzim yang menguraikan laktosa.

Apabila perubahan pada asupan dan kebiasaan makan tersebut tidak cukup membantu untuk mengurangi kembung, Anda dapat mempertimbangkan menggunakan pengobatan medis. 

Beberapa obat yang dapat meringankan perut kembung adalah sebagai berikut:

  • Simethicone. Bertugas untuk mengurangi tekanan pada perut akibat adanya penumpukan gas, dengan cara memecah gelembung gas di dalam sistem pencernaan. Maka itu, gas bisa lebih mengalir dengan lebih mudah.
  • Tablet activated charcoal (aran aktif). Berguna untuk membantu meredakan gejala perut kembung, dengan cara menyerap gas berlebih yang menumpuk di dalam sistem pencernaan. 

Namun sebelum minum obat-obatan tersebut, alangkah baiknya untuk mengonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter. Pasalnya, beberapa kondisi kesehatan dan medis tertentu mungkin tidak dianjurkan minum beberapa jenis obat, atau memerlukan jenis obat yang berbeda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi perut kembung?

Demi mengatasi perut kembung yang membuat tidak nyaman dalam beraktivitas, berikut upaya yang bisa Anda lakukan:

1. Hindari berbagai jenis makanan yang bisa menyebabkan kembung

Pada umumnya, makanan penyebab perut kembung adalah yang cenderung susah saat dicerna oleh tubuh. Contohnya seperti:

  • Kacang-kacangan. Mengandung gula oligosakardia yang sulit dicerna, dan harus dipecah oleh bakteri pada usus.
  • Buah-buahan dan sayuran seperti kol, kembang kol, dan wortel. Mengandung gula dan pati yang bisa menghasilkan gas berlebih, sehingga menyebabkan kembung.
  • Pemanis pada makanan dan minuman. Misalnya pemanis buatan sorbitol dan gula alami fruktosa, biasanya sulit dicerna oleh beberapa orang. Sebaiknya perhatikan dan batasi jumlah konsumsinya per hari.
  • Susu dan produk olahannya. Biasanya menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan jika tubuh kesulitan dalam mencerna laktosa maupun gula di dalam susu.
  • Biji-bijian utuh. Sebaiknya makan secukupnya saja, karena terlalu banyak makan biji-bijian dapat menimbulkan perut kembung. Ini karena biji-bijian memiliki kandungan serat yang tinggi, sehingga tidak bisa dicerna oleh tubuh. Itulah mengapa tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri ketika ada peningkatan pada jumlah konsumsi serat.

2. Hindari makan dalam porsi besar

Makan makanan dalam porsi terlalu banyak dalam sekali makan bisa memicu timbulnya kembung. Hal ini dikarenakan porsi makanan yang terlalu banyak tersebut, dapat memberikan tekanan yang besar pada perut.

3. Hindari makan dan minum terburu-buru

Makan dan minum terburu-buru bisa menimbulkan perut kembung, karena turut memicu masuknya udara ke dalam sistem pencernaan. Maka itu, usahakan untuk mengunyah terlebih dahulu makanan sampai lumat, baru kemudian menelannya.

4. Hindari terlalu banyak makan makanan berlemak

Makanan berlemak memang diyakini bisa membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. Akan tetapi, di sisi lain, makan makanan berlemak terlalu banyak dapat memperlambat proses pencernaan dan pengosongan lambung.

Jika Anda rentan sekali mengalami perut kembung, makanan berlemak tentu bukanlah sumber makanan yang baik untuk dimakan terlalu banyak.

5. Hindari merokok

Merokok dapat mengakibatkan masuknya udara yang terlalu banyak ke dalam sistem pencernaan. Selain itu, kebiasaan ini juga berisiko membuat pencernaan mengalami iritasi. Pada akhirnya, mengakibatkan penumpukan gas di perut yang berujung pada kembung.

6. Usahakan tubuh selalu aktif

Menjaga tubuh tetap aktif setiap hari dapat membantu melancarkan fungsi atau kerja sistem pencernaan. Dengan begitu, dapat menurunkan kemungkinan gas menumpuk di dalamnya, sehingga secara tidak langsung dapat mengobati perut yang kembung.

Pencegahan

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah perut kembung?

Kondisi perut kembung bisa dicegah dengan melakukan beberapa hal seperti:

  • Makan dan minum dengan pelan, atau tidak terlalu cepat.
  • Membatasi porsi makan secukupnya saja, atau tidak terlalu banyak.
  • Sebisa mungkin menghindari berbagai makanan dan minuman yang bisa memicu kembung.
  • Minum melalui sedotan, agar tidak terlalu terburu-buru.
  • Mengelola stres dan kecemasan dengan baik.
  • Biasakan tubuh aktif dengan rutin berolahraga maupun melakukan latihan pernapasan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juli 5, 2019 | Terakhir Diedit: Juli 5, 2019

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca