Waspada, Detak Jantung Tidak Teratur Dapat Tingkatkan Risiko Demensia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 01/07/2019 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Detak jantung yang tidak teratur menandakan terjadinya aritmia. Salah satu jenisnya adalah atrial fibrilasi (AFib). Kondisi ini membuat jantung Anda berdetak tidak teratur, sering kali lebih cepat. Jika tidak diatasi lebih dini, stroke, gagal jantung, dan komplikasi pada jantung lainnya bisa terjadi.

Tidak hanya itu saja, studi menemukan bahwa pasien AFib memiliki risiko demensia lebih tinggi. Bagaimana masalah pada jantung ini meningkatkan risiko demensia? Simak ulasannya berikut ini.

Studi mengenai detak jantung tidak teratur dengan demensia

AFib terjadi ketika dua bilik atas jantung (atria) berdetak abnormal sehingga tidak terkoordinasi dengan dua bilik di bawah jantung (ventrikel). Ini menyebabkan jantung berdebar-debar, sesak napas, lemah, pusing, dan nyeri dada.

Pada kondisi kritis dan tanpa perawatan, detak jantung tidak teratur ini dapat menyebabkan pembekuan dan menyumbat aliran darah (iskemia).

Baru-baru ini studi menunjukkan bahwa AFib juga bisa meningkatkan risiko demensia.

Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada sesi ilmiah American Heart Association, melaporkan bahwa pasien dengan AFib menunjukkan tanda-tanda cedera otak.

Sebanyak 246 pasien, diketahui 198 orang memiliki AFib sementara 48 tidak. Peneliti mengamati sampel plasma dari partisipan untuk mengetahui adanya cedera otak.

Dari empat biomarker, tiga di antaranya berisiko tinggi dengan depresi, neurodegenerasi, seperti demensia dan penurunan kognitif pada pasien atrial fibrilasi.

Biomarker adalah indikator fisik, fungsional, atau biokimia dari sebuah penyakit yang penting untuk mengidentifikasi demensia. Teknik ini bisa mengetahui potensi cedera dan kondisi otak yang tidak terdeteksi oleh tes pemindaian otak maupun pengujian kognitif.

Hubungan detak jantung tidak teratur dengan demensia

Berdasarkan penelitian tersebut, peneliti percaya bahwa atrial fibrilasi dapat berpengaruh pada fungsi otak. Pasalnya, seluruh sel dalam tubuh akan dialiri darah yang membawa oksigen dan nutrisi.

Jika detak jantung tidak teratur, maka aliran darah ke otak juga akan mengalami gangguan.

Terganggunya aliran darah ke otak bisa memengaruhi kerja membran sel otak. Membran yang seharusnya memisahkan darah dan cairan serebrospinal tidak bekerja secara maksimal sehingga molekul neuro-spesifik dapat masuk ke aliran darah.

Akibatnya, fungsi otak akan terganggu, kian lama akan semakin memburuk, hingga menyebabkan demensia. Sebaliknya, pasien atrial fibrilasi yang diobati dengan obat antikoagulan (obat pengencer darah) untuk mencegah terjadinya stroke, memiliki risiko lebih rendah ketimbang pasien yang tidak minum obat ini.

Faktor lain yang menyebabkan risiko demensia meningkat

Demensia bukan hanya disebabkan oleh faktor tunggal. Selain detak jantung tidak teratur, ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko penyakit demensia, di antaranya:

  • Usia. Bertambahnya usia menyebabkan sel-sel otak akan ikut menua. Akibatnya, fungsi otak jadi semakin menurun. Itulah sebabnya, risiko demensia akan semakin meningkat seiring dengan menuanya usia seseorang.
  • Genetik. Sejumlah gen yang bermutasi secara tidak benar diketahui dapat meningkatkan risiko demensia jadi lebih besar.
  • Kebiasaan merokok dan minum alkohol. Rokok dan alkohol dapat menurunkan fungsi otak dengan menyebabkan peradangan di dalam tubuh.
  • Memiliki masalah kesehatan tertentu. Selain atrial fibrilasi, penyakit diabetes, aterosklerosis, dan kadar kolesterol tinggi juga bisa menyebabkan peradangan sekaligus terganggunya sirkulasi darah di otak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Memahami Denyut Jantung Bayi Baru Lahir, Mana yang Normal dan Tidak

Denyut jantung bayi yang baru lahir bisa berdetak lebih lambat atau lebih cepat daripada normalnya (aritmia). Untuk lebih jelasnya, mari simak informasinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 06/08/2019 . 7 menit baca

5 Hal yang Mengganggu Kerja Alat Pacu Jantung Tanam

Salah satu cara mengatasi masalah irama jantung adalah dengan alat pacu jantung tanam. Namun, ada beberapa perangkat yang dapat mengganggu fungsinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 14/07/2019 . 3 menit baca

Berawal dari Jantung Berdebar, Bisa Berujung Lumpuh

Merasa jantung berdebar? Jangan sepelekan, apalagi jika berulang kali terjadi. Pasalnya, kondisi yang disebut atrial fibrilasi ini bisa sebabkan stroke.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Penyakit Jantung, Health Centers 02/04/2019 . 3 menit baca

5 Solusi Saat Orang dengan Demensia Menolak Minum Obat

Ada kalanya orang yang mengidap demensia menolak minum obat. Jangan panik dulu, ini cara yang bisa Anda lakukan untuk membujuknya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Perawatan Lansia 20/01/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

apakah aritmia jantung bisa sembuh

Apakah Seseorang yang Mengalami Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24/06/2020 . 5 menit baca
Berpikir negatif demensia

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 4 menit baca
perbedaan demensia dengan delirium dan depresi

Kenali Perbedaan Demensia dengan Delirium dan Depresi

Ditulis oleh: dr. Alfonsa Angwarmase
Dipublikasikan tanggal: 09/03/2020 . 6 menit baca
demensia berpikir negataif main game mendeteksi demensia

Faktanya, Main Game di Ponsel Bisa Bantu Mendeteksi Demensia Lho!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/11/2019 . 3 menit baca