home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Berbagai Cara Meningkatkan Kolagen dalam Tubuh agar Tetap Awet Muda

Berbagai Cara Meningkatkan Kolagen dalam Tubuh agar Tetap Awet Muda

Kolagen bermanfaat untuk membuat kulit awet muda, kenyal, lembut, dan bebas keriput. Sayangnya, produksi kolagen pada kulit, terutama di wajah, bisa menurun karena berbagai faktor. Lalu, bagaimana cara meningkatkan kolagen pada kulit Anda?

Apa itu kolagen?

meningkatkan kolagen

Kolagen adalah sejenis protein yang terdapat dalam otot, tulang, urat, hingga kulit. Zat ini berperan sebagai perekat tubuh, sehingga tubuh terlihat lebih kuat.

Jumlah kolagen yang tinggi di dalam tubuh akan membuat Anda terlihat lebih muda dan kuat. Sayangnya, produksi kolagen akan menurun seiring bertambahnya usia.

Namun, tidak perlu cemas. Anda tetap bisa meningkatkan kadar kolagen dalam tubuh agar Anda terlihat awet muda.

Cara meningkatkan kolagen pada tubuh, terutama wajah

Banyak orang yang mengandalkan suplemen dan produk skincare (produk perawatan kecantikan) untuk meningkatkan kolagen. Memang benar, suplemen yang mengandung kolagen bisa membantu Anda dalam hal ini.

Akan tetapi, sebenarnya ada cara alami untuk merangsang produksi kolagen ini. Bagaimana caranya?

  • Makan makanan yang mengandung asam amino tinggi seperti susu, daging, ikan, dan telur.
  • Mengonsumsi makanan sumber vitamin A dan vitamin C.
  • Makan makanan yang mengandung antosianin serta prolin, contohnya keju dan kacang kedelai.

Semua makanan tersebut dapat merangsang jumlah kolagen di dalam tubuh secara alami.

Bila ingin, Anda pun dapat mencoba suntik kolagen yang mengandung kolagen sintetis sebagai opsi lainnya untuk meningkatkan kolagen. Kolagen sintetis tersebut dimasukkan ke dalam tubuh untuk membuat kolagen alami semakin banyak.

Selain itu, Anda bisa menggunakan krim perawatan dengan kandungan utama kolagen. Akan tetapi, pastikan bahwa produk kecantikan yang Anda gunakan merupakan produk yang aman dengan sedikit efek samping.

Anda bisa menggunakan kolagen sintetis jika sudah memasuki usia di atas 40 tahun. Pada masa usia tersebut, produksi kolagen alami di dalam tubuh akan menurun secara otomatis.

Ingin Punya Kulit Awet Muda? Simak 10 Caranya di Sini!

Apa yang harus dilakukan agar produksi kolagen tidak menurun dan rusak?

Tidak mau terlihat cepat tua? Selain melakukan berbagai cara meningkatkan kolagen dalam tubuh di atas, Anda juga sebaiknya menghindari berbagai hal yang bisa bikin kolagen rusak dan menurun jumlahnya. Apa saja?

1. Berhenti merokok

Masih jadi perokok aktif? Jika Anda tak mau cepat tua, sebaiknya tinggalkan kebiasaan merokok ini. Bukan hanya membuat kesehatan Anda terancam, zat-zat pada rokok akan merusak kolagen dan mencegah tubuh untuk memproduksinya.

2. Kurangi makanan dan minuman manis

Meski Anda penggemar makanan manis, sebaiknya batasi kebiasaan ini. Pasalnya, terlalu banyak makan makanan manis bisa membuat kolagen rusak.

Saat kadar gula darah Anda meningkat setelah makan manis, jumlah hormon insulin juga akan naik. Terlalu banyak hormon insulin di dalam tubuh akan menyebabkan tubuh mengalami peradangan pada jaringan, termasuk jaringan yang memproduksi kolagen.

3. Lindungi diri dari paparan sinar matahari

Mungkin Anda sudah tahu jika terlalu lama terkena sinar matahari akan merusak kulit. Ya, sinar ultraviolet (UV) yang dipancarkan dari sinar matahari ini jadi penyebabnya.

Sinar UV dapat merusak kolagen dan berbagai asam amino yang jadi cikal bakal kolagen. Maka itu, sangat penting untuk menggunakan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Henriksen, Nadia & Sørensen, Lars. (2021). Impact of Smoking on Collagen Metabolism: A Systematic Review. https://www.researchgate.net/publication/267725811_Impact_of_Smoking_on_Collagen_Metabolism_A_Systematic_Review Diakses 8 Maret 2021.

Jariashvili, K., Madhan, B., Brodsky, B., Kuchava, A., Namicheishvili, L., & Metreveli, N. (2012). UV damage of collagen: insights from model collagen peptides. Biopolymers, 97(3), 189–198. https://doi.org/10.1002/bip.21725 Diakses 8 Maret 2021.

Stultz, C. M., & Edelman, E. R. (2003). A structural model that explains the effects of hyperglycemia on collagenolysis. Biophysical journal, 85(4), 2198–2204. https://doi.org/10.1016/S0006-3495(03)74645-1 Diakses 8 Maret 2021.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 05/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri