home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenali Beragam Penyakit pada Lambung yang Sering Terjadi

Kenali Beragam Penyakit pada Lambung yang Sering Terjadi

Seperti organ pencernaan lainnya, lambung pun tak luput dari penyakit. Penyakit pada lambung bahkan sangatlah umum dan merupakan salah satu penyebab utama sakit perut, mual, perut kembung, serta gejala lainnya yang dikenal sebagai maag.

Lalu, apa saja kondisi yang tergolong sebagai penyakit lambung?

Beragam gangguan pada organ lambung

infeksi usus

Lambung merupakan tempat makanan dicerna sebelum diserap di dalam usus halus. Terkadang, fungsi lambung dapat terganggu akibat produksi asam lambung berlebih, infeksi, atau faktor-faktor lainnya.

Dari beragam gangguan pencernaan yang menyerang lambung, berikut beberapa yang cukup umum.

1. Infeksi lambung

Ini merupakan gangguan pada lambung akibat infeksi kuman, biasanya berupa bakteri H. pylori. Sebagian besar orang sebenarnya memiliki bakteri H. pylori di dalam saluran pencernaannya. Namun, infeksi tidak selalu menimbulkan gejala.

Infeksi lambung baru menjadi masalah apabila sudah menyebabkan keluhan seperti sakit perut, perut kembung, dan sering bersendawa. Pada kasus yang parah, penyakit ini dapat menyebabkan perdarahan pada lambung yang ditandai dengan feses berwarna hitam.

Meski tergolong umum dan ringan, infeksi yang dibiarkan dapat berkembang menjadi komplikasi pada lambung atau usus. Maka dari itu, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter agar Anda segera mendapatkan pengobatan yang tepat.

1. Gastritis

Gastritis merupakan peradangan yang terjadi pada dinding lambung. Peradangan bisa muncul secara tiba-tiba akibat suatu faktor penyebab (akut) ataupun secara perlahan dalam jangka waktu yang panjang (kronis).

Penyebab gastritis akut yang paling umum adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori. Sementara itu, gastritis kronis lebih banyak disebabkan oleh penyakit Crohn, penyakit autoimun, efek pembedahan, dan kondisi lainnya yang memengaruhi dinding lambung.

Gejala radang lambung meliputi sakit perut, mual dan muntah, serta perut begah. Pengobatan perlu disesuaikan dengan penyebabnya, misalnya antibiotik untuk infeksi, antasida untuk menetralisasi asam lambung, dan sebagainya.

3. Gastroesophageal reflux disease (GERD)

Peyakit GERD terjadi ketika asam lambung mengalir balik ke kerongkongan secara berkala. Aliran balik tersebut lama-kelamaan bisa mengiritasi kerongkongan sehingga menimbulkan gejala khas berupa nyeri atau panas pada ulu hati (heartburn).

Penyebab penyakit ini berkaitan dengan struktur lambung. Pada bagian atas lambung terdapat otot sfingter yang menutup saat tidak ada makanan yang masuk. Bila sfingter melemah, asam lambung dapat mengalir naik menuju kerongkongan.

Selain heartburn, GERD juga ditandai dengan sulit menelan, rasa mengganjal pada kerongkongan, dan rasa asam pada mulut. Penyakit lambung ini dapat diatasi dengan konsumsi obat asam lambung serta perubahan gaya hidup dan pola makan.

4. Tukak lambung dan usus

Tukak lambung ditandai dengan adanya luka pada dinding lambung atau bagian atas usus halus yang disebut duodenum. Penyebab utama tukak yaitu infeksi H. pylori, tapi gangguan pencernaan ini juga bisa terjadi akibat efek obat NSAID pada lambung.

Infeksi dan konsumsi obat NSAID jangka panjang bisa menipiskan lapisan lendir pada dinding lambung. Tanpa lapisan lendir, lambung akan lebih mudah terkikis oleh cairan asam. Akibatnya, muncullah gejala berupa sakit perut, heartburn, mual, dan muntah.

Penyakit ini dapat ditangani dengan konsumsi obat maag dan perubahan gaya hidup. Anda mungkin juga harus berhenti atau membatasi konsumsi obat NSAID bila obat ini terbukti menjadi penyebab tukak lambung.

5. Hernia hiatal

Penyakit ini terjadi ketika ada bagian dari lambung yang mencuat ke atas diafragma. Diafragma merupakan otot yang membatasi rongga dada dan perut. Hernia hiatal tidak selalu menimbulkan gejala, kecuali jika ukurannya cukup besar.

Penderita hernia hiatal rentan mengalami heartburn karena asam dari bagian lambung yang mencuat lebih mudah naik ke tenggorokan. Seperti halnya GERD, cairan asam lama-kelamaan dapat mengiritasi kerongkongan sehingga menimbulkan nyeri.

Penderita yang tidak mengalami keluhan tidak harus mendapatkan perawatan. Akan tetapi, jika Anda terus-menerus mengalami gejala, gangguan lambung yang satu ini mungkin perlu diatasi dengan operasi hernia pada rongga perut.

6. Gastroenteritis

Gastroenteritis yaitu penyakit lambung dan usus yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Dikenal secara umum sebagai flu perut, penyakit ini menular melalui makanan atau air yang terkontaminasi kuman.

Gejala umum flu perut yakni diare, sakit perut, mual atau muntah, dan demam ringan. Tergantung penyebabnya, gejala dapat muncul selama 1 – 3 hari atau bahkan 10 hari pada kasus yang parah.

Tidak ada pengobatan khusus untuk gastroenteritis, terutama yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini bisa diatasi dengan istirahat yang cukup, makan makanan berserat, dan minum banyak air untuk mencegah dehidrasi akibat diare.

Ciri-ciri penyakit lambung yang sudah parah

sakit perut setelah melahirkan

Kebanyakan gangguan pada lambung tidak membahayakan jiwa dan dapat membaik dengan cepat. Meski begitu, Anda tetap perlu mewaspadai penyakit berat yang gejalanya mirip dengan sakit lambung biasa.

Menurut situs Cleveland Clinic, berikut gejala yang harus segera diperiksakan lebih lanjut.

  • Sakit perut yang sangat hebat.
  • Sakit perut yang tidak hilang setelah berhari-hari.
  • Sakit akibat cedera pada perut beberapa hari sebelumnya.
  • Sakit perut yang terjadi selama hamil.
  • Mual yang membuat Anda tidak bisa makan berhari-hari.
  • Demam tinggi.
  • Muntah darah.
  • Buang air besar berdarah.
  • Sesak napas.
  • Perut terasa keras atau membengkak.
  • Kulit tampak menguning (jaundice).
  • Penurunan berat badan secara drastis.

Berbagai gejala di atas mungkin saja menandakan penyakit lambung atau gangguan lain yang lebih parah. Oleh sebab itu, jangan tunda untuk periksa ke dokter bila Anda mengalami keluhan tersebut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gastritis. (2016). Retrieved 1 February 2021, from https://muschealth.org/medical-services/ddc/patients/digestive-diseases/stomach-and-duodenum/gastritis

Gastroesophageal reflux disease (GERD). (2021). Retrieved 1 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/symptoms-causes/syc-20361940

Peptic Ulcers. (2021). Retrieved 1 February 2021, from https://muschealth.org/medical-services/ddc/patients/digestive-diseases/stomach-and-duodenum/peptic-ulcers

Helicobacter pylori (H. pylori) infection – Symptoms & causes. (2021). Retrieved 1 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/h-pylori/symptoms-causes/syc-20356171

Hiatal hernia – Symptoms & causes. (2021). Retrieved 1 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hiatal-hernia/symptoms-causes/syc-20373379

Viral gastroenteritis (stomach flu). (2021). Retrieved 1 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/viral-gastroenteritis/diagnosis-treatment/drc-20378852

Abdominal Pain: When to Call the Doctor. (2016). Retrieved 1 February 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/4167-abdominal-pain/when-to-call-the-doctor

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 22/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x