home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenali Short Bowel Syndrome, Ketika Usus Halus Anda Kependekan

Kenali Short Bowel Syndrome, Ketika Usus Halus Anda Kependekan

Short bowel syndrome (SBS) atau yang dapat diartikan sebagai sindrom usus pendek merupakan suatu penyakit usus halus yang berkaitan dengan gangguan saluran cerna dan gangguan penyerapan nutrisi. SBS terjadi ketika seseorang memiliki usus halus yang lebih pendek daripada umumnya. Usus halus merupakan organ penting dalam sistem pencernaan yang berperan dalam menyerap zat gizi. Maka ketika seseorang mengalami SBS, ia akan mengalami masalah saluran cerna dan kekurangan nutrisi. Penyakit usus halus ini akan sangat berbahaya jika tidak ditangani.

Gejala short bowel syndrome (SBS)

Seperti masalah saluran cerna pada umumnya, orang yang mengalami SBS akan lebih sering mengalami gejala diare atau feses yang terlalu encer secara terus-menerus. Efek dari diare juga berdampak pada dehidrasi karena usus tidak dapat menyerap cairan dan elektrolit dengan baik. Feses yang terlalu encer menandakan banyak air dan elektrolit yang tidak terserap oleh tubuh.

Hal ini juga disertai dengan:

  • Perut terasa bergas (kembung)
  • Mengalami kram perut dan mual
  • Tubuh terasa lemas dan tidak bertenaga
  • Penurunan berat badan
  • Terkadang disertai dengan sensasi perih terbakar pada dada (heartburn)

Karena ketika mengalami gangguan SBS dapat menurunkan asupan nutrisi, maka kondisi ini juga dapat menyebabkan beberapa penyakit akibat malnutrisi seperti:

  • Anemia
  • Batu ginjal
  • Rasa nyeri pada tulang dan osteoporosis
  • Kulit menjadi lebih mudah lecet
  • Perlemakan hati
  • Munculnya batu empedu

SBS juga dapat berdampak pada tubuh yang lebih mudah mengalami kerusakan saluran cerna serta reaksi alergi. Kerusakan saluran cerna yang dialami dapat berupa tukak lambung akibat paparan asam pada dinding usus atau lambung serta jumlah bakteri yang terlalu banyak pada usus halus. Sedangkan untuk gangguan akibat alergi seperti intoleransi laktosa, biasanya ditandai dengan mual dan diare setelah mengonsumsi produk olahan susu.

gejala kanker usus besar

Kenapa saya bisa memiliki penyakit usus halus pendek?

Munculnya SBS sangat erat dengan penyakit usus halus lainnya. Biasanya SBS terjadi pada seseorang yang mengalami:

  • Pemotongan usus halus akibat kanker
  • Gangguan fungsi usus akibat pengobatan kanker
  • Penyakit Crohn yang menyebabkan peradangan dan iritasi pada saluran cerna
  • Kerusakan atau luka yang serius pada usus halus
  • Gangguan pergerakan usus halus
  • Usus halus atau usus besar terlilit
  • Kelainan bawaan pada usus, biasanya ditemukan pada anak-anak
  • Sumbatan meconium yang merupakan feses pertama bayi pada usus halus
  • Putusnya aliran pada bagian usus
  • Gangguan letak usus yang menyebabkannya keluar dari tubuh melalui lubang pusar

Bagaimana SBS dapat dikenali?

Untuk menegakkan diagnosis terhadap penyakit usus halus yang satu ini, dokter akan memeriksa beberapa hal yang berkaitan dengan sistem saluran cerna, seperti:

  • Riwayat penyakit serius pada saluran cerna seperti kanker dan riwayat operasi
  • Pemeriksaan fisik seperti tanda hilangnya masa otot serta tanda kekurangan vitamin dan mineral
  • Pemeriksaan kandungan mineral dan vitamin dalam darah
  • Pemeriksaan kandungan lemak pada feses
  • Pemeriksaan rontgen dan CT scan untuk melihat ukuran dan kondisi usus halus

pasca operasi usus buntu

Bagaimana cara mengobati sindrom usus pendek?

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi gejala SBS dan menangani kondisi malnutrisi akibat SBS, di antaranya:

1. Pemulihan nutrisi

Pemulihan nutrisi merupakan penanganan utama pada kasus SBS. Hal ini bisa dilakukan dengan:

  • Rehidrasi oral dengan mengonsumsi minuman yang kaya akan garam dan mineral untuk meringankan efek dari kekurangan cairan selama mengalami diare.
  • Pemberian makanan cair melalui tabung makanan (feeding tube) yang langsung masuk saluran cerna. Meskipun cara ini efektif, ada risiko komplikasi timbulnya batu empedu.
  • Pemberian nutrisi berupa air, elektrolit, vitamin, dan mineral ke dalam aliran melalui cairan infus.
  • Makan sering tapi sedikit-sedikit, makan rendah protein, serat, dan gula serta menghindari asupan tinggi lemak.

2. Pengobatan

Pemberian serangkaian pemberian obat untuk mengatasi gejala akibat SBS yang bertujuan untuk menekan pertumbuhan bakteri (antibiotik), menekan produksi asam lambung, memperlambat pergerakan makanan, serta meningkatkan daya serap usus.

Operasi

Tujuan utama dari metode penanggulangan ini adalah meningkatkan daya serap usus halus. Sebagian besar dari kasus SBS memerlukan tindakan operasi. Hal ini juga bertujuan untuk mencegah penyumbatan pada usus, memperbaiki ukuran saluran usus, dan memperlambat pergerakan makanan ketika melewati usus halus.

Dokter juga mungkin menganjurkan untuk melalukan transplantasi usus guna menggantikan jaringan usus yang telah rusak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Kemal Al Fajar
Tanggal diperbarui 31/10/2018
x