Penyakit Jantung Koroner (PJK)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu penyakit jantung koroner (PJK)?

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah masalah jantung yang terjadi akibat penyempitan pembuluh arteri koroner. Pembuluh arteri koroner menyempit disebabkan oleh penumpukan plak kolesterol di dinding dalamnya untuk jangka waktu panjang. Penyempitan dinding arteri ini disebut aterosklerosis.

Seiring berjalannya waktu, PJK dapat menyebabkan otot jantung melemah sehingga menimbulkan komplikasi seperti gagal jantung dan aritmia (gangguan irama jantung)

Seberapa umumkah penyakit jantung koroner (PJK)?

Semua orang dapat mengalami penyakit ini. PJK adalah jenis penyakit jantung kronis yang menyebabkan tingginya angka kematian di dunia.

Namun, orang berkulit hitam dan penduduk Asia Tenggara seperti Indonesia memiliki kemungkinan paling tinggi. Sekiranya ada 5-9% orang dewasa di atas 20 tahun yang menderita penyakit jantung koroner.

Anda dapat mengurangi kemungkinan terkena gangguan ini dengan mengurangi faktor risiko. Konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & Gejala

Apa saja tanda dan gejala penyakit jantung koroner (PJK)?

Gejala PJK biasanya tidak selalu langsung muncul di awal mula terjadinya penyakit. Namun seiring waktu, berikut gejala penyakit jantung koroner yang harus diwaspadai:

1. Nyeri dada (angina)

Angina adalah nyeri dada yang teramat sangat intens akibat otot jantung tidak mendapatkan cukup pasokan darah kaya oksigen. Rasa sakitnya mirip dicubit atau dada tertindih benda berat.

Sensasi dicubit tersebut dapat menyebar ke pundak, lengan, leher, rahang, dan punggung kiri. Bisa juga seperti menembus dari depan dada ke punggung. Rasa nyeri dapat muncul dan menjadi lebih parah saat pasien sedang beraktivitas berat, misalnya berolahraga.

Perlu Anda ketahui juga bahwa gejala angina pada pria dan wanita berbeda. Wanita cenderung melaporkan serangan jantung yang diawali kemunculan rasa nyeri spesifik di bawah dada dan perut bagian bawah.

Namun perlu diingat juga, tidak semua nyeri dada adalah gejala penyakit jantung koroner. Nyeri dada akibat angina umumnya biasa disertai oleh gejala lainnya, seperti keringat dingin.

2. Keringat dingin dan mual

Ketika pembuluh darah menyempit, otot-otot jantung akan kekurangan oksigen sehingga menyebabkan suatu kondisi yang disebut iskemia. Kondisi ini akan memicu suatu sensasi yang sering dideskripsikan sebagai keringat dingin. Di sisi lain, iskemia juga dapat memicu reaksi mual dan muntah.

3. Sesak napas

Jantung yang tidak berfungsi normal kesulitan memompa darah segar ke paru sehingga Anda akan kesulitan bernapas.  Selain itu, cairan yang berkumpul di paru-paru juga menyebabkan sesak napas bertambah parah.

Sesak napas yang jadi gejala PJK biasanya terjadi bersamaan dengan nyeri dada.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Apabila Anda merasakan nyeri pada bagian dada yang terasa sangat intens, atau Anda curiga Anda terkena serangan jantung, segera pergi ke unit gawat darurat terdekat. Kadang pengidap PJK keliru mengira angina sebagai “masuk angin” yang seringkali membuat mereka terlambat mendapatkan pertolongan.

Konsultasikan dengan dokter apabila Anda memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol (lemak darah) tinggi, diabetes, kegemukan, atau apabila Anda merokok. Faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung koroner.

Diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu mencegah komplikasi dan mengurangi keparahan penyakit.

Penyebab

Apa penyebab penyakit jantung koroner (PJK)?

Penyebab penyakit jantung koroner ada banyak. Meski begitu, penelitian telah menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi, kolesterol dan trigliserida tinggi, diabetes, kegemukan, kebiasaan merokok, dan peradangan pada pembuluh darah merupakan faktor utama yang melukai dinding arteri sehingga menyebabkan PJK.

Saat arteri rusak, plak akan lebih mudah menempel pada arteri dan lambat laun menebal. Penyempitan pembuluh kemudian akan menghambat aliran darah kaya oksigen ke jantung. Jika plak ini pecah, trombosit akan menempel pada luka di arteri dan membentuk gumpalan darah yang memblokir arteri.  Hal ini dapat menyebabkan angina semakin parah.

Ketika bekuan darah cukup besar maka arteri akan tertekan, yang menyebabkan infark miokard atau kematian otot jantung.

Faktor-faktor Risiko

Apa yang meningkatkan risiko penyakit jantung koroner (PJK)?

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi penyakit jantung koroner adalah:

  • Usia lanjut. Semakin tua, arteri akan semakin menyempit dan rapuh.
  • Pria lebih memiliki risiko terkena penyakit jantung koroner daripada wanita.
  • Apabila ada anggota keluarga Anda menderita gangguan jantung, maka risiko PJK meningkat.
  • Merokok. Nikotin dapat menyebabkan penyempitan arteri sementara carbon monoksida menyebabkan kerusakan pembuluh.
  • Memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan/atau kadar lemak darah yang tinggi.
  • Memiliki trauma mental atau stres psikologis berat jangka waktu panjang.

Sementara aterosklerosis itu sendiri disebabkan oleh kebiasaan gaya hidup dan kondisi seperti:

  • Jarang atau bahkan tidak aktif bergerak.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Makan makanan kurang sehat.
  • Merokok.
  • Kolesterol tinggi.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Diabetes.

Tidak memiliki risiko tidak berarti Anda bebas dari kemungkinan terkena PJK. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes diagnosis penyakit jantung koroner (PJK) di rumah sakit?

1. Elektrokardiogram (EKG)

Elektrokardiogram berfungsi untuk merekam sinyal-sinyal listrik yang bergerak melalui jantung di dalam tubuh. EKG seringkali dapat mendiagnosis bukti serangan jantung sebelum kejadian atau yang sedang berlangsung.

2. Ekokardiogram

Ekokardiogram adalah tes untuk mendiagnosis kondisi penyakit jantung koroner. Alat ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar jantung Anda. Selama ekokardiogram, dokter Anda dapat menentukan apakah semua bagian jantung bekerja normal ketika memompa darah.

Dengan ekokardiogram, dokter dapat mengetahui beberapa bagian yang lemah dan mungkin rusak saat serangan jantung terjadi. Dokter juga bisa mendiagnosis beberapa kondisi penyakit jantung lainnya dengan alat ini.

3. Tes stres EKG

Jika tanda dan gejala serangan jantung paling sering muncul saat berolahraga, dokter mungkin akan menyarankan Anda melakukan tes stres jantung.

Tes ini dilakukan dengan Anda berjalan di atas treadmill atau sambil mengendarai sepeda statis sembari kerja jantung dipantau dokter. Dalam beberapa kasus, dokter akan menggunakan obat-obatan untuk merangsang jantung Anda bekerja seperti saat sedang berolahraga.

Tes stres nuklir adalah tes lain yang dapat membantu mengukur seberapa banyak dan seberapa cepat aliran darah ke otot jantung Anda. ini dilakukan untuk mengetahui kondisi jantung saat Anda beristirahat atau sedang tidak melakukan apapun dan selama Anda stres.

4. Kateterisasi jantung dan angiogram

Untuk mengamati seberapa lancar aliran darah ke jantung Anda, dokter mungkin menyuntikkan zat pewarna khusus ke dalam pembuluh darah di jantung Anda. Tes ini dikenal sebagai angiogram.

Pewarna disuntikkan ke dalam arteri jantung melalui tabung (kateter) panjang, tipis, fleksibel melalui arteri.  Pada proses kateterisasi jantung, pewarna yang masuk tadi akan menguraikan bintik-bintik sempit yang akan menampilkan adanya sumbatan pada tampilan gambar di layar.

Jika ditemukan adanya penyumbatan yang butuh perawatan, balon akan didorong melalui kateter dan dipompa untuk meningkatkan aliran darah di arteri koroner Anda.

5. CT scan jantung

Computerized Tomography (CT) Scan dapat membantu dokter Anda melihat deposit kalsium di arteri Anda. Kelebihan kalsium dapat mempersempit arteri sehingga ini dapat menjadi pertanda kemungkinan penyakit arteri koroner.

Selain itu, dokter akan melakukan X-ray dan ultrasound untuk menyimpulkan kondisi Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk penyakit jantung koroner (PJK)?

Beberapa obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit jantung koroner adalah:

  • Obat-obatan penurun kolesterol, termasuk statin, niasin, dan fibrat. Obat-obatan ini membantu mengurangi kadar kolesterol darah sehingga mengurangi jumlah lemak yang menempel pada pembuluh.
  • Aspirin: Aspirin atau pengencer darah lainnya membantu untuk melarutkan darah yang tersumbat, dan mencegah risiko stroke atau infark miokard. Namun dalam beberapa kasus, aspirin mungkin bukan pilihan yang baik. Beri tahu dokter jika Anda menderita gangguan pembekuan darah.
  • Beta blockers: Beta blockers menurunkan tekanan darah dan mencegah risiko infark miokard.
  • Nitrogliserin dan inhibitor enzim yang mengubah angiotensin: Obat ini dapat membantu mencegah risiko infark miokard.

Operasi:

  • Pemasangan stent untuk memperlebar arteri koroner yang menyempit.
  • Bedah koroner seperti operasi bypass jantung adalah pengobatan yang paling umum untuk PJK. Dokter juga dapat melakukan angioplasty jika diperlukan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit jantung koroner (PJK)?

Untuk mengendalikan perkembangan PJK, Anda perlu mempertahankan kegiatan rutin seperti:

  • Mengatur pola makanan sehat seimbang: banyak mengonsumsi buah dan sayuran, mengonsumsi produk susu rendah lemak dan mengurangi makanan berlemak lainnya
  • Konsumsi obat sesuai perintah dokter.
  • Kurangi asupan garam.
  • Berolahraga secara teratur, seperti jalan singkat selama 30 menit per hari. Konsultasikan dengan ahli kebugaran tubuh atau dokter untuk menentukan olahraga apa yang tepat bagi jantung Anda.
  • Selalu mempertahankan berat badan yang sehat

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca