home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tips Memasak Daging Sampai Matang Sempurna Agar Tak Keracunan

Tips Memasak Daging Sampai Matang Sempurna Agar Tak Keracunan

Beberapa orang memasak steak dengan tingkat kematangan yang bervariasi, mulai dari medium well (setengah matang) hingga well done (matang). Tetapi, memasak daging sendiri di rumah sebenarnya cukup berisiko karena sulit untuk memperkirakan apa daging tersebut sudah aman untuk dikonsumsi atau belum. Simak ulasan di bawah untuk mengetahui tips memasak daging agar terhindar dari risiko keracunan.

Kenapa daging yang kurang matang tidak baik untuk kesehatan?

Daging yang kurang matang mengandung beraneka ragam bakteri di dalamnya, seperti E. coli, salmonella, dan listeria. Apa saja masalah kesehatan yang dapat timbul apabila seseorang terinfeksi bakteri-bakteri tersebut?

E. coli

Apabila Anda tidak memasak daging dengan tepat, Anda berisiko mengalami beberapa gejala infeksi E. coli, seperti diare, muntah, dan kram perut.

Bakteri E. coli biasanya ditemukan di permukaan daging mentah. Jadi, memasak bagian permukaan daging seharusnya sudah cukup untuk membunuh bakteri tersebut.

Namun, beberapa daging yang disimpan di supermarket atau pasar tidak disimpan dengan suhu yang tepat, sehingga hal tersebut menyebabkan bakteri berpotensi masuk ke bagian dalam daging.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui tips memasak daging yang tepat agar terhindar dari risiko keracunan bakteri tersebut.

Salmonella

Selain E. coli, bakteri lain yang hinggap di daging yang mentah adalah salmonella. Gejala-gejala yang muncul setelah Anda memakan daging dengan salmonella adalah kram perut, demam, dan diare.

Gejala-gejala ini berpotensi berkembang menjadi kondisi yang lebih parah, bahkan dapat menyebabkan kematian apabila tubuh Anda tidak memiliki sistem imun yang baik.

Listeria

Meskipun bakteri listeria lebih sering ditemukan di daging-daging siap saji, bakteri tersebut juga dapat muncul di daging yang kurang matang.

Gejala yang mungkin Anda rasakan setelah terinfeksi bakteri ini adalah demam dan nyeri otot. Selain itu, ibu hamil juga berisiko mengalami masalah pada kehamilannya, seperti mengalami keguguran.

Lalu, apa saja tips memasak daging agar mendapatkan kematangan yang sempurna?

Nah, agar tidak mengalami risiko tersebut, Anda harus tahu bagaimana cara mengolah daging dengan tingkat kematangan yang pas. Berikut adalah beberapa tips memasak daging mentah yang dapat Anda ikuti agar Anda terhindar dari risiko-risiko di atas:

1. Simpan daging dengan benar

Ketika Anda membeli daging mentah di pasar atau supermarket, daging tersebut biasanya tidak disimpan di lingkungan yang steril. Oleh karena itu, segera simpan daging di dalam kulkas.

Masukkan daging ke dalam kantong plastik atau wadah yang tertutup rapat. Apabila Anda akan memasak daging tersebut dalam waktu 2-3 hari, simpan di bagian bawah kulkas.

Namun, jika Anda berencanamenyimpan daging dalam waktu lama, letakkan daging di dalam freezer. Ketahanan daging mentah saat disimpan di dalam freezer adalah sekitar 3-4 bulan.

2. Hindari defrost daging dengan suhu ruangan

Tips lain sebelum memasak daging adalah memperhatikan proses defrost. Defrost adalah proses “mencairkan” daging yang baru saja dikeluarkan dari freezer. Dalam melakukan defrost, sebaiknya hindari meletakkan daging begitu saja dengan suhu ruangan.

Dikutip dari situs USDA Food Safety and Inspection Service, ketika daging dibiarkan pada suhu ruangan, tepatnya di antara 4-60 derajat Celsius, daging akan menjadi sarang perkembangbiakan bakteri yang ideal. Dengan kata lain, bakteri akan bertumbuh dengan sangat cepat pada suhu tersebut.

Anda dapat mencoba mencairkan daging dengan cara memasukkan ke dalam kulkas bawah, air dingin, atau menggunakan microwave. Dengan ini, bakteri tidak akan berkembang biak di dalam daging secara cepat.

3. Memasak dengan suhu yang tepat

Tips terpenting saat memasak daging adalah memastikan suhu daging tersebut. Cara yang paling aman adalah dengan menggunakan termometer makanan.

Termometer makanan dapat Anda tusuk ke dalam daging saat daging tengah dimasak. Kebanyakan bakteri sudah mati saat suhu di bagian dalam daging mencapai 62-82 derajat Celsius.

Sebaiknya, jangan mengandalkan perkiraan kasar apakah daging Anda sudah matang dengan sempurna atau belum. Dengan menggunakan termometer makanan, Anda dapat memastikan suhu dalam daging dengan akurat dan Anda akan terhindar dari risiko keracunan makanan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Proper Cooking Temperatures for Safe Food At Home: Use Proper Cooking Temperatures to Ensure Safe Food. https://www.health.state.mn.us/people/foodsafety/cook/cooktemp.html. Accessed October 2, 2019.

What Are the Consequences of Eating Rare Meat? https://healthyeating.sfgate.com/consequences-eating-rare-meat-10828.html. Accessed October 2, 2019.

Can Rare Meat Be Safe? https://www.eatright.org/homefoodsafety/four-steps/cook/can-rare-meat-be-safe. Accessed October 2, 2019.

Cooking meat safely. https://www.safefood.eu/Publications/Consumer-information/Cooking-meat-safely.aspx. Accessed October 2, 2019.

The Big Thaw — Safe Defrosting Methods for Consumers. https://www.fsis.usda.gov/wps/portal/fsis/topics/food-safety-education/get-answers/food-safety-fact-sheets/safe-food-handling/the-big-thaw-safe-defrosting-methods-for-consumers. Accessed October 2, 2019.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Shylma Na'imah
Tanggal diperbarui 10/11/2019
x