7 Makanan Penyebab Kulit Berminyak, Hindari agar Kulit Tetap Sehat

    7 Makanan Penyebab Kulit Berminyak, Hindari agar Kulit Tetap Sehat

    Makanan penyebab kulit berminyak harus Anda hindari untuk memperoleh kulit wajah yang sehat tanpa jerawat dan komedo.

    Selain perawatan kulit yang belum optimal, konsumsi makanan tertentu bisa membuat kulit memproduksi minyak berlebih.

    Hal tersebut bisa terjadi terlepas dari cara membersihkan kulit berminyak yang Anda lakukan sudah benar. Lantas, apa saja jenis makanan yang bisa membuat kulit lebih berminyak?

    Berbagai makanan penyebab kulit berminyak

    kulit berminyak

    Umumnya, tiap kulit punya kelenjar minyak dan sebum yang berfungsi untuk mengeluarkan minyak pada pori-pori kulit.

    Kehadiran minyak di kulit sebetulnya tidak selalu merugikan karena minyak atau sebum berfungsi melindungi dan melembapkan kulit wajah.

    Namun, beberapa hal bisa meningkatkan produksi minyak di kulit sehingga Anda lebih rentan mengalami masalah kulit seperti jerawat.

    Secara umum penyebab kulit berminyak antara lain:

    • hormon yang tidak seimbang,
    • genetika atau keturunan,
    • stres, serta
    • perawatan kulit yang salah atau tidak cocok.

    Selain penyebab di atas, makanan tertentu rupanya bisa memicu produksi sebum berlebih, berikut adalah contohnya.

    1. Beras dan gandum putih

    makanan penyebab kulit berminyak

    Beras dan gandum putih (seperti tepung terigu) umumnya mengandung serat yang baik untuk tubuh.

    Sayangnya, kedua sumber makanan tersebut melalui proses penggilingan yang menghilangkan banyak kandungan serat dan gizi lainnya.

    Itulah mengapa beberapa produk beras dan gandum putih mengandung indeks glikemik (IG) tinggi yang akan berimbas pada gula darah Anda.

    Nah, sudah banyak penelitian pula yang mengungkapkan bahwa makanan dengan IG tinggi dapat membuat kulit memproduksi minyak dan jerawat berlebih.

    Pasalnya, makanan tinggi indeks glikemik memicu pelepasan hormon insulin dan insulin-like growth factor-1 (IGF-1).

    Kondisi ini meningkatkan aktivitas kelenjar minyak dan produksi minyak berlebih di kulit.

    2. Makanan manis bergula

    es krim makanan penyebab kulit berminyak

    Makanan tinggi gula pastinya punya kadar glikemik (jumlah karbohidrat) yang tinggi.

    Artinya, makanan tinggi gula juga meningkatkan produksi kadar hormon insulin dan IGF-1 selayaknya beras dan gandum putih.

    Tingginya kadar hormon insulin dan IGF-1 akan memengaruhi kerja kelenjar minyak di dalam kulit. Kelenjar minyak bisa lebih aktif melepaskan sebum.

    Jadi, secara tidak langsung konsumsi makanan manis pun bisa memicu kulit lebih berminyak.

    3. Gorengan

    bahaya makan gorengan

    Konsumsi gorengan bisa memengaruhi produksi sebum di kelenjar minyak.

    Pasalnya, proses penggorengan dengan minyak meningkatkan kandungan lemak trans dalam makanan.

    Menurut jurnal Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, lemak trans memicu produksi lapisan lemak tipis pada kulit yang disebut lipid.

    Lipid adalah salah satu penyusun minyak pada kulit. Bertambahnya lapisan lipid bisa membuka pori-pori kulit lebih lebar untuk mengeluarkan produksi sebum berlebih.

    Tidak heran bila gorengan adalah salah satu makanan penyebab kulit berminyak. Kondisi ini juga memicu komedo.

    4. Produk olahan susu

    minum susu untuk penderita ginjal

    Susu maupun produk olahannya ternyata merupakan salah satu makanan penyebab kulit berminyak.

    Melansir penelitian terbitan Nutrients, protein susu kaya akan asam amino triptofan, leucine, isoleucine, dan valine.

    Ketiga kandungan ini mampu memicu produksi hormon insulin dan IGF-1. Kenaikan ini memicu produksi sebum.

    Oleh karena itu, konsumsi susu bahkan memicu timbulnya jerawat.

    5. Makanan tinggi garam

    aturan pemberian garam untuk diabetes

    Makanan gurih memang memanjakan lidah. Namun, siapa sangka kalau makanan tinggi garam merupakan makanan penyebab kulit berminyak?

    Sebenarnya, garam tidak langsung memicu produksi sebum. Namun, natrium pada garam bisa menyebabkan dehidrasi.

    Salah satu sifat kimia natrium adalah menarik air dari sel-sel tubuh. Hal ini bisa membuat kulit kekurangan air bahkan sampai dehidrasi.

    Berkurangnya kandungan air akan menyebabkan kulit menjadi kering.

    Saat kulit terlalu kering, kelenjar minyak justru memproduksi sebum berlebih untuk menyeimbangkan kelembapan kulit.

    6. Daging merah tinggi lemak

    cairan merah pada daging steak

    Daging merah yang Anda olah tentu terasa gurih dan lumer di mulut. Namun, konsumsi makanan yang satu ini ternyata bisa jadi penyebab kulit berminyak.

    Alasannya tak lain berasal dari kandungan lemak jenuh yang tinggi pada daging. Lemak jenuh pada daging merah mengandung IGF-1 yang tinggi.

    Seperti yang telah dijelaskan, hormon IGF-1 mampu meningkatkan aktivitas kelenjar minyak sehingga meningkatkan kadar minyak di kulit.

    Selain daging merah, makanan tinggi lemak jenuh lainnya yang bisa memicu kulit berminyak adalah keju, mentega, dan minyak terhidrogenasi.

    7. Makanan cepat saji

    pantangan asam lambung makanan gorengan

    Pizza, burger, dan kentang goreng memanglah sedap dan bisa Anda dapatkan dengan cepat.

    Sangat disayangkan, junk-food merupakan salah satu jenis makanan penyebab kulit berminyak.

    Bagaimana tidak, junk food ini kaya lemak trans, garam, dan lemak jenuh. Ketiganya merupakan zat yang dapat meningkatkan produksi sebum pada kulit.

    Tak menutup kemungkinan produksi sebum bisa semakin meningkat bila Anda mengonsumsi berbagai jenis junk food bersamaan sambil minum soda tinggi gula.

    Makanan yang baik untuk mencegah kulit berminyak

    salad sayur alpukat

    Menghindari makanan di atas bisa membantu mengurangi kadar minyak berlebih pada wajah.

    Ada pula beberapa makanan yang mampu menjaga kulit wajah tidak terlalu berminyak.

    1. Omega-3

    Santapan berlemak merupakan makanan penyebab kulit berminyak.

    Namun, ada sumber lemak baik lainnya yang bisa mengontrol lemak jahat penyebab jerawat muncul.

    Salah satu lemak yang baik untuk kesehatan kulit adalah omega-3. Asam lemak omega-3 adalah jenis lemak baik yang memiliki zat antiradang.

    Omega-3 sebenarnya tidak langsung bekerja mengontrol sebum.

    Namun, asupan ini mampu mencegah peradangan lebih lanjut akibat minyak yang mengumpul pada pori-pori.

    Beberapa sumber makanan kaya omega-3 yang bisa Anda coba di antaranya adalah buah alpukat, ikan, kacang-kacangan dan biji-bijian.

    2. Biji-bijian utuh

    Beras putih dan tepung terigu yang mengalami proses penggilingan memiliki indeks glikemik yang tinggi.

    Ambang batas makanan dengan indeks glikemik yang tinggi adalah 70. Sementara, tingkat indeks glikemik nasi putih sebesar 73 dan roti putih sebesar 75.

    Untuk itu, Anda bisa menggantinya dengan beras cokelat dan gandum utuh. Keduanya memiliki angka indeks glikemik yang lebih rendah.

    Beras cokelat memiliki indeks glikemik sebesar 68. Sementara, gandum utuh bisa lebih rendah, yakni pada rentang 56 sampai 69.

    3. Buah-buahan

    Bila Anda ingin mengonsumsi makanan manis, Anda tak perlu makan bolu atau es krim. Buah-buahan tentu bisa memenuhi hasrat Anda.

    Selain kaya serat serta zat gizi lainnya, buah-buahan memiliki indeks glikemik yang lebih rendah. Jadi, tidak terlalu memicu minyak berlebih.

    Beberapa buah dengan angka indeks glikemik yang rendah adalah jeruk, apel, pir, dan delima.

    Selain itu, smoothies buah dan air putih dengan lemon adalah alternatif minuman sehat yang bisa Anda konsumsi.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Lim, S., Shin, J., Cho, Y., & Kim, K. (2019). Dietary Patterns Associated with Sebum Content, Skin Hydration and pH, and Their Sex-Dependent Differences in Healthy Korean Adults. Nutrients, 11(3), 619. doi: 10.3390/nu11030619

    How to control oily skin. (2021). Retrieved 31 October 2021, from https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-basics/dry/oily-skin

    You Asked: What happens to your body when you eat too much salt? – Vital Record. (2017). Retrieved 31 October 2021, from https://vitalrecord.tamhsc.edu/what-happens-when-you-eat-too-much-salt/

    Pappas, A. (2009). Epidermal surface lipids. Dermato-Endocrinology, 1(2), 72-76. doi: 10.4161/derm.1.2.7811

    Melnik, B. (2015). Linking diet to acne metabolomics, inflammation, and comedogenesis: an update. Clinical, Cosmetic And Investigational Dermatology, 371. doi: 10.2147/ccid.s69135

    Want Healthy Skin? Limit These 5 Types of Foods. (2020). Retrieved 31 October 2021, from https://health.clevelandclinic.org/want-healthy-skin-limit-these-5-types-of-foods/

    Healthfully. (2021). Retrieved 31 October 2021, from https://healthfully.com/what-foods-should-i-avoid-to-prevent-oily-skin-6573369.html

    Glycemic index for 60+ foods – Harvard Health. (2015). Retrieved 4 November 2021, from https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/glycemic-index-and-glycemic-load-for-100-foods

    Diabetes Canada (2021). Retrieved 4 November 2021, from https://www.diabetes.ca/DiabetesCanadaWebsite/media/Managing-My-Diabetes/Tools%20and%20Resources/glycemic-index-food-guide.pdf?ext=.pdf

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui Nov 10, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan