Definisi

Apa itu perut kembung?

Perut kembung adalah kondisi di mana gas menumpuk di dalam lambung dan usus, menyebabkan perut terasa penuh dan pada beberapa kasus terlihat bengkak. Kembung atau sendawa biasanya disebabkan menelan udara atau penguraian makanan melalui pencernaan. Anda bisa merasa tidak nyaman pada bagian lambung, beberapa kali dalam sehari.

Seberapa umumkah perut kembung?

Perut kembung adalah kondisi yang umum terjadi pada orang dewasa dan anak-anak. Kembung lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria. Kembung seringkali dikaitkan dengan kondisi pencernaan seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS) atau asam lambung. Kembung bukanlah kondisi yang serius dan dapat diatasi dengan mudah. Jika kondisi kembung tidak segera hilang, Anda mungkin perlu untuk memeriksakannya ke dokter.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala perut kembung?

Gejala umum perut kembung mungkin sulit untuk dikenali, namun banyak orang mendeskripsikannya sebagai perasaan tidak nyaman seperti rasa penuh, sesak, atau bengkak di bagian perut. Kondisi ini sering disertai dengan rasa sakit, gas berlebih, sering bersendawa, dan bunyi bergemuruh pada perut.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Biasanya, perut kembung dapat membaik dengan sendirinya. Anda harus segera mengonsultasikannya dengan dokter apabila gejala tidak membaik setelah perubahan pola makan dan kebiasaan makan. Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Nyeri dada
  • Penurunan berat badan yang tidak disengaja
  • Diare
  • Sakit perut yang tidak segera hilang
  • Perubahan warna atau frekuensi buang air besar
  • Demam tinggi
  • Nyeri pada perut.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab perut kembung?

Perut yang kembung dapat disebabkan oleh kondisi kesehatan lainnya seperti asam lambung atau irritable bowel syndrome. Selain kondisi medis, beberapa penyebab umum kembung adalah:

  • Makan berlebih
  • Makan makanan berlemak atau minum minuman bersoda
  • Makan terlalu cepat dan dengan porsi besar
  • Mengunyah permen karet
  • Stress dan gelisah
  • Merokok
  • Berbicara saat makan

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk perut kembung?

Faktor-faktor risiko umum yang meningkatkan kemungkinan kembung adalah faktor gaya hidup, seperti:

  • Jika Anda memiliki pola makan yang mengandung terlalu banyak serat seperti buah-buahan, sayur-sayuran, gandum utuh, dan kacang-kacangan.
  • Jika Anda memiliki intoleransi terhadap laktosa atau gluten, di mana tubuh Anda tidak dapat mencerna laktosa atau gluten. Laktosa ditemukan pada produk susu seperti susu, keju dan es krim. Gluten adalah campuran protein yang ditemukan pada produk gandum seperti pasta dan roti.
  • Jika Anda tidak aktif secara fisik, yang memperlambat pencernaan.
  • Jika Anda meminum minuman bersoda.
  • Jika Anda memiliki kondisi kesehatan kronis seperti irritable bowel syndrome.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis perut kembung?

Langkah pertama dalam mendiagnosis kembung adalah pemeriksaan fisik serta melihat sejarah medis Anda. Anda harus memberi tahu setiap detail dari kondisi kembung serta pola makan Anda kepada dokter, apakah Anda memiliki rasa sakit atau gejala tertentu. Beri tahu dokter juga apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan atau suplemen herbal. Hal ini akan membantu dokter mendiagnosis kondisi kembung Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk perut kembung?

Pilihan penanganan kembung meliputi perubahan pola makan dan gaya hidup Anda, seperti:

  • Mengidentifikasi makanan yang menyebabkan kembung. Anda dapat membuat buku catatan makanan yang membantu mengidentifikasi makanan yang memicu kembung.
  • Batasi makanan yang digoreng dan tinggi lemak. Lemak dapat memperlambat pencernaan, membuat lambung cepat terasa penuh.
  • Batasi makanan kaya serat untuk sementara. Serat baik untuk pola makan yang sehat, namun tubuh Anda mungkin sensitif terhadap jumlah serat yang berlebih. Kadang diperlukan 3 minggu untuk tubuh menyesuaikan dengan serat.
  • Batasi produk susu. Anda dapat mengonsumsi produk susu dalam jumlah yang sedikit. Anda juga dapat mengonsumsi produk yang membantu mencerna laktosa seperti laktasi, enzim yang menguraikan laktosa.

Apabila perubahan pola makan dan gaya hidup tidak mengurangi kembung, Anda dapat mempertimbangkan terapi pengobatan. Beberapa obat yang dapat meringankan kembung adalah:

  • Simethicone. Banyak ditemui di apotek dan dijual bebas. Bekerja dengan memecah gelembung-gelembung gas.
  • Charcoal (arang) aktif. Tablet charcoal dapat membantu masalah gas.
  • Suplemen laktase. Laktase adalah enzim yang dapat membantu mencerna makanan dengan laktosa.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi perut kembung?

Jika Anda mengalami kembung akibat kondisi medis, dokter akan menangani kondisi tersebut terlebih dahulu. Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kembung:

  • Makan makanan dengan porsi kecil dengan sering
  • Makan perlahan-lahan
  • Hindari makanan gorengan dan berlemak
  • Hindari minuman bersoda dan bir
  • Jadilah aktif dan berolahraga
  • Berhenti merokok
  • Hindari permen karet, minum dari sedotan, dan mengemut permen yang keras (kebiasaan yang membuat Anda menelan banyak udara).

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan