home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

12 Makanan yang Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit

12 Makanan yang Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit

Kulit adalah bagian terluar tubuh yang rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan. Untuk menjaga kulit tetap sehat, Anda juga perlu mengonsumsi makanan yang padat gizi.

Apa saja makanan sehat untuk kulit yang perlu Anda konsumsi? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Daftar makanan sehat untuk kulit

Produk perawatan kulit, termasuk pelembap dan tabir surya (sunscreen) akan membantu kulit menjaga kelembapan alaminya.

Keduanya mampu melindungi kulit dari bahaya jangka panjang paparan sinar matahari, seperti kulit keriput, flek hitam, hingga risiko kanker kulit.

Akan tetapi, bantuan perawatan kulit dari dalam tubuh, seperti dari makanan dan minuman, juga memiliki manfaat yang sama pentingnya untuk kesehatan kulit Anda.

Pasalnya, makanan atau minuman mengandung berbagai jenis vitamin dan mineral penting untuk kulit.

Berikut ini adalah berbagai jenis makanan yang bagus untuk kesehatan kulit dan perlu Anda penuhi asupannya dalam menu sehari-hari.

1. Pepaya

makan buah pepaya

Anda bisa mencoba pepaya sebagai buah yang tinggi vitamin C. Berbagai penelitian telah membuktikan sejumlah manfaat vitamin C untuk kesehatan kulit.

Sifat antioksidan dari vitamin C akan melindungi sel kulit dari kerusakan yang disebabkan sinar matahari. Vitamin C sendiri bekerja dengan memperbaiki DNA yang telah rusak oleh sinar UV.

Selain pepaya, ada pula sejumlah makanan sehat untuk kulit yang juga kaya vitamin C, seperti brokoli, kiwi, dan dan jambu biji.

2. Stroberi

Stroberi sebagai salah satu buah yang kaya akan kandungan vitamin C dapat membantu memperlambat munculnya keriput dan masalah kulit kering akibat penuaan.

Vitamin C akan membantu melembapkan kulit. Nutrisi ini juga menetralkan radikal bebas akibat sinar UV dan juga meningkatkan sintesis kolagen dalam tubuh.

Nah, kolagen sendiri merupakan protein berserat dan tak larut yang bermanfaat menjaga elastisitas kulit.

3. Tomat

Tomat kaya akan kandungan likopen, yakni sejenis karotenoid yang dapat membantu melindungi kulit Anda dari radiasi sinar matahari.

Sebuah studi dalam British Journal of Dermatology (2011) menemukan partisipan yang mengonsumsi 2,5 sendok pasta tomat selama 12 minggu berisiko lebih kecil mengalami iritasi kulit.

Alhasil, Anda perlu menjadikan tomat sebagai makanan sehat untuk kulit, misalnya sebagai campuran salad, jus buah, atau dimakan segar secara langsung.

4. Paprika merah

Konsumsi secangkir paprika merah (150 gram) bisa memenuhi 156% kebutuhan vitamin C harian Anda.

Mengonsumsi lebih banyak vitamin C dapat membantu melindungi sel kulit dari kerusakan akibat sinar matahari. Zat nutrisi mikro ini dapat membantu perbaikan DNA yang rusak akibat sinar UV.

Untuk mencegah penuaan dini, vitamin C juga membantu sintesis kolagen untuk menjaga kulit tetap kencang dan sehat seiring bertambahnya usia.

5. Labu kuning

MPASI telur

Labu kuning mengandung senyawa beta karoten yang dapat melindungi kulit Anda dari radiasi sinar UV.

Beta karoten memiliki efek antioksidan yang memberikan pertahanan kulit terhadap radikal bebas dan radiasi sinar UV dari matahari.

Selain itu, tubuh akan mengubah beta karoten menjadi vitamin A yang dapat menjaga kesehatan mata, meningkatkan kepadatan tulang, dan memperkuat sistem imun.

6. Jagung

Jagung merupakan makanan sehat untuk kulit yang menjadi sumber terbaik dari lutein, yakni sejenis karotenoid yang bekerja seperti beta karoten.

Lutein akan membantu melindungi kulit Anda dari kerusakan oksidatif yang dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan berkerut.

Produk olahan jagung, seperti tepung maizena (corn starch) juga bermanfaat untuk kulit. Nah, Anda bisa mengoleskan tepung maizena untuk menenangkan ruam dan iritasi kulit.

7. Bayam

Selain jagung, bayam juga kaya akan lutein untuk melindungi kulit Anda dari kerusakan akibat sinar UV.

Sebuah penelitian menemukan bahwa bayam yang disimpan di bawah cahaya selama setidaknya 3 hari menunjukkan adanya peningkatan nutrisi di dalamnya.

Bayam jadi lebih kaya akan vitamin C, vitamin K, vitamin E, lutein, dan zeaxanthin. Maka dari itu, pilihlah bayam pada tumpukan paling atas yang terkena sinar matahari saat Anda membelinya.

8. Edamame

Edamame kaya akan isoflavon, yakni antioksidan yang berfungsi menangkal radikal bebas dari paparan sinar matahari penyebab penuaan dini.

Kondisi kulit seiring bertambahnya usia ini dapat disebabkan menurunkan kolagen. Hal ini bisa ditandai dengan kulit kendur, berkerut, dan muncul flek hitam.

Nah, makan makanan sehat untuk kulit seperti edamame membantu meningkatkan produksi kolagen untuk mencegah perubahan kulit akibat efek penuaan.

9. Tahu

Tahu yang berbahan dasar kedelai mengandung isoflavon. Senyawa ini dapat meningkatkan produksi kolagen yang bermanfaat dalam melembutkan kulit.

Konsumsi isoflavon dalam tahu pada wanita pascamenopause secara rutin dapat mengurangi garis halus dan meningkatkan elastisitas kulit wajah.

Selain mencegah kerusakan kulit akibat paparan sinar UV, senyawa isoflavon diketahui dapat mengurangi risiko kanker kulit.

10. Ikan salmon

ikan salmon

Ikan salmon kaya akan kandungan asam lemak omega-3 yang penting untuk menjaga kesehatan kulit.

Asam lemak omega-3, yakni DHA dan EPA, yang ditemukan dalam ikan salmon dapat melindungi sel dari kerusakan radikal bebas yang disebabkan oleh sinar UV.

Sebuah studi dalam Journal of Clinical Medicine (2016) bahkan menegaskan omega-3 dapat bermanfaat mengurangi risiko kanker kulit non-melanoma, terutama pada orang yang berisiko tinggi.

11. Ikan tuna

Tidak hanya salmon, ikan tuna yang lebih terjangkau juga tergolong makanan sehat untuk kulit yang kaya kandungan asam lemak omega-3.

Asam lemak omega-3 membantu mengurangi peradangan yang menyebabkan jerawat dan kemerahan.

Ikan berlemak juga merupakan sumber vitamin E yang bermanfaat sebagai antioksidan penting untuk kulit Anda. Vitamin E membantu menjaga kulit Anda agar terlihat awet muda.

12. Kopi

Selain mengatasi rasa kantuk, kopi ternyata juga membantu menjaga kesehatan kulit. Kafein dalam kopi membantu melebarkan pembuluh darah di bawah kulit Anda.

Kopi juga kaya akan vitamin B3 atau niasin yang dapat menurunkan risiko berkembangnya kanker kulit nonmelanoma dan gangguan kulit lainnya.

Anda juga bisa menggunakan serbuk kopi sebagai scrub untuk mengurangi kemerahan, bintik gelap matahari, dan garis-garis halus sebagai tanda penuaan.

Menjaga kesehatan kulit wajah dan tubuh secara menyeluruh tentu tidak hanya Anda lakukan dengan rutin mengonsumsi makanan sehat untuk kulit saja.

Hal ini perlu Anda imbangi pula dengan perawatan kulit, mulai dari mencuci muka, mengoleskan pelembap, dan tabir surya saat beraktivitas luar ruangan.

Tidur cukup dan kendalikan stres juga bisa membantu perawatan yang Anda lakukan. Selain itu, Anda perlu berhenti merokok dan batasi minuman beralkohol.

Apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar kulit, konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan solusi terbaik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Skin care tips dermatologists use. American Academy of Dermatology Association. (2021). Retrieved 6 December 2021, from https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-basics/care/skin-care-tips-dermatologists-use

Skin care: 5 tips for healthy skin. Mayo Clinic. (2019). Retrieved 6 December 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/skin-care/art-20048237

Wang, K., Jiang, H., Li, W., Qiang, M., Dong, T., & Li, H. (2018). Role of Vitamin C in Skin Diseases. Frontiers In Physiology, 9. https://doi.org/10.3389/fphys.2018.00819

Black, H. S., & Rhodes, L. E. (2016). Potential Benefits of Omega-3 Fatty Acids in Non-Melanoma Skin Cancer. Journal of clinical medicine, 5(2), 23. https://doi.org/10.3390/jcm5020023

Fukushima, Y., Takahashi, Y., Hori, Y., Kishimoto, Y., Shiga, K., Tanaka, Y., Masunaga, E., Tani, M., Yokoyama, M., & Kondo, K. (2015). Skin photoprotection and consumption of coffee and polyphenols in healthy middle-aged Japanese females. International journal of dermatology, 54(4), 410–418. https://doi.org/10.1111/ijd.12399

Stahl, W., & Sies, H. (2012). β-Carotene and other carotenoids in protection from sunlight. The American Journal Of Clinical Nutrition, 96(5), 1179S-1184S. https://doi.org/10.3945/ajcn.112.034819

Polito, F., Marini, H., Bitto, A., Irrera, N., Vaccaro, M., Adamo, E. B., Micali, A., Squadrito, F., Minutoli, L., & Altavilla, D. (2012). Genistein aglycone, a soy-derived isoflavone, improves skin changes induced by ovariectomy in rats. British journal of pharmacology, 165(4), 994–1005. https://doi.org/10.1111/j.1476-5381.2011.01619.x

Rizwan, M., Rodriguez-Blanco, I., Harbottle, A., Birch-Machin, M. A., Watson, R. E., & Rhodes, L. E. (2011). Tomato paste rich in lycopene protects against cutaneous photodamage in humans in vivo: a randomized controlled trial. The British journal of dermatology, 164(1), 154–162. https://doi.org/10.1111/j.1365-2133.2010.10057.x

Lester, G., Makus, D., & Hodges, D. (2010). Relationship between Fresh-Packaged Spinach Leaves Exposed to Continuous Light or Dark and Bioactive Contents: Effects of Cultivar, Leaf Size, and Storage Duration. Journal Of Agricultural And Food Chemistry, 58(5), 2980-2987. https://doi.org/10.1021/jf903596v

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 13/12/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan