home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sering Minum Obat Batuk? Waspadai, Efek Samping Berikut Ini!

Sering Minum Obat Batuk? Waspadai, Efek Samping Berikut Ini!

Mengalami batuk yang tak kunjung henti, baik batuk kering maupun berdahak, bisa sangat mengganggu. Pasalnya, batuk kering bisa menimbulkan rasa nyeri di tenggorokan, sedangkan batuk berdahak membuat Anda perlu mengeluarkan dahak hampir setiap waktu. Salah satu cara untuk menyembuhkan batuk adalah dengan meminum obat batuk over-the-counter (OTC) atau nonresep. Obat batuk ini memang bisa diperoleh dengan mudah, tapi berhati-hatilah dengan efek samping yang mungkin muncul jika terlalu sering mengonsumsinya.

Efek samping obat batuk berdahak

penyebab kepala pusing

Obat batuk terdiri dari berbagai macam, mulai dari bentuk sirup hingga tablet. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan jenis batuk Anda alami dan penyakit penyebab batuk. Fungsi obat batuk utamanya adalah meringankan batuk, mengencerkan dahak di tenggorokan, mengurangi lendir yang menyumbat, dan mengurangi frekuensi batuk.

Beberapa jenis obat batuk yang kerap digunakan atau bahkan diresepkan oleh dokter adalah:

  • Obat supresan, seperti dextromethorpan dan kodein
  • Dekongestan, seperti phenylephrine dan pseudoefedrin
  • Antihistamin, seperti diphenhydramine
  • Obat batuk kombinasi yang terdiri dari beberapa kandungan di atas

Namun, selain menguntungkan Anda juga berkemungkinan mengalami berbagai efek samping jika mengonsumsi obat nonresep. Efek samping yang lebih parah akan muncul apabila dikonsumsi secara rutin dan dalam jangka waktu yang panjang.

Beberapa efek samping obat batuk yang mungkin terjadi, antara lain:

1. Mengantuk

Sebagian besar obat batuk golongan antihistamin bisa menimbulkan efek samping yang terjadi secara langsung, seperti rasa kantuk yang berat. Hal ini disebabkan obat batuk ini bekerja menekan frekuensi batuk dengan cara menghentikan rangsangan batuk dari otak.

Agar efek sampingnya tidak mengganggu aktivitas Anda, sebaiknya konsumsi obat ini pada waktu malam hari sebelum tidur.

Penting untuk diketahui, badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat, FDA, melarang penggunaan obat antihistamin, seperti diphenhydramine pada anak-anak di bawah 4 tahun.

Penelitian dari International Journal of Clinical Pharmacy menyebutkan, obat tersebut dapat berisiko tinggi menimbulkan efek samping penurunan fungsi otak.

2. Pusing

Rasa pusing yang muncul setelah meminum obat tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Ini adalah efek samping obat batuk yang cukup umum terjadi pada sebagian orang. Namun, Anda perlu mewaspadai jika rasa pusing menetap selama berhari-hari dan justru bertambah parah. Sebaiknya segera periksakan ke dokter.

3. Muncul ruam pada kulit

Ruam atau kemerahan pada kulit termasuk efek samping yang bisa terjadi meskipun terbilang jarang. Biasanya, efek ini terjadi pada Anda yang mengonsumsi obat batuk yang mengandung guaifenesin (Mucinex). Tak hanya ruam, iritasi kulit seperti gatal-gatal juga bisa terjadi pada sebagian orang.

4. Sakit perut

Efek samping lainnya yang bisa terjadi setelah meminum obat batuk ialah sakit perut. Tak hanya sakit perut, Anda juga bisa mengalami gangguan pencernaan seperti mual, muntah, sampai diare. Namun, kondisi ini biasanya terjadi dalam intensitas yang ringan sehingga tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

5. Alergi

Pada sebagian orang, obat batuk bisa mengakibatkan efek samping berupa reaksi alergi. Alergi akibat obat umumnya ditandai dengan gatal-gatal di kulit, sesak napas, pembengkakan pada beberapa bagian tubuh seperti bibir, lidah, wajah, dan tenggorokan serta ruam kemerahan. Segera konsultasikan ke dokter jika Anda melihat gejala ini setelah mengonsumsi obat yang satu ini.

6. Ketergantungan

Kandungan kodein pada obat batuk dapat menyebabkan adiksi atau efek ketergantungan. Meskipun diminum dalam dosis normal, obat batuk dengan kodein juga bisa membuat Anda merasa perlu mengonsumsinya setiap hari. Oleh karena itu, jangan pernah meminum obat batuk dengan kodein di atas dosis yang telah ditentukan oleh dokter.

Orang yang memiliki riwayat ketergantungan dengan obat-obatan terutama golongan narkotika sebaiknya menghindari penggunaan obat batuk dengan kodein.

Dalam beberapa kasus, obat yang dikonsumsi berlebihan dan tidak sesuai dosis juga dapat menyebabkan masalah pada ginjal. Untuk itu, selalu konsumsi obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan untuk meminimalisir efek samping yang mungkin terjadi.

Efek samping lain dari obat batuk

Membedakan Jenis Sakit Perut Berdasarkan Penyebabnya

Jika Anda sedang mengandung, sebaiknya hindarilah konsumsi obat batuk nonresep, kecuali jika dokter yang menyarankannya. Pasalnya, efek samping dari obat OTC lebih berisiko terjadi pada ibu hamil dan memungkinkan memunculkan reaksi yang lebih kuat, misalnya memicu gangguan hingga komplikasi jantung, asma, dan glaukoma.

Selain itu, efek samping obat batuk juga dapat memengaruhi perkembangan janin. Dalam beberapa kasus, obat OTC alergi, bahkan yang lebih parahnya dapat mengancam keselamatan jiwa, baik ibu maupun janinya.

Setiap obat-obatan pasti memiliki efek samping, termasuk obat batuk. Akan tetapi, efek samping dari obat ini cenderung ringan bahkan jarang terjadi jika dikonsumsi dengan benar. Oleh karena itu, sebaiknya Anda selalu membaca aturan pemakaian yang tertera dalam kemasan sebelum mengonsumsinya.

Segera hentikan pemakaian apabila muncul gangguan efek samping yang parah dan berkonsultasilah dengan dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Smith, S., Schroeder, K., & Fahey, T. (2014). Over-the-counter (OTC) medications for acute cough in children and adults in community settings. Cochrane Database Of Systematic Reviews. Retrieved 24 June, from https://doi.org/10.1002/14651858.cd001831.pub5

Dicpinigaitis, P., Dhar, S., Johnson, A., Gayle, Y., Brew, J., & Caparros-Wanderley, W. (2015). Inhibition of cough reflex sensitivity by diphenhydramine during acute viral respiratory tract infection. International Journal Of Clinical Pharmacy, 37(3), 471-474. Retrieved 24 June, from https://doi.org/10.1007/s11096-015-0081-8

Bolser, D. (2006). Cough Suppressant and Pharmacologic Protussive Therapy. Chest, 129(1), 238S-249S. Retrieved 24 June, from https://doi.org/10.1378/chest.129.1_suppl.238S

Woo, T. (2008). Pharmacology of Cough and Cold Medicines. Journal Of Pediatric Health Care, 22(2), 73-79. Retrieved 24 June, from https://doi.org/10.1016/j.pedhc.2007.12.007

American Academy of Pedriatrics. (2020). Antibiotics for Respiratory Illness in Children | Choosing Wisely. Retrieved 24 June 2020, from https://www.choosingwisely.org/patient-resources/antibiotics-for-respiratory-illness-in-children/

U.S. Food and Drug Administration. (2018). Removes approval of Rx opioid cough and cold med in kids under 18.  Retrieved 24 June 2020, from https://www.fda.gov/drugs/drug-safety-and-availability/fda-drug-safety-communication-fda-requires-labeling-changes-prescription-opioid-cough-and-cold

U.S. Food and Drug Administration. (N.d.). Concomitant use of opioids with benzodiazepines or other central nervous system (CNS) depressants. Retrieved 24 June 2020, from https://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2017/005213s038lbl.pdf

Mayo Clinic. (2020). Dextromethorphan (Oral Route) Side Effects. Retrieved 24 June 2020, from https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/dextromethorphan-oral-route/side-effects/drg-20068661?p=1

Michigan Medicine. (2020). Side effects of codeine, guaifenesin, and pseudoephedrine. Retrieved 17 July 2020, from https://www.uofmhealth.org/health-library/d03398a1

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 02/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x