Definisi

Apa itu pertusis (batuk rejan)?

Batuk rejan, juga dikenal sebagai pertusis, adalah penyakit pernapasan yang sangat menular melalui mulut dan hidung. Biasanya, batuk rejan ditandai dengan batuk parah yang disertai suara tarikan napas bernada tinggi. Batuk rejan mudah menular namun vaksin seperti DtaP dan Tdap dapat membantu pencegahan pada anak-anak dan dewasa.

Seberapa umumkah pertusis (batuk rejan)?

Batuk rejan lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak kecil, namun juga dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Batuk rejan dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

 

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala pertusis (batuk rejan)?

Tanda-tanda dan gejala batuk rejan biasanya baru muncul sekitar 10 hari setelah terinfeksi. Tanda-tanda dan gejala dari batuk rejan pada tahap awal biasanya ringan dan mirip dengan pilek biasa, seperti:

  • Hidung beringus
  • Hidung tersumbat
  • Mata merah dan berair
  • Demam
  • Batuk.

Setelah 1 atau 2 minggu, tanda-tanda dan gejala memburuk. Batuk yang parah dan berkepanjangan dapat:

  • Terdengar seperti mau muntah
  • Menyebabkan wajah berwarna merah atau biru
  • Menyebabkan kelelahan ekstrem
  • Suara tinggi melengking saat menarik napas

Bayi mungkin tidak batuk sama sekali. Mereka mungkin mengalami gangguan pernapasan atau berhenti bernapas sementara.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Muntah
  • Wajah menjadi kemerahan atau kebiruan
  • Kesulitan bernapas atau jeda pada pernapasan
  • Menarik napas dengan suara.

Penyebab

Apa penyebab pertusis (batuk rejan)?

Bakteri adalah penyebab dari pertusis. Saat Anda melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi, atau berada dekat dengan orang yang batuk atau bersin, Anda dapat menghirup tetesan yang mengandung kuman yang menyebar ke udara dan masuk ke paru-paru Anda.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk pertusis (batuk rejan)?

Ada banyak faktor risiko untuk batuk rejan, yaitu:

  • Vaksin pertusis pada saat Anda masih kecil sudah menghilang efeknya.
  • Anak-anak Anda berada di saat untuk divaksin. Mereka belum imun secara penuh terhadap batuk rejan hingga setidaknya menerima 3 suntikan. Hal ini berarti selama 6 bulan, mereka berada dalam risiko yang paling tinggi terhadap infeksi.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis pertusis (batuk rejan)?

Akibat tanda-tanda dan gejala batuk rejan yang tidak muncul pada tahap awal, atau menyerupai gejala penyakit pernapasan lainnya, seperti pilek, flu atau bronkitis, kondisi ini akan sulit didiagnosis. Pada beberapa kasus, penyakit Anda akan didiagnosis dengan pertanyaan mengenai gejala dan dokter yang mendengarkan batuk Anda.

Untuk mengonfirmasi diagnosis, Anda dapat menjalani beberapa tes medis seperti kultur hidung atau tenggorokan, serta tes darah atau X-ray dada.

Kultur hidung atau tenggorokan adalah menyeka atau mengambil sampel dari area di mana hidung dan tenggorokan bertemu untuk melihat adanya bakteri batuk rejan. Tes darah memerlukan sampel darah yang akan dikirim ke laboratorium untuk dicek jumlah sel darah putih, karena sel darah putih dapat membantu melawan batuk rejan. X-ray dada dapat dilakukan untuk memeriksa adanya peradangan atau cairan pada paru-paru, yang dapat terjadi apabila pneumonia berkomplikasi dengan batuk rejan dan infeksi pernapasan lainnya.

Bagaimana cara mengobati pertusis (batuk rejan)?

Untuk mengobati pertusis secara dini, Anda dapat menggunakan antibiotik yang membantu membunuh bakteri penyebab batuk rejan, mengurangi gejala, dan mempercepat pemulihan. Namun jika batuk rejan didiagnosis terlalu lama, antibiotik juga masih dapat bekerja dengan baik. Pada beberapa kasus, anggota keluarga Anda mungkin akan diberi antibiotik pencegah.

Jika kondisi batuk menghalangi Anda meminum cairan yang cukup, Anda berisiko mengalami dehidrasi. Saatnya Anda segera menghubungi dokter.

Batuk rejan dapat membahayakan bayi, karena itu bayi biasanya perlu dirawat di rumah sakit untuk perawatan. Apabila anak Anda memiliki kesulitan mencerna cairan atau makanan, infus mungkin akan diperlukan. Dokter dapat mengisolasi anak Anda untuk mencegah penyebaran. Jika anak Anda sudah lebih besar, Anda dapat memberikan perawatan di rumah.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi pertusis (batuk rejan)?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi pertusis:

  • Istirahat yang banyak.
  • Minum banyak cairan. Air, jus dan sup baik untuk Anda.
  • Disarankan untuk makan dengan porsi kecil, yang dapat mencegah muntah akibat batuk.
  • Membersihkan udara perlu dilakukan untuk mengeliminasi pemicu batuk, seperti asap rokok dan asap dari perapian.
  • Anda juga harus menjaga penularan dengan menutup mulut saat Anda batuk dan sering mencuci tangan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan