home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Hati-Hati, 9 Makanan Ini Bisa Menyebabkan Perut Kembung

Hati-Hati, 9 Makanan Ini Bisa Menyebabkan Perut Kembung

Hampir setiap orang pernah mengalami perut kembung, mulai dari anak kecil hingga lansia. Masalah pencernaan ini biasanya memicu mual dan muntah. Nah, Ada banyak hal yang bisa menyebabkan perut kembung dan salah satunya adalah makanan. Apa saja makanan yang bisa menjadi penyebab kembung?

Makanan penyebab perut kembung

Konsumsi makanan tertentu dapat menyebabkan perut kembung.

Selain itu, terlalu banyak makan atau makan terlalu cepat dapat menghasilkan gas yang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut.

Untuk itu, Anda perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan. Kenali beberapa jenis makanan penyebab kembung berikut ini.

1. Kacang-kacangan

kacang lima kacang-kacangan

Meski bermanfaat mencegah berbagai penyakit, kacang-kacangan termasuk makanan penyebab kembung.

Begini, kandungan serat dalam kacang dapat menghasilkan gas yang nantinya bisa memicu perut kembung.

Selain itu, kebanyakan kacang mengandung gula yang disebut alpha-galactosidase, yang termasuk dalam kelompok karbohidrat FODMAP.

FODMAP (oligo-, di-, monosakarida dan poliol yang difermentasi) sendiri merupakan karbohidrat rantai pendek yang tidak dapat dicerna.

Di dalam tubuh, karbohidrat ini nantinya hanya bisa difermentasi oleh bakteri usus besar. Bagi orang sehat, FODMAP menyediakan bahan bakar untuk bakteri pencernaan.

Namun, karbohidrat ini dapat memicu masalah pencernaan seperti kembung pada penderita iritasi usus besar.

2. Sayuran tertentu

Jenis sayuran yang bisa menjadi penyebab perut kembung adalah sayuran krulcifer.

Sayuran krulcifer seperti brokoli, kembang kol, dan kubis memang sehat dan mengandung nutrisi penting, seperti serat dan vitamin C.

Namun, sayuran-sayuran ini juga mengandung FODMAP yang bisa menyebabkan perut kembung pada beberapa orang.

Senyawa pada FODMAP yang kecil memberikan efek osmotik yang menyebabkan lebih banyak cairan ditarik ke dalam usus.

Hal ini bisa meningkatkan jumlah cairan dan gas pada usus besar. Akibatnya, beberapa orang mengalami sensasi kembung dan sakit perut.

3. Susu dan produk olahan susu

produk olahan susu

Makanan penyebab perut kembung yang mungkin sering Anda konsumsi adalah susu dan produk olahan susu.

Kondisi yang disebut intoleransi laktosa yang terjadi karena tubuh tidak dapat mencerna laktosa, yaitu kandungan gula pada produk olahan susu.

Hal ini dapat disebabkan oleh kekurangan enzim alami yang disebut laktase yang memecah laktosa (gula susu agar) agar lebih mudah diserap tubuh.

Bila tidak tercerna dengan baik, laktosa dapat memproduksi gas yang bisa mengakibatkan perut kembung dan diare.

4. Apel

Siapa sangka bila apel termasuk salah satu makanan yang dapat menyebabkan kembung?

Walaupun kaya akan vitamin C dan antioksidan, apel ternyata menghasilkan fruktosa dan sorbitol.

Kedua zat gula ini dikenal dapat menghasilkan gas berlebih karena termasuk dalam FODMAP.

Buah lain selain apel yaitu pir dan buah persik juga mengandung zat yang bisa memicu perut kembung ini.

Namun, apel tetap baik untuk dikonsumsi karena dapat menghindari penyakit jantung.

5. Bawang

bawang

Tahukah bahwa bawang bisa menjadi makanan penyebab kembung yang selama ini Anda alami?

Penyebab masalah pencernaan ini bermula dari kandungan fruktan dalam bawang. Fruktan merupakan serat larut yang dapat memicu perut kembung.

Tak hanya bawang biasa, fruktan dapat dijumpai pada makanan lainnya seperti:

  • bawang putih,
  • daun bawang, dan
  • gandum.

Selain itu, beberapa orang mungkin memiliki alergi terhadap bawang putih atau merah yang dapat meningkatkan risiko perut kembung, sendawa, dan gas.

Alih-alih bawang, Anda bisa mengganti rempah ini dengan daun bawang atau daun kemangi sebagai penyedap masakan.

6. Minuman bersoda

Sudah bukan rahasia umum lagi bila terlalu banyak konsumsi minuman bersoda bisa menyebabkan perut kembung.

Bagaimana tidak, minuman bersoda mengandung gas karbon dioksida yang tentu bisa menghasilkan gas di dalam tubuh.

Gas ini nantinya akan langsung masuk ke saluran pencernaan dan menyebabkan perut kembung.

Konsumsi minuman bersoda secara berlebihan dapat memicu masalah kesehatan lainnya, seperti obesitas dan diabetes.

Itu sebabnya, usahakan untuk memilih jenis minuman yang lebih sehat ketimbang minuman bersoda guna menghindari risiko berbagai penyakit.

7. Alkohol

drunkorexia

Perut kembung merupakan salah satu efek samping dari konsumsi alkohol, terutama ketika diminum secara berlebihan.

Alkohol merupakan salah satu senyawa peradangan yang cenderung menyebabkan pembengkakan pada tubuh, termasuk di perut.

Efek peradangan ini bisa semakin parah ketika alkohol kerap dicampur dengan minuman berkarbonasi.

Tak heran bila perut sering kembung usai meminum minuman keras.

Bahkan, pembengkakan tak hanya terjadi di perut, tapi juga di wajah yang disertai kemerahan karena minuman keras menyebabkan dehidrasi.

Saat tubuh mengalami dehidrasi, kulit dan organ vital berusaha menahan air sebanyak mungkin sehingga wajah membengkak.

8. Gandum

Beberapa tahun belakangan, gandum menjadi makanan yang cukup sering diperdebatkan karena diklaim menjadi penyebab perut kembung.

Hal ini dikarenakan gandum mengandung protein yang disebut gluten. Bagi pasien penyakit celiac yang sensitif terhadap gluten, gandum bisa memicu masalah pencernaan.

Masalah tersebut termasuk perut kembung, gas, diare, dan sakit perut. Tak hanya itu, gandum merupakan sumber FODMAP yang bisa memproduksi gas berlebih.

Meski begitu, gandum masih tetap sering dipakai dalam berbagai jenis makanan, seperti pasta, roti, hingga kue.

9. Makanan berlemak

mencerna makanan berlemak

Di antara zat gizi makro lainnya, yaitu karbohidrat, lemak, dan protein, lemak merupakan nutrisi yang paling lambat dicerna.

Maka dari itu, makanan berminyak yang mengandung banyak lemak lebih lama berada di perut sehingga memperlambat pengosongan perut.

Alhasil, makanan berlemak seperti pizza atau junk food dapat menjadi penyebab perut kembung, mual, dan gejala masalah pencernaan lainnya.

Bila Anda menderita sindrom iritasi usus besar (IBS) atau pankreatitis kronis, makanan berlemak dapat memicu sakit perut dan diare.

Sebenarnya, masih ada banyak makanan yang bisa menyebabkan kembung.

Namun, efek konsumsi makanan tersebut biasanya baru akan terasa pada pasien dengan penyakit tertentu.

Selalu diskusikan dengan dokter atau ahli gizi ketika terkait jenis makanan yang diperbolehkan, terutama ketika menderita penyakit pencernaan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Winham, D. M., & Hutchins, A. M. (2011). Perceptions of flatulence from bean consumption among adults in 3 feeding studies. Nutrition journal, 10, 128. https://doi.org/10.1186/1475-2891-10-128. Retrieved 19 May 2021. 

The Low FODMAP Diet Approach: Effects of FODMAPs on the Gut. (2014). About IBS. Retrieved 19 May 2021, from https://aboutibs.org/treatment/ibs-diet/low-fodmap-diet/effects-of-fodmaps-on-the-gut/ 

Could your intestinal gas and bloating be a result of Complex Carbohydrate Intolerance or Lactose Intolerance?. (n.d). Canadian Society of Intestinal Research. Retrieved 19 May 2021, from https://badgut.org/information-centre/health-nutrition/intestinal-gas-from-complex-carbohydrates-or-lactose-intolerance/ 

Feel Bloated? 5 Odd Reasons for Your Stomach Pain. (2021). Cleveland Clinic. Retrieved 19 May 2021, from https://health.clevelandclinic.org/feel-bloated-5-odd-reasons-stomach-pain/ 

Cirino, E. (2019). Why Does Alcohol Make Me Bloated?. Healthline. Retrieved 19 May 2021, from https://www.healthline.com/health/alcohol-bloating 

Tonutti, E., & Bizzaro, N. (2014). Diagnosis and classification of celiac disease and gluten sensitivity. Autoimmunity reviews, 13(4-5), 472–476. https://doi.org/10.1016/j.autrev.2014.01.043. Retrieved 19 May 2021. 

Bjarnadottir, A. (2017). 13 Foods That Cause Bloating (and What to Eat Instead). Healthline. Retrieved 19 May 2021, from https://www.healthline.com/nutrition/13-foods-that-cause-bloating

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro