home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Yang Perlu Anda Ketahui Seputar Perikarditis Konstriktif

Yang Perlu Anda Ketahui Seputar Perikarditis Konstriktif

Perikarditis adalah peradangan yang menimpa selaput membran atau perikardium pada jantung. Kondisi ini terbagi dalam beberapa jenis, salah satunya adalah perikarditis konstriktif. Artikel kali ini akan berfokus membahas mengenai perikarditis tipe ini.

Apa itu perikarditis konstriktif?

Perikarditis konstriktif adalah peradangan kronis yang terjadi dalam waktu lama pada perikardium. Perikardium merupakan selaput membran yang menyelimuti jantung.

Peradangan pada perikardium dapat menimbulkan adanya luka, penebalan, serta penegangan atau kontraksi otot. Seiring berjalannya waktu, perikardium dapat menjadi kaku dan tidak elastis.

Kondisi ini dapat memicu gangguan medis yang serius. Apabila tidak segera ditangani dengan tepat, perikarditis konstriktif dapat memicu gejala gagal jantung dan berisiko mengancam nyawa.

Untungnya, saat ini telah tersedia berbagai metode pengobatan yang dapat membantu mengatasi penyakit ini.

Tanda dan gejala perikarditis konstriktif

Di bawah ini adalah beberapa tanda dan gejala perikarditis tipe konstriktif.

  • Sesak napas yang muncul perlahan dan bertambah parah
  • Kelelahan
  • Perut membengkak
  • Pembengkakan kronis dan parah di kaki dan pergelangan kaki
  • Tubuh melemah
  • Demam
  • Nyeri dada

Apabila perikarditis akut biasanya berlangsung kurang dari 3 minggu, tipe konstriktif umumnya berkembang secara bertahap dan berlangsung lebih dari 3 bulan.

Jika penyakit ini dibiarkan, peradangan perikardium dapat menyebabkan jantung menjadi tebal dan kaku. Akibatnya, jantung tidak dapat melebar dengan baik saat berdetak.

Hal tersebut bisa menyebabkan bilik-bilik pada jantung tidak terisi darah yang cukup. Jantung pun berisiko membengkak dan mengakibatkan munculnya gejala gagal jantung.

Segera periksakan diri ke dokter apabila Anda merasakan gejala nyeri dada. Kebanyakan gejala perikarditis memang mirip dengan kondisi jantung dan paru-paru lainnya.

Agar Anda mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat, Anda harus memeriksakan diri ke dokter.

Apa penyebab perikarditis konstriktif?

Perikardium yang mengalami peradangan kronis dapat kehilangan elastisitasnya dan menjadi kaku. Akibatnya, jantung tidak dapat membesar dengan normal ketika berdetak.

Padahal, pembesaran jantung diperlukan agar bilik-bilik di dalamnya mendapatkan suplai darah yang cukup. Bila jantung kekurangan suplai darah, hal ini berpotensi menyebabkan gagal jantung.

Penyebab perikarditis konstriktif tidak mudah untuk diketahui. Namun, ada beberapa kondisi medis yang mungkin bisa menjadi pemicunya, yakni:

  • operasi jantung,
  • terapi radiasi di dada,
  • tuberkulosis (TB),
  • infeksi virus,
  • infeksi bakteri, dan
  • mesothelioma (jenis kanker langka akibat paparan asbes).

Dalam beberapa kasus, dokter bahkan tidak dapat menentukan apa penyebab pasti peradangan perikardium. Namun, meski penyebabnya tidak diketahui dengan jelas, pilihan pengobatan yang ada saat ini tetap bisa menangani penyakit ini.

Faktor risiko perikarditis konstriktif

Di bawah ini adalah beberapa faktor yang meningkatkan risiko Anda untuk terkena penyakit ini.

  • Perikarditis: Bila Anda memiliki perikarditis sebelumnya dan tidak diobati dengan baik, risiko untuk mengalami perikarditis konstriktif lebih tinggi. Menurut artikel dari StatPearls, sebanyak 9% pasien perikarditis akut mengembangkan kondisi ini.
  • Penyakit autoimun: Beberapa jenis penyakit autoimun seperti lupus dan rheumatoid arthritis dapat meningkatkan risiko untuk mengembangkan kondisi ini.
  • Cedera atau trauma di jantung: Pernah mengalami serangan jantung atau menjalani operasi jantung juga memperbesar peluang Anda untuk terkena kondisi ini.

Bagaimana cara mendiagnosis perikarditis konstriktif?

Penyakit jantung yang satu ini tergolong sulit untuk didiagnosis. Umumnya, perikarditis konstriktif tidak mudah untuk dibedakan dengan penyakit jantung lain, seperti kardiomiopati restriktif dan tamponade jantung.

Pasalnya, kedua penyakit tersebut memiliki ciri khas yang serupa dengan perikarditis, yaitu ketidakmampuan jantung dalam menyuplai darah ke dalam bilik-biliknya.

Oleh karena itu, diagnosis yang tepat diperlukan agar dokter dapat menepiskan kemungkinan-kemungkinan penyakit lain.

Dokter biasanya akan menanyakan gejala-gejala yang Anda alami serta melakukan pemeriksaan fisik. Berikut adalah beberapa tanda perikarditis konstriktif yang dapat diperiksa:

  • pembuluh vena di leher terlihat menonjol di permukaan kulit,
  • suara detak jantung terdengar jauh atau lemah,
  • pembengkakan hati, dan
  • penumpukan cairan di bagian perut.

Dokter juga akan meminta Anda untuk menjalani salah satu atau serangkaian tes berikut ini:

  • Tes pengambilan gambar: Dengan bantuan MRI, CT scan, atau rontgen, dokter dapat melihat secara jelas kondisi jantung dan perikardium Anda.
  • Kateter jantung: Pada kateter jantung, dokter akan memasukkan selang kecil menuju jantung Anda. Melalui selang tersebut, dokter akan mengambil sedikit darah, sampel, atau jaringan untuk diperiksa.
  • Elektrokardiogram: Elektrokardiogram membantu dokter mengukur aktivitas listrik pada jantung. Aktivitas listrik yang tidak normal bisa menandakan adanya perikarditis konstriktif.
  • Ekokardiogram: Tes ekokardiogram akan menghasilkan gambar jantung dengan menggunakan gelombang suara.

Bagaimana cara mengobati perikarditis konstriktif?

Informasi berikut bukan pengganti petunjuk medis. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda.

Pengobatan akan bergantung pada tingkat keparahan kondisi Anda. Biasanya, metode pengobatan terdiri dari 2 jenis, yaitu obat-obatan medis dan operasi.

Obat-obatan

Berikut adalah beberapa jenis obat yang diresepkan untuk mengatasi perikarditis konstriktif:

  • Obat pereda nyeri: Rasa sakit akibat perikarditis dapat ditangani dengan obat pereda nyeri seperti ibuprofen.
  • Kolkisin: Kolkisin adalah obat yang diresepkan untuk mengurangi peradangan pada perikardium. Apabila Anda memiliki penyakit hati atau ginjal, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terkait penggunaan obat ini.
  • Kortikosteroid: Pemberian obat kortikosteroid juga diperlukan untuk melawan peradangan dalam tubuh. Dokter biasanya akan meresepkan kortikosteroid berjenis prednisone.

Operasi

Operasi biasanya dilakukan apabila perikarditis konstriktif yang Anda derita sudah tergolong parah. Berikut adalah beberapa jenis operasi yang disarankan:

  • Perikardiosentesis: Prosedur ini dilakukan apabila cairan menumpuk di perikardium dan menekan jantung. Tujuannya adalah untuk membuang cairan tersebut.
  • Perikardiektomi: Apabila peradangan perikardium sudah cukup parah, dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani operasi pengangkatan perikardium atau perikardiektomi.

Apa saja perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan untuk mengatasi penyakit ini?

Gaya hidup dan pengobatan berikut dapat membantu Anda mengatasi penyakit perikarditis konstriktif:

  • Check up secara rutin untuk mengikuti perkembangan penyakit dan kondisi kesehatan Anda.
  • Ikuti instruksi serta saran dari dokter.
  • Istirahat dengan cukup, hindari aktivitas. dan pekerjaan berat yang dapat menyebabkan gejala semakin parah.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan dengan dokter agar dapat memahami solusi terbaik untuk Anda.

health-tool-icon

Kalkulator Detak Jantung

Cari tahu berapa detak jantung istirahat (RHR) maksimum untuk usia Anda dan bagaimana intensitas olahraga dan faktor lain memengaruhi detak jantung.

Laki-laki

Wanita

Anda mengecek untuk ....

Detak jantung istirahat Anda .... (bpm/denyut per menit)

60

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pericarditis – constrictive – MedlinePlus. (2020). Retrieved November 23, 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/001103.htm 

Matshela, MR. (2017). Constrictive pericarditis: prevention and treatment – European Society of Cardiology. Retrieved November 23, 2021, from https://www.escardio.org/Journals/E-Journal-of-Cardiology-Practice/Volume-15/Constrictive-pericarditis-prevention-and-treatment 

Pericarditis – Mayo Clinic. (2020). Retrieved November 23, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pericarditis/symptoms-causes/syc-20352510 

Pericarditis – Cleveland Clinic. (2019). Retrieved November 23, 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17353-pericarditis 

Yadav, NK., Siddique, MS. (2021). Constrictive Pericarditis. StatPearls.

Welch, T. (2017). Constrictive pericarditis: diagnosis, management and clinical outcomes. Heart, 104(9), 725-731. https://doi.org/10.1136/heartjnl-2017-311683

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 03/12/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.