Apa Itu Perikarditis?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu perikarditis?

Perikarditis adalah kondisi di mana terjadi pembengkakan dan peradangan pada perikardium jantung. Perikardium merupakan dua lapis selaput berisi cairan yang menyelimuti bagian luar jantung.

Fungsi dari perikardium adalah menahan jantung di tempatnya, melumasi jantung, serta melindungi jantung dari infeksi atau penyakit lainnya. Selain itu, selaput ini juga menjaga ukuran normal jantung ketika volume darah meningkat, sehingga jantung tetap berfungsi dengan baik.

Perikarditis umumnya adalah penyakit yang bersifat akut. Peradangan biasanya terjadi secara mendadak dan berlangsung selama beberapa bulan. Ada kemungkinan peradangan dapat kembali muncul beberapa tahun kemudian.

Namun, dalam beberapa kasus, penyakit ini juga bersifat kronis atau menahun. Seseorang dengan perikarditis kronis akan mengalami peradangan dalam jangka waktu yang lebih lama, serta membutuhkan penanganan lebih intensif.

Kebanyakan kasus peradangan selaput jantung bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, peradangan berisiko menyebabkan luka dan penebalan pada perikardium, sehingga fungsi jantung pun berpotensi terganggu.

Dalam kasus yang cukup parah, dokter akan memberikan pengobatan tertentu yang terkadang disertai dengan prosedur operasi untuk mencegah komplikasi.

Seberapa umumkah perikarditis?

Perikarditis merupakan salah satu jenis penyakit perikardium yang paling umum, serta salah satu penyebab nyeri dada yang paling banyak ditemui.

Penyakit ini lebih banyak terjadi pada pasien berjenis kelamin pria dibanding dengan pasien wanita. Meskipun kondisi ini lebih umum ditemukan pada pasien berusia 20-50 tahun, banyak pula kasus kejadian peradangan selaput jantung pada pasien anak-anak dan remaja.

Penyakit ini dapat diatasi dan dicegah dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala perikarditis?

Perikarditis adalah kondisi yang dapat dibagi menjadi beberapa jenis, tergantung pada pola gejalanya serta seberapa lama gejala-gejala berlangsung.

Perikarditis akut

Pada jenis yang akut, peradangan umumnya terjadi kurang dari 3 minggu. Tanda-tanda dan gejala yang umumnya terasa adalah rasa sakit yang tajam dan menusuk di bagian belakang tulang dada atau kiri dada.

Namun, beberapa pasien juga mengeluhkan rasa sakit yang berlangsung terus menerus, menekan, dan memiliki intensitas yang beragam.

Rasa nyeri mungkin dapat merambat hingga bahu kanan dan leher Anda. Sering kali, rasa nyeri akan semakin parah ketika Anda batuk, berbaring, atau menarik napas dalam-dalam. Hal ini yang membuat kondisi ini terkadang sulit dibedakan dengan rasa sakit yang terjadi saat serangan jantung.

Perikarditis kronis

Pada jenis yang kronis, tanda-tanda dan gejala biasanya berlangsung lebih lama dan tidak kunjung hilang. Gejala-gejala umumnya berlangsung selama lebih dari 3 bulan.

Peradangan selaput jantung kronis biasanya dikaitkan dengan inflamasi kronis pada tubuh, sehingga kemungkinan terjadi penumpukan cairan di sekitar jantung (efusi perikardium). Gejala yang paling sering ditemui adalah nyeri dada.

Terlepas dari apa jenisnya, tanda-tanda dan gejala perikarditis biasanya meliputi:

  • Rasa sakit yang menusuk di bagian tengah atau kiri dada
  • Rasa sakit semakin parah ketika menarik napas panjang
  • Napas memendek saat sedang berbaring
  • Jantung berdetak tidak beraturan (palpitasi atau takikardia)
  • Demam, apabila peradangan disebabkan oleh infeksi
  • Tubuh melemah dan lebih mudah lelah
  • Batuk
  • Pembengkakan di bagian perut atau kaki

Kemungkinan terdapat tanda-tanda dan gejala yang belum disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki kekhawatiran mengenai gejala tertentu, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda.

Kapan saya harus mengunjungi dokter?

Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami gejala seperti sakit dada, karena bisa saja ada kemungkinan penyakit jantung atau kanker darah.

Jika Anda mengalami gejala yang telah disebutkan atau jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, konsultasikan pada dokter.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, periksakan apapun gejala yang Anda rasakan ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab perikarditis?

Pada kondisi yang normal, kedua lapisan selaput perikardium yang menyelimuti jantung Anda mengandung sedikit cairan pelumas. Ketika perikarditis terjadi, selaput tersebut meradang. Gesekan pada area yang meradang tersebut menyebabkan rasa nyeri di dada.

Penyebab kondisi ini umumnya sulit untuk ditentukan. Pada kebanyakan kasus, dokter biasanya kesulitan menentukan penyebab utamanya (idiopatik) atau mencurigai adanya infeksi oleh patogen tertentu.

Kondisi ini juga terkadang terjadi sebagai komplikasi dari serangan jantung. Hal tersebut dikarenakan otot jantung mengalami iritasi yang berpotensi menimbulkan peradangan.

Berikut adalah penjelasan mengenai kemungkinan penyebab perikarditis:

1. Kondisi idiopatik

Sebanyak 26 hingga 86 persen kasus penyakit ini tidak memiliki penyebab yang pasti. Namun, baru-baru ini para ahli memperkirakan bahwa faktor sistem imun tubuh juga mungkin turut berpengaruh.

2. Infeksi

Infeksi dapat disebabkan oleh virus, bakteri, serta jamur atau parasit. Infeksi virus merupakan penyebab yang paling umum. Diperkirakan sebanyak 1-10% kasus penyakit ini berkaitan dengan infeksi virus.

Beberapa virus yang dapat mengakibatkan infeksi pada perikardium adalah:

  • Coxsackievirus B
  • Adenovirus
  • Influenza A dan B
  • Enterovirus
  • Epstein-Barr
  • Human immunodeficiency virus (HIV)
  • Virus herpes simpleks (HSV)
  • Virus hepatitis A, B, dan C

Selain infeksi virus, bakteri juga menjadi penyebab dari 1-8% kasus peradangan perikardium. Beberapa di antaranya adalah bakteri Streptococcus, Staphylococcus, Mycobacterium tuberculosis, Escherichia coli, Salmonella, dan Haemophilus influenzae.

Jamur dan parasit, seperti Histoplasma, Blastomyces, Candida, Toxoplasma, serta Echinococcus juga ditemukan dalam sebagian kecil kasus peradangan perikardium.

3. Penyakit inflamasi atau peradangan lainnya

Penyebab lain dari kondisi ini adalah penyakit inflamasi, seperti rheumatoid arthritis, systemic lupus erythematosus (SLE), skleroderma, atau sarkoidosis.

Penyakit dan kondisi lainnya yang dapat memicu peradangan adalah:

  • Infark miokard
  • Sindrom Dressler
  • Diseksi aorta
  • Pengobatan tertentu

Faktor-faktor risiko

Apa saja faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko saya mengalami perikarditis?

Perikarditis adalah penyakit yang dapat terjadi pada hampir setiap orang, terlepas dari berapa usia dan apa kelompok ras penderitanya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita penyakit tersebut.

Penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan terkena suatu penyakit atau kondisi kesehatan.

Dalam beberapa kasus, tidak menutup kemungkinan seseorang dapat mengalami penyakit atau kondisi kesehatan tertentu tanpa adanya satu pun faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu seseorang terkena perikarditis:

Usia

Peradangan pada perikardium lebih banyak ditemukan pada pasien berusia 20 hingga 50 tahun. Jadi, apabila Anda berada di dalam rentang usia tersebut, risiko Anda untuk menderita penyakit ini lebih tinggi.

Jenis kelamin

Kasus kejadian penyakit ini lebih umum ditemukan pada pasien berjenis kelamin pria dibanding dengan pasien wanita.

Memiliki penyakit inflamasi

Pasien dengan masalah peradangan lain, seperti rheumatoid arthritis, systemic lupus erythematosus (SLE), serta skleroderma, lebih berisiko mengalami peradangan pada perikardium.

Menderita penyakit-penyakit tertentu

Orang dengan penyakit-penyakit tertentu, seperti HIV/AIDS, TBC, dan kanker, lebih berpotensi mengalami peradangan ini.

Selain itu, beberapa masalah metabolisme, seperti gagal ginjal, hipotiroidisme, dan hiperkolesterolemia dapat menyebabkan terjadinya peradangan perikardium.

Mengalami cedera akibat kecelakaan

Apabila Anda pernah mengalami cedera yang cukup parah akibat kecelakaan tertentu, risiko Anda untuk mengalami peradangan pada perikardium Anda jauh lebih tinggi dibanding dengan orang biasa.

Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Meminum beberapa jenis obat-obatan, seperti phenytoin (obat anti kejang), warfarin, heparin (untuk mengencerkan darah), serta procainamide (obat untuk debar jantung yang tidak normal) dapat memperbesar peluang Anda untuk menderita penyakit ini.

Walau Anda tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak dapat terserang penyakit ini. Faktor risiko di atas hanya untuk referensi saja. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk keterangan lebih lanjut.

Komplikasi

Apa saja komplikasi kesehatan yang dapat terjadi akibat perikarditis?

Apabila penyakit ini tidak segera mendapatkan penanganan medis, gejala-gejala yang ada semakin memburuk dan mengakibatkan komplikasi-komplikasi kesehatan, seperti:

1. Tamponade jantung

Apabila terdapat terlalu banyak cairan yang menumpuk di perikardium, akan terjadi tekanan berlebih pada jantung. Hal ini menyebabkan aliran darah dari dan menuju jantung berkurang.

Kondisi ini disebut dengan tamponade jantung. Bila tidak segera ditindaklanjuti, kondisi ini dapat memicu menurunnya tekanan darah secara drastis, bahkan berpotensi menyebabkan kematian.

2. Perikarditis konstriktif

Kondisi ini merupakan komplikasi dari peradangan perikardium yang langka, di mana terjadi penebalan dan luka permanen pada perikardium.

Apabila komplikasi ini terjadi, jaringan-jaringan pada jantung tidak dapat bekerja dengan baik. Pernapasan pun berpotensi terganggu, serta terjadi pembengkakan pada kaki.

Diagnosis & pengobatan

Informasi berikut bukan pengganti petunjuk medis. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda.

Apa saja tes untuk mendiagnosis perikarditis?

Umumnya, dokter akan melakukan diagnosis dengan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Beberapa pertanyaan seputar riwayat kesehatan, gejala-gejala yang dialami, serta riwayat penyakit keluarga akan ditanyakan.

Selain itu, dokter juga akan memeriksa suara detak jantung Anda dengan stetoskop. Biasanya, dokter dapat mengetahui adanya perikarditis melalui suara gesekan pada perikardium

Setelah itu, dokter akan meminta Anda menjalani beberapa tes tambahan untuk mendapatkan hasil diagnosis yang lebih akurat. Pengambilan cairan sampel dari perikardium atau darah Anda akan dilakukan untuk mengetahui adanya infeksi bakteri atau virus.

Beberapa tes tambahan yang akan dilakukan adalah:

1. Elektrokardiogram (EKG)

Pada tes ini, dokter akan memasangkan kabel dengan elektroda pada tubuh Anda untuk mengukur aktivitas listrik jantung Anda.

2. X-ray

Dengan x-ray, dokter dapat menganalisis ukuran serta bentuk jantung Anda. Apabila jantung membesar, ada kemungkinan terdapat penumpukan cairan di perikardium.

3. Ekokardiogram

Tes ini menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar dari jantung Anda, termasuk penumpukan cairan pada perikardium.

4. Computerized tomography (CT scan)

Teknik x-ray ini menghasilkan gambar jantung yang lebih detail dibanding dengan x-ray biasa. Selain itu, CT scan juga dapat membantu dokter membedakan penyebab lain dari nyeri dada yang Anda alami, seperti adanya emboli paru atau diseksi aorta.

5. Magnetic resonance imaging (MRI scan)

Teknik ini menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan foto jantung Anda dari berbagai sudut. MRI juga dapat menunjukkan adanya perubahan pada ukuran perikardium.

Apa saja pengobatan untuk perikarditis?

Pada kondisi yang umum, perikarditis dapat pulih dengan sendirinya. Penderita dapat beristirahat di rumah dan melakukan pengobatan sederhana. Penanganan biasanya dilakukan dengan pengobatan, dan untuk kasus yang jarang terjadi dibutuhkan prosedur operasi.

1. Obat pereda rasa sakit

Langkah pertama dalam penanganan, dokter Anda akan menganjurkan untuk beristirahat sampai Anda merasa lebih baik dan demam turun. Dokter juga mungkin akan memberikan obat yang dijual umum yaitu obat anti peradangan untuk mengurangi rasa sakit dan radang, seperti aspirin dan ibuprofen.

2. Colchicine (Colcrys, Mitigare)

Obat ini dapat membantu mengurangi peradangan di dalam tubuh. Biasanya, obat ini diberikan untuk mengatasi peradangan akut, atau untuk mengendalikan gejala-gejala yang terus menerus muncul.

Colchicine dapat memperpendek durasi berlangsungnya gejala-gejala, serta mengurangi risiko gejala muncul kembali di lain waktu. Namun, penggunaan obat ini sebaiknya dihindari oleh pasien penyakit hati dan ginjal.

3. Perikardiosentesis

Jika penyakit memburuk, Anda mungkin membutuhkan penanganan untuk komplikasi-komplikasi yang terjadi, seperti tamponade jantung dan peradangan konstriktif kronis.

Tamponade jantung dapat diatasi dengan perikardiosentesis, yaitu jarum atau tabung kateter yang dimasukkan dalam dinding dada untuk membuang kelebihan cairan pada perikardium. Prosedur ini akan meringankan tekanan pada jantung.

Anda akan diberikan anestesi atau bius lokal terlebih dahulu sebelum menjalani prosedur ini. Biasanya, prosedur ini dilakukan bersamaan dengan ekokardiogram dan USG.

4. Perikardiektomi

Apabila Anda didiagnosis dengan peradangan konstriktif kronis, dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur operasi pengangkatan perikardium. Prosedur ini disebut dengan perikardiektomi.

Prosedur ini biasanya harus dilakukan apabila perikardium telah menebal dan kaku, sehingga fungsi jantung dalam memompa darah semakin terganggu.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan untuk mengatasi perikarditis?

Gaya hidup dan pengobatan berikut dapat membantu Anda mengatasi perikarditis:

  • Check up secara rutin untuk mengikuti perkembangan penyakit dan kondisi kesehatan Anda.
  • Ikuti instruksi serta saran dari dokter.
  • Istirahat dengan cukup, hindari aktivitas. dan pekerjaan berat yang dapat menyebabkan gejala semakin parah.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan dengan dokter agar dapat memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan anjuran medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 11, 2019

Yang juga perlu Anda baca