3 Cara Mengatasi Intoleransi Gluten

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Intoleransi gluten adalah gangguan pencernaan yang terjadi karena tubuh tidak mampu mencerna gluten. Gluten yang tidak dapat dicerna kemudian justru memicu tubuh bereaksi negatif. Beberapa gejala intoleransi gluten yang umum dapat meliputi diare atau sembelit, perut kembung, mual dan muntah, dan bahkan sakit kepala. Lalu, bagaimana cara mengatasi intoleransi gluten agar gejalanya tidak kambuh berulang kali?

Cara mengatasi intoleransi gluten

Orang yang mengalami kondisi ini tidak pasti kesulitan menyerap nutrisi lain dari makanan. Intoleransi gluten juga tidak berisiko menimbulkan komplikasi serius, seperti cedera usus. Meski begitu, gejala yang diakibatkannya tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika terus dibiarkan.

Nah, cara mengatasi gejala intoleransi gluten yang paling mudah adalah menghindari asupan gluten dari makanan. Gluten itu sendiri adalah jenis protein yang terkandung dalam gandum.

Namun kadang, memang sulit untuk benar-benar menghindari gandum karena sumber pangan ini kerap diolah menjadi berbagai macam sajian. Beberapa contoh makanan olahan gandum adalah mie dan pasta, keik dan kue kering, sereal gandum, hingga berbagai jenis roti dan pastry.

Berikut adalah beberapa cara mengobati intoleransi gluten yang mungkin bisa Anda praktikkan mulai sekarang:

1. Konsultasi ke dokter

Apabila Anda curiga intoleran terhadap gluten karena mengalami gejala-gejalanya setelah makan produk gandum, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter.

Setelah memeriksa kondisi fisik dan riwayat kesehatan Anda, dokter umumnya akan menganjurkan Anda mulai membatasi atau mengurangi asupan gluten untuk sementara. Biasanya sekitar sebulan atau lebih dari 3 bulan. Selama ini, cobalah kurangi makanan ber-gluten sedikit demi sedikit dan perhatikan kondisi tubuh Anda.

Jika sudah lewat dari jangka waktu itu, dokter biasanya akan meminta Anda kembali mengonsumsi gluten seperti biasa untuk memantau perkembangan kondisinya.

Jika gejala terlihat membaik atau bahkan hilang selama “puasa pantangan” tapi muncul lagi setelahnya, dokter dapat meresmikan diagnosis Anda sebagai intoleransi gluten.

2. Hindari gluten

Setelah dokter memastikan kondisi Anda, dokter akan menganjurkan Anda menghindari asupan makanan tertentu sebagai cara mengatasi gejala intoleransi gluten.

Seperti yang telah disebut di atas, gandum dan produk gandum adalah makanan pemicu utamanya. Namun, beberapa makanan lain, terutama yang olahan pabrik, dapat ditambahkan gluten selama proses pembuatannya.

Sebagai cara mengatasi intoleransi gluten, ini adalah beberapa daftar makanan lain yang harus dihindari:

  • Sereal
  • Saus kecap, atau saus lain yang terbuat dari kacang kedelai
  • Bir
  • Biskuit
  • Barley
  • Granola 

Maka, baca teliti dulu label komposisi dan nilai nutrisi makanan yang tertera dalam kemasan produknya.

Selain itu, Anda juga harus mengimbangi dengan makan makanan segar yang sehat, karena sebagian besar sumber makanan asli bebas gluten. 

3. Mengonsumsi vitamin dan suplemen dari dokter

Intoleransi gluten mengharuskan Anda menghindari makanan mengandung gluten. Itu kenapa Anda cenderung berisiko kekurangan asupan nutrisi penting dari makanan. 

Menurut beberapa penelitian, orang yang harus menghindari gluten rentan kekurangan vitamin B6 dan folat. Vitamin B padahal penting untuk membantu tubuh melawan infeksi, mempertahankan fungsi saraf yang, dan membawa oksigen ke seluruh tubuh Anda.

Sebagai cara mencegah serta mengatasi kekurangan nutrisi akibat intoleransi gluten, minta dokter Anda untuk merekomendasikan suplemen makanan khusus. Terutama suplemen vitamin B kompleks yang sudah dilengkapi dengan asam folat dan vitamin B6.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Fungsi Testis, Anatomi, dan Risiko Penyakit yang Menyertainya

Fungsi testis sangat penting sebagai salah satu bagian organ reproduksi pria. Kenali anatomi testis normal dan risiko penyakit yang menyertai berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Semua Hal yang Penting Diperhatikan Pasca Operasi Usus Buntu

Pasca operasi usus buntu Anda tidak dianjurkan kembali beraktivitas. Anda juga perlu menghindari beberapa pantangan setelah operasi usus buntu.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Segudang Manfaat Daun Sirih Hijau dan Merah yang Sayang Dilewatkan

Anda pasti sudah akrab dengan manfaat daun sirih untuk hentikan mimisan. Meski begitu, masih ada banyak lagi khasiat daun sirih untuk kesehatan. Penasaran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

5 Manfaat Propolis, Getah Lebah yang Penuh Khasiat (Tidak Kalah dari Madu!)

Propolis disebut-sebut berkhasiat sebagai obat herbal untuk mengatasi gejala herpes, mengobati luka kulit, dan meredakan maag. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara tahan lama

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
hidung meler

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
pertolongan pertama keracunan makanan

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit