Nyeri dada

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu nyeri dada?

Nyeri dada adalah rasa sakit atau nyeri yang terasa di dada. Dalam beberapa kasus, nyeri yang muncul memiliki gejala yang berbeda-beda. Sakit di dada dapat berupa sensasi panas, tertusuk-tusuk, atau tertekan. Nyeri dada juga dapat merambat naik ke leher, rahang, dan kemudian menyebar ke punggung atau lengan.

Nyeri dada dapat disebabkan oleh berbagai macam penyebab. Salah satu penyebab yang paling berbahaya dan perlu penanganan serius adalah penyakit yang berhubungan dengan jantung atau paru-paru.

Anda harus mengunjungi dokter untuk diperiksa dengan cermat, karena penyebab nyeri dada sangat sulit untuk ditentukan secara pasti.

Seberapa umumkah nyeri dada?

Nyeri dada adalah kondisi yang dapat terjadi pada semua usia. Namun, terdapat berbagai hal yang meningkatkan kemungkinan Anda merasakan sakit di dada, yaitu apabila Anda merokok, memiliki tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, obesitas, dan diabetes.

Untuk mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan nyeri dada, silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Gejala dan Penyebab

Apa saja gejala nyeri dada?

Nyeri dada yang dirasakan akan berbeda-beda, tergantung dengan penyebab utamanya.

Ada kalanya sakit di dada tidak selalu berhubungan dengan kondisi jantung, walaupun tidak ada cara yang mudah untuk mengetahui apa penyebabnya tanpa diperiksa secara langsung oleh dokter.

Gejala umum dari nyeri dada adalah sebagai berikut:

  • Dada terasa tertusuk
  • Sensasi terbakar
  • Rasa sakit yang menusuk
  • Rasa sesak, penuh, atau tertekan

Apa yang bisa jadi penyebab nyeri dada?

Nyeri yang terasa di dada umumnya merupakan kondisi yang diakibatkan oleh masalah di organ tubuh Anda, seperti jantung, paru-paru, pencernaan, hingga otot dan saraf.

Berikut adalah penyakit-penyakit yang paling sering menyebabkan nyeri dada beserta gejalanya:

1. Penyakit jantung

Berikut adalah penyebab sakit di dada akibat masalah jantung:

Serangan jantung

Kondisi ini terjadi akibat berkurangnya aliran darah dan oksigen ke jantung Anda, yang mengakibatkan matinya sel-sel jantung.

Serangan jantung menunjukkan gejala-gejala seperti sakit di dada bagian tengah atau kiri, berkeringat, mual, napas pendek, dan tubuh lemas.

Penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner disebabkan oleh lemak yang menyumbat pembuluh darah jantung (arteri koroner). Keadaan ini dapat menimbulkan rasa sakit yang disebut juga dengan angina.

Ketika Anda mengalami kondisi ini, biasanya nyeri dada juga akan dibarengi dengan gejala lain yaitu rasa sakit yang menjalar ke lengan, pundak, rahang, atau punggung. Rasa tertekan atau sesak pun juga biasanya terasa di dada.

Miokarditis

Miokarditis diakibatkan oleh peradangan atau infeksi pada otot jantung.

Penyakit ini menunjukkan gejala-gejala yang serupa dengan serangan jantung. Namun, kondisi ini umumnya menimbulkan gejala demam, kelelahan, jantung berdetak cepat, dan sulit bernapas.

Perikarditis

Penyakit perikarditis adalah peradangan atau infeksi yang menyerang lapisan tipis berbentuk kantung di jantung.

Gejala nyeri di dada yang muncul biasanya menyerupai penyakit jantung koroner atau angina. Namun, perikarditis menimbulkan rasa sakit yang lebih tajam seperti ditusuk dan menjalar hingga leher atas dan otot bahu.

Rasa sakit akan terasa makin parah apabila Anda bernapas, menelan, atau berbaring.

Kardiomipati

Kardiomipati adalah kelainan genetik berupa penebalan otot jantung. Kondisi ini dapat berpengaruh pada peredaran darah di jantung karena jantung dipaksa untuk memompa darah lebih keras.

Karena jantung harus bekerja lebih keras, kardiomipati menyebabkan munculnya gejala-gejala seperti pusing, sakit di dada, bahkan pingsan.

Prolaps katup mitral

Penyakit prolaps katup mitral adalah keadaan di mana katup jantung mengalami kelainan, sehingga dapat mengganggu aliran darah pada jantung.

Berbagai macam gejala yang ditimbulkan oleh kelainan ini adalah jantung berdebar, pusing, dan nyeri di bagian dada.

Diseksi arteri koroner

Kondisi ini terbilang cukup langka, di mana terdapat luka di arteri koroner. Hal ini dapat mengakibatkan munculnya gejala rasa sakit seperti disayat, yang menyebar ke leher, punggung, dan perut.

2. Penyakit paru-paru

Di bawah ini adalah penyakit paru-paru yang menyebabkan rasa sakit di bagian dada:

Pleuritis

Pleuritis adalah peradangan yang menyerang pleura atau lapisan yang membungkus paru-paru. Radang biasanya disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau penyakit pneumonia.

Pleuritis menunjukkan gejala-gejala seperti sakit yang menusuk saat sedang bernapas, batuk, atau bersin.

Pneumonia

Paru-paru basah atau pneumonia disebabkan oleh infeksi pada kantong udara salah satu atau kedua paru-paru.

Pneumonia umumnya dapat terdeteksi melalui gejala-gejala seperti demam, tubuh menggigil, batuk, dan keluarnya cairan seperti nanah saat batuk.

Asma

Saluran pernapasan yang mengalami peradangan dapat menyebabkan muncul gejala nyeri di dada disertai sesak napas, suara napas berbunyi, dan batuk.

Emboli paru

Terjadi ketika gumpalan darah bersarang di paru-paru (pulmonary) arteri, menghalangi aliran darah ke jaringan paru-paru.

Emboli paru biasanya menunjukkan gejala seperti detak jantung lebih cepat, sulit bernapas, demam, dan syok.

Pneumotoraks

Biasanya disebabkan oleh cedera di bagian dada dan mengakibatkan pengumpulan udara di bagian rongga pleura paru-paru.

Keadaan ini dapat menyebabkan kesulitan dan rasa sakit saat bernapas. Kemungkinan Anda juga akan mengalami tekanan darah rendah.

Hipertensi pulmonal

Kondisi ini terjadi akibat arteri paru-paru yang menyempit dan menyebabkan sesak napas dan nyeri di dada.

3. Masalah pencernaan

Masalah pencernaan juga dapat memicu nyeri di bagian dada:

Penyakit asam lambung (GERD)

Asam lambung yang naik dapat menyebabkan sensasi membakar di dada dan tenggorokan, sehingga dada akan terasa nyeri dan terbakar.

Faktor yang menjadi pemicu asam lambung naik adalah obesitas, merokok, hamil, dan makanan pedas atau berlemak.

Penyakit tukak lambung

Kondisi ini merupakan munculnya luka pada lapisan dinding lambung dapat memicu munculnya rasa sakit di dada.

Penyebabnya yang paling umum adalah merokok, minuman beralkohol, dan obat-obatan pereda rasa sakit seperti aspirin atau NSAID.

Kandung empedu atau pankreas bermasalah

Peradangan kandung empedu atau pankreas dapat menyebabkan nyeri perut yang memancar ke dada Anda.

Gejala lain yang muncul adalah rasa sakit di dada bagian bawah ketika sedang berbaring.

4. Masalah pada otot dan tulang

Sakit dada juga dapat diakibatkan oleh masalah otot dan tulang seperti:

Kostokondritis

Kondisi ini merupakan peradangan di tulang rawan dari tulang rusuk Anda akibat olahraga berlebihan atau mengangkat beban terlalu berat.

Gejala yang umumnya terasa adalah sakit pada dada, sesak napas, batuk, dan nyeri saat mengambil napas dalam-dalam.

Nyeri otot

Sindrom nyeri kronis, seperti fibromyalgia, dapat menyebabkan nyeri terus menerus.

Tulang rusuk memar atau patah

Tulang yang mengalami cedera dan berakibat pada patah atau memar dapat menyebabkan rasa nyeri di dada.

Rasa sakit pun akan terasa semakin parah ketika Anda batuk atau mengambil napas dalam-dalam.

Ruam saraf

Penyakit ini disebabkan oleh virus varicella-zoster. Gejala-gejala yang terjadi biasanya berupa rasa sakit yang tajam, disertai munculnya ruam beberapa hari kemudian.

5. Penyebab lainnya

Pemicu-pemicu lain yang dapat mengakibatkan rasa nyeri di dada adalah:

Serangan panik

Jika Anda mengalami rasa ketakutan atau panik yang intens, kemungkinan Anda akan mengalami nyeri dada, berkeringat banyak, sesak napas, detak jantung cepat, dan mual.

Herpes zoster

Disebabkan oleh reaktivasi dari virus cacar, dan dapat mengakibatkan sakit dari dada dan menjalar ke punggung Anda.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami nyeri dada atau nyeri yang tidak bisa dijelaskan, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang menunjukkan gejala yang beragam. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Hubungi dokter setempat bila Anda memiliki gejala-gejala berikut:

  • Perasaan tiba-tiba tertekan, meremas, atau sesak, di bawah dada Anda
  • Nyeri dada yang menyebar ke rahang, lengan kiri, atau punggung
  • Mendadak nyeri dada yang tajam dibarengi dengan sesak napas, terutama setelah lama tidak beraktivitas berat
  • Mual, pusing, detak jantung atau napas cepat, kebingungan, pucat, atau berkeringat berlebih
  • Tekanan darah yang sangat rendah atau denyut jantung melambat
  • Demam
  • Tubuh menggigil
  • Batuk disertai dahak berwarna kuning kehijauan
  • Nyeri di dada tidak kunjung hilang

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk nyeri dada?

Ada beberapa faktor yang membuat Anda berisiko tinggi untuk mengalami nyeri dada, seperti:

  • Anda berusia dewasa, terutama usia 40 hingga 60 tahun
  • Memiliki kolesterol
  • Menderita hipertensi
  • Mengidap diabetes
  • Memiliki riwayat penyakit jantung
  • Memakai obat kontrasepsi oral
  • Aktif merokok
  • Jarang melakukan aktivitas fisik seperti olahraga
  • Obesitas
  • Pernah operasi jantung atau kateterisasi
  • Sedang hamil

Diagnosis

Bagaimana nyeri dada didiagnosis?

Nyeri di bagian dada tidak selalu berarti Anda mengalami serangan jantung. Namun, jika Anda merasakan nyeri di dada, biasanya dokter akan segera mengecek apakah Anda terkena serangan jantung atau tidak karena kondisi tersebutlah yang paling membahayakan nyawa Anda.

Selain itu, dokter juga akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui kondisi paru-paru, seperti mendeteksi adanya penyumbatan atau disfungsi di paru-paru.

Berikut adalah rangkaian tes yang dokter lakukan untuk mendiagnosis nyeri dada yang Anda alami:

1. Pemeriksaan awal

Beberapa macam pemeriksaan nyeri di dada yang paling umum dilakukan adalah:

  • Elektrokardiogram (EKG)

Tes elektrokardiogram bertujuan untuk mengetahui apakah Anda mengalami serangan jantung atau tidak, dengan cara merekam aktivitas listrik jantung melalui elektroda yang menempel pada kulit Anda.

  • Tes darah

Dokter mungkin akan melakukan tes darah untuk memeriksa peningkatan kadar enzim atau protein yang terdapat di otot jantung.

  • X-ray

Dengan melakukan x-ray di dada, dokter dapat mengetahui kondisi paru-paru, jantung, dan pembuluh darah utama Anda. Tes ini juga dapat mendeteksi adanya masalah paru-paru, seperti pneumonia.

  • CT scan

CT scan dapat membantu menemukan adanya gumpalan darah di paru-paru.

2. Pemeriksaan tindak lanjut

Tergantung pada hasil dari tes awal, Anda mungkin perlu pengujian tindak lanjut, yang meliputi:

  • Ekokardiogram

Dengan menggunakan gelombang suara, tes ini dapat menghasilkan visual dari gerakan jantung Anda. Biasanya, sebuah perangkat kecil akan dimasukkan melalui tenggorokan Anda untuk mendapatkan citra yang lebih jelas dari berbagai bagian jantung Anda.

  • CT scan

CT scan kali ini sedikit berbeda dengan yang sebelumnya. Tes ini dilakukan untuk mengecek adanya penyumbatan pada arteri jantung.

  • Tes stres

Tes ini bertujuan untuk memperkirakan bagaimana jantung dan pembuluh darah Anda merespon tekanan atau aktivitas tubuh Anda. Biasanya, Anda akan diminta untuk berjalan di treadmill atau pedal yang dihubungkan dengan mesin elektrokardiogram.

  • Kateterisasi koroner (angiogram)

Dengan kateterisasi koroner, dokter dapat mengecek satu persatu pembuluh nadi jantung Anda yang mungkin menyempit atau tersumbat.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mengobati nyeri dada?

Nyeri dada dapat ditangani dengan 2 cara, yaitu dengan konsumsi obat-obatan tertentu dan operasi. Penanganan yang dipilih akan disesuaikan dengan gejala dan penyebab sakit di dada.

Obat yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk mengobati nyeri dada adalah sebagai berikut:

1. Nitrogliserin

Nitrogliserin biasanya berupa tablet yang diminum dengan cara diletakkan di bawah lidah. Obat ini dapat membantu menenangkan arteri jantung, sehingga darah dapat mengalir lebih mudah. Beberapa obat tekanan darah juga bisa digunakan untuk menenangkan dan melebarkan pembuluh darah.

2. Aspirin

Apabila dokter menduga bahwa nyeri dada yang Anda alami berhubungan dengan masalah jantung, maka dokter akan meresepkan aspirin.

3. Obat pelarut penggumpalan darah

Biasa juga disebut sebagai obat trombolitik, obat ini berfungsi untuk melarutkan pembekuan atau penggumpalan darah yang menghalangi aliran darah dari dan menuju jantung Anda.

4. Obat pengencer darah

Jika penggumpalan terjadi di pembuluh arteri jantung atau paru-paru Anda, maka dokter akan memberi resep obat yang mengencerkan darah. Hal ini dapat membantu mencegah terbentuknya lebih banyak gumpalan.

5. Obat penekan asam

Dokter akan meresepkan obat penetralisir kadar asam di dalam perut Anda apabila rasa sakit di bagian dada berkaitan dengan masalah asam lambung.

6. Antidepresan

Apabila Anda mengalami nyeri di dada akibat serangan panik, Anda mungkin akan diberikan resep untuk mengonsumsi obat antidepresan yang dapat membantu mengontrol gejala-gejala nyeri dada.

Prosedur bedah dan lainnya

Selain konsumsi obat-obatan, dokter mungkin juga akan merekomendasikan beberapa prosedur operasi untuk menghilangkan rasa sakit di dada, seperti:

1. Operasi bypass

Dalam prosedur operasi bypass, dokter bedah akan mengambil pembuluh darah dari bagian lain tubuh Anda, yang kemudian akan digunakan sebagai jalur alternatif untuk darah agar bisa mengalir menuju bagian arteri yang tersumbat.

2. Pemasangan balon atau stent

Prosedur ini dilakukan apabila nyeri di dada Anda disebabkan oleh penyumbatan di arteri jantung Anda.

Dokter akan menggunakan tabung kecil atau kateter dengan balon di ujungnya, yang kemudian dimasukkan ke dalam pembuluh darah besar di pangkal paha. Balon akan diisi udara agar arteri dapat melebar kembali.

Dalam beberapa kasus, tabung tersebut dibiarkan berada di arteri untuk menjaga arteri agar tetap terbuka.

3. Perbaikan diseksi

Tindakan lain yang akan dilakukan dokter bedah adalah perbaikan diseksi aorta. Operasi ini dilakukan ketika terjadi kerusakan pada arteri yang membawa darah dari jantung ke seluruh bagian tubuh.

4. Perbaikan pada paru-paru

Jika Anda menderita cedera pada bagian paru-paru, dokter akan memasukkan tabung ke dalam dada dan kemudian memompa paru-paru Anda agar kembali berfungsi dengan normal.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri dada?

Apabila Anda mengalami nyeri di dada yang berkaitan dengan masalah pencernaan atau otot, Anda dapat mencoba melakukan pengobatan rumahan di bawah.

Namun, jika nyeri di dada disebabkan oleh masalah yang lebih serius seperti penyakit jantung atau paru-paru, Anda harus segera meminum obat-obatan yang diresepkan oleh dokter.

Berikut adalah pengobatan rumahan yang dapat membantu meredakan rasa sakit di dada:

1. Kacang almond

Masalah pencernaan seperti refluks asam lambung ke kerongkongan yang sering disebut GERD, dapat menyebabkan rasa terbakar di dada, dan kondisi ini bisa diredakan dengan mengonsumsi kacang almond. Kandungan alkali yang tinggi di dalamnya dapat membantu menetralisir asam di kerongkongan. Meski demikian, belum terdapat cukup bukti mengenai teori tersebut. Pasalnya almond memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi. Bagi sebagian orang lemak dapat memicu refluks asam lambung karena makanan berlemak menyebabkan sfingter esofagus bagian bawah menjadi rileks sehingga asam lambung mudah refluks ke kerongkongan.

2. Minum minuman hangat

Pengobatan lain yang dapat Anda coba adalah meminum air panas atau hangat. Tujuannya adalah untuk menghilangkan gas apabila rasa nyeri diakibatkan oleh kembung. Air hangat juga dapat membantu memperlancar pencernaan.

Salah satu minuman hangat yang dapat Anda coba adalah teh hibiscus. Teh jenis ini terbukti dapat menghilangkan kembung, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi kolesterol.

3. Menggunakan cold pack (kompres)

Nyeri dada yang disebabkan oleh cedera otot dapat diredakan dengan menempelkan cold pack atau kompres pada dada.

Selain melakukan pengobatan rumahan, Anda dapat mengganti pola makan dan gaya hidup Anda sehari-hari untuk menjaga kesehatan Anda secara keseluruhan, terutama jantung yang sering kali menjadi penyebab utama nyeri dada.

4. Berbaring dengan posisi kepala lebih tinggi

Ketika sakit dada menyerang, segera berbaring dengan posisi kepala lebih tinggi dari badan. Hal ini dapat membantu meringankan rasa nyeri akibat naiknya asam lambung.

5. Jahe dan kunyit

Kedua bumbu dapur ini ternyata bermanfaat sebagai pengobatan antiinflamasi. Sebuah studi membuktikan bahwa jahe dapat mengurangi rasa mual. Selain itu, kunyit berguna untuk meringankan rasa sakit. Anda dapat mencoba minum susu hangat yang dicampur dengan kunyit.

Dengan rutin mengonsumsi sayur dan buah-buahan, rajin berolahraga, dan berhenti merokok, kesehatan jantung Anda akan senantiasa terjaga dalam jangka waktu yang lama.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juni 21, 2019 | Terakhir Diedit: Juni 21, 2019

Yang juga perlu Anda baca