home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

3 Komplikasi Serius Akibat Perikarditis yang Semakin Parah

3 Komplikasi Serius Akibat Perikarditis yang Semakin Parah

Jantung Anda berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Organ ini dilindungi oleh jaringan tipis seperti kantung yang disebut perikardium. Perikardium bisa mengalami masalah, salah satunya adalah perikarditis. Jika tidak diobati, perikarditis dapat menimbulkan komplikasi yang mengancam jiwa. Apa saja komplikasinya? Mari cari tahu lebih lanjut pada ulasan berikut ini.

Komplikasi perikarditis yang perlu Anda ketahui

jenis jantung lemah

Perikarditis adalah peradangan dan pembengkakan pada perikardium. Perikardium ini bertugas untuk menjaga jantung agar tetap berada di posisinya, membantu jantung untuk bergerak, dan memisahkan jantung dari paru-paru maupun struktur lainnya yang berdekatan, serta mendukung fungsi jantung.

Adanya peradangan pada jaringan ini menimbulkan gejala mengganggu. Sebagian besar penderitanya merasakan nyeri dada sebelah kiri, seperti ditusuk atau tertekan. Rasa nyerinya dapat menjalar ke bahu dan leher kiri, serta semakin memburuk ketika batuk, berbaring, atau ketika menarik napas dalam-dalam.

Selain nyeri dada, perikarditis juga bisa menimbulkan gejala penyerta seperti pembengkakan pada tubuh, batuk, tubuh lemah, demam ringan, sesak napas saat berbaring, dan jantung berdebar-debar (palpitasi jantung).

Menurut situs Mayo Clinic, perikarditis yang ringan dapat hilang tanpa pengobatan. Namun untuk kasus yang lebih parah, diperlukan obat-obatan. Pada kasus jarang, penderitanya perlu menjalani operasi untuk mengobati penyakit jantung ini.

Tanpa pengobatan, perikarditis bisa menimbulkan komplikasi yang mengancam jiwa seperti di bawah ini.

1. Efusi perikardial

Perikardium yang meradang bisa menyebabkan penumpukan cairan ekstra di ruang sekitar jantung. Jika terlalu banyak cairan yang menumpuk, tekanan pada jantung akan semakin bertambah besar dan menyulitkan jantung untuk memompa darah secara normal. Kondisi ini Anda kenal dengan sebutan efusi perikardial.

Jaringan fibrosa yang mengelilingi jantung memiliki sedikit cairan, yang berfungsi untuk mengurangi gesekan antarlapisan setiap jantung berdetak. Namun, cairan ini bisa saja berlebihan dan pada akhirnya menyebabkan masalah.

Efusi perikardial bisa berkembang dengan cepat sehingga digolongkan menjadi kondisi yang akut, tapi bisa juga terjadi secara perlahan sehingga disebut dengan subakut. Jika efusi perikardial terjadi lebih dari sekali dari waktu ke waktu,maka masuk dalam kategori kronis.

Seseorang yang mengalami komplikasi perikarditis ini mungkin saja hanya mengalami gejala ringan, seperti demam. Akan tetapi, jika sudah parah pengidapnya bisa saja mengalami pingsan, denyut jantungnya menjadi tidak teratur (aritmia), dan napas cepat.

Pada kondisi yang snagat parah, penyakit jantung ini bisa menyebabkan tekanan darah yang sangat rendah (hipotensi) sehingga butuh pertolongan secepatnya. Kondisi ini dikenal dengan istilah gejala syok.

Guna mengatasi komplikasi ini, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk mengurangi peradangan dan rasa nyeri. Prosedur perikardiosentesis (jarum dan tabung tipis fleksibel atau kateter untuk mengeluarkan cairan) mungkin dilakukan.

2. Perikarditis konstriktif kronis

Komplikasi perikarditis ini menandakan perikardium yang mengalami penebalan dan kerusakan. Ketika seseorang mengalami perikarditis kontriktif kronis, peradangan menyebabkan perikardium menjadi kaku.

Kondisi ini membuat jantung sulit meregang dengan benar ketika berdetak. Akibatnya, bilik jantung tidak terisi dengan cukup darah.

Darah bisa saja kembali ke belakang jantung, menyebabkan pembengkakan jantung (kardiomegali) atau gagal jantung. Seseorang yang mengalami perikarditis konstriktif kronis biasanya mengalami susah bernapas, perut dan pergelangan kaki bengkak, serta tubuh kelelahan.

Dokter akan meresepkan obat-obatan, berupa antibiotik, obat antiperadangan, atau obat untuk mengobati infeksi lainnya dan disertai dengan obat pereda nyeri. Di samping itu, pengidapnya perlu membatasi aktivitas dan mengikuti diet rendah garam (diet DASH).

Jika perawatan tersebut tidak berhasil, operasi perlu dilakukan untuk memotong atau mengangkat jaringan parut pada perikardium.

3. Tamponade jantung

Komplikasi perikarditis ini terjadi ketika cairan ekstra menumpuk di ruang sekitar jantung membuat jantung sulit mengembang. Akibatnya, lebih sedikit darah kaya oksigen yang masuk ke jantung. Kondisi ini biasamnya terjadi ketika efusi perikardial tidak tertangani dengan baik.

Seseorang yang mengalami tamponade jantung memiliki gejala yang tidak jauh berbeda dengan komplikasi lainnya, seperti demam, sesak napas, nyeri dada sebelah kiri, dan pingsan. Kabar baiknya, kondisi ini bisa diobati dengan pengangkatan ekstra cairan dari jantung dan minum obat-obatan yang dokter resepkan untuk meredakan gejalanya.

Agar tidak menimbulkan komplikasi, segera periksa ke dokter jika Anda mengalami gejala terkait perikarditis. Kemudian, ikuti pengobatannya jika tuntas agar masalah pada jantung ini dapat teratasi sepenuhnya.

[article-spotlight]

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Rehman I, Nassereddin A, Rehman A. Anatomy, Thorax, Pericardium. [Updated 2021 Jul 27]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482256/

Hyperarts, R. (n.d.). Retrieved September 30, 2021, from https://surgery.ucsf.edu/conditions–procedures.aspx

Pericarditis. (2020, October 21). Retrieved September 30, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pericarditis/symptoms-causes/syc-20352510

Articles. (n.d.). Retrieved September 30, 2021, from https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/p/pericardial-effusion.html

Pericarditis – constrictive: Medlineplus medical encyclopedia. (n.d.). Retrieved September 30, 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/001103.htm

Articles. (n.d.). Retrieved September 30, 2021, from https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/c/cardiac-tamponade.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 7 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri