Definisi

Apa itu enteritis?

Enteritis adalah istilah umum yang digunakan untuk berbagai kondisi peradangan usus, baik akibat bakteri atau virus. Kondisi peradangan, seperti penyakit Crohn’s atau ulcerative colitis, termasuk enteritis.

Enteritis adalah bagian dari gastroenteritis (peradangan pada lambung dan usus kecil).

Seberapa umumkah enteritis?

Enteritis umum ditemui. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Enteritis dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala enteritis?

Tanda-tanda dan gejala umum dari enteritis adalah:

  • Demam
  • Mual
  • Muntah
  • Kram atau nyeri perut
  • Kehilangan nafsu makan
  • Rasa sakit
  • Perdarahan
  • Cairan seperti lendir dari rektum
  • Diare akut dan parah.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Gejala berlangsung lebih dari 3 atau 4 hari
  • Anda memiliki demam di atas 38˚C
  • Terdapat darah pada feses
  • Anda memiliki gejala dehidrasi, seperti mulut kering, mata cekung, kekurangan air mata, jumlah urin sedikit, urin yang berwarna keruh, kelelahan parah, bagian yang empuk pada atas kepala bayi, pusing terutama saat berdiri

Penyebab

Apa penyebab enteritis?

Ada banyak faktor risiko untuk enteritis. Jika Anda memiliki enteritis yang menular, penyebab utamanya mungkin adalah keracunan makanan. Apabila Anda makan dan mencerna makanan atau air yang terkontaminasi bakteri, bakteri tersebut dapat masuk ke dalam tubuh Anda dan menyebabkan enteritis. Banyak hal yang dapat menyebabkan makanan terkontaminasi, seperti penanganan makanan yang buruk, atau kurangnya sanitasi saat mengolah unggas atau daging. Makanan yang paling sering terkait dengan keracunan makanan adalah daging unggas dan daging mentah, susu yang tidak terpasteurisasi, serta produk segar.

Enteritis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Bakteri yang berperan dalam menyebabkan enteritis adalah:

  • Salmonella: Bakteri umum yang dapat menyebabkan diare, demam dan kram perut 12 sampai 72 jam setelah infeksi.
  • Escherichia coli: juga dikenal sebagai E.coli, virus yang dapat menyebabkan gejala ringan seperti sakit perut dan demam hingga gejala yang lebih perah, seperti feses disertai darah dan gagal ginjal.
  • Staphylococcus aureus (S. aureus): bakteri yang dapat menyebabkan 7 jenis racun yang mengakibatkan keracunan makanan.
  • Campylobacter jejuni (C. jejuni): bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan.
  • Shigella: bakteri yang menyebabkan shigellosis (infeksi Shigella), yang mempengaruhi usus kecil.
  • Yersinia enterocolitica (Y. enterocolitica): bakteri yang menyebabkan diare akut, dan dapat menyebabkan sepsis fatal.

Penyebab lain dari enteritis yang menular adalah kontak dengan orang atau hewan yang terinfeksi, namun hal ini lebih jarang terjadi.

Menjalani terapi radiasi dapat mengakibatkan enteritis radiasi. Tidak hanya sel kanker, namun sel-sel yang sehat juga terbunuh saat terapi radiasi, termasuk sel-sel pada mulut, lambung dan usus. Akibatnya, enteritis radiasi terjadi apabila sel-sel usus yang normal dan sehat rusak akibat radiasi dan meradang.

Selain itu, enteritis juga dapat disebabkan oleh beberapa pengobatan, seperti ibuprofen dan naproxen sodium, obat-obatan terlarang seperti kokain, serta penyakit autoimun seperti penyakit Chron.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk enteritis?

Ada beberapa faktor-faktor risiko untuk enteritis, yaitu:

  • Baru terjadi penyakit di keluarga dengan gejala terkait dengan pencernaan
  • Baru saja bepergian ke daerah yang sanitasinya kurang
  • Terkena air yang terkontaminasi
  • Baru saja terjadi flu perut pada anggota keluarga.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk enteritis?

Apabila enteritis Anda ringan, penanganan medis tidak diperlukan karena kondisi tersebut akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari. Jika Anda memiliki gejala diare, yang perlu Anda lakukan adalah menggantikan cairan yang hilang. Jika Anda tidak mendapat cukup cairan, dokter dapat merekomendasi rehidrasi dengan cairan elektrolit, yang merupakan kombinasi dari air dan elektrolit penting seperti sodium (garam) dan potassium. Apabila Anda memiliki diare yang parah, Anda perlu diberi cairan infus, obat-obatan, atau rawat inap. Anak-anak yang diare dan muntah memerlukan perawatan medis dan infus.

Perubahan pada terapi radiasi dapat dilakukan apabila Anda didiagnosis dengan enteritis radiasi. Anda juga mungkin perlu untuk menghentikan radiasi, atau menjalani operasi pengangkatan bagian usus yang rusak.

Walau pengobatan antidiare kadang diberikan, namun pengobatan dapat memberi efek samping dengan memperlambat kuman keluar dari saluran pencernaan. Apabila diare muncul setelah menggunakan diuretik, Anda harus berhenti menggunakan diuretik dan konsultasikan dengan dokter.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk enteritis?

Dokter dapat meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan fisik, tes darah, atau kultur feses untuk mendiagnosis enteritis dan melihat penyebab kondisi Anda.

Apabila dokter ingin mengidentifikasi jenis infeksi apa yang Anda miliki, kultur feses dapat diminta, walaupun tes ini tidak selalu memberikan hasil. Pada kasus tersebut, colonoscopy dan/atau upper endoscopy diperlukan untuk melihat usus kecil, dan mungkin diperlukan sampel jaringan untuk diagnosis. Anda juga dapat diminta untuk menjalani X-ray seperti CT scan dan MRI agar dokter dapat mendiagnosis enteritis Anda dengan lebih baik.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi enteritis?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi enteritis:

  • Sebelum makan, menyiapkan makanan atau minuman, dan setelah menggunakan toilet, selalu cuci tangan Anda dengan bersih
  • Hindari minum dari sumber yang tidak diketahui, seperti aliran sungai dan sumur, tanpa merebus air terlebih dulu
  • Saat Anda makan, terutama menangani telur dan daging unggas, gunakan peralatan makan yang bersih
  • Masak makanan hingga matang atau dengan benar, simpan makanan dengan benar di kulkas
  • Hindari merokok dan konsumsi alkohol berlebih.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan