Hernia Hiatal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Definisi hernia hiatal

Hiatal hernia adalah kondisi ketika bagian atas lambung menonjol ke dada melalui bukaan pada diafragma.

Diafragma merupakan dinding otot yang memisahkan lambung dengan dada. Otot ini membantu mencegah naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Ketika Anda mengalami hernia hiatal, asam lambung lebih mudah naik. Bocornya cairan asam dari lambung ke kerongkongan disebut gastroesophageal reflux disease (GERD). Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi pada perut dan tenggorokan.

Seberapa umumkah hernia hiatal?

Setiap orang dari segala kelompok usia dapat mengalami hernia hiatal. Namun, kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita, orang dengan kelebihan berat badan, dan orang-orang yang berusia lebih dari 50 tahun.

Anda dapat mencegah terkena penyakit ini dengan mengurangi faktor-faktor risikonya. Silakan konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala hernia hiatal

Kebanyakan orang dengan kondisi ini seringkali tidak merasakan gejala. Meski begitu, secara umum beberapa tanda dan gejala khas yang kerap muncul adalah:

Biasanya gejala muncul satu jam setelah seseorang selesai makan. Bersandar atau berbaring dapat memperburuk rasa panas pada perut. Jika hernia telah menyebabkan iritasi pada kerongkongan, perdarahan mungkin terjadi.

Mungkin masih ada tanda dan gejala lain yang belum disebutkan. Jika Anda memiliki kekhawatiran atau pertanyaan mengenai suatu gejala, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda telah didiagnosis mengalami hiatal hernia dan merasakan sakit yang parah pada dada dan daerah perut, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Selain itu, Anda juga perlu memeriksakan diri apabila kondisi tersebut disertai dengan mual, muntah, atau susah kentut. Anda kemungkinan mengalami jepitan atau gangguan hernia yang merupakan kondisi gawat darurat medis.

Tubuh setiap orang dapat menunjukkan reaksi yang beragam. Maka dari itu, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami keluhan apa pun terkait hernia, sekalipun keluhan tersebut tidak umum.

Penyebab dan faktor risiko

Apa penyebab kondisi ini?

Diafragma normalnya memiliki semacam lubang kecil yang disebut hiatus. Lubang ini dilewati oleh kerongkongan yang merupakan penghubung antara mulut dan lambung.

Hernia hiatal terjadi ketika ada bagian otot diafragma yang melemah sehingga bagian atas organ lambung mencuat melewati hiatus.

Penyebab pelemahan diafragma tidak diketahui secara pasti, tapi kemungkinan berkaitan dengan kondisi berikut.

  • Terlahir dengan hiatus yang berukuran besar.
  • Menurunnya kekuatan otot diafragma akibat pertambahan usia.
  • Cedera pada diafragma, misalnya akibat benturan atau operasi.
  • Tekanan terus-menerus terhadap otot sekitar diafragma akibat batuk, muntah, mengangkat benda berat, kebiasaan mengejan saat buang air besar, dan lain-lain.

Apa yang meningkatkan risiko terkena hernia hiatal?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda untuk mengalami hiatal hernia adalah:

  • kehamilan,
  • obesitas,
  • sering batuk kencang, dan
  • mengejan saat buang air besar.

Di samping itu, orang yang berumur lebih dari 50 tahun berisiko lebih tinggi mengalami hernia pada diafragmanya.

Hal tersebut dikarenakan diafragma sama seperti otot lainnya pada tubuh yang akan melemah seiring bertambahnya usia.

Diagnosis dan pengobatan

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis hernia pada diafragma?

Hernia hiatal sering kali terdiagnosis ketika pasien menjalani tes untuk mencari tahu penyebab heartburn, nyeri dada, atau sakit perut bagian atas. Berikut jenis tes yang biasanya dilakukan.

  • Endoskopi. Endoskopi dilakukan dengan memasukkan alat berbentuk selang kecil panjang dengan kamera melewati kerongkongan. Alat ini dapat memperlihatkan kondisi saluran pencernaan Anda dan mendeteksi hernia.
  • Rontgen. Anda akan menjalani pemeriksaan sinar X setelah sebelumnya meminum cairan barium yang memperjelas warna saluran pencernaan.
  • Esophageal manometry. Pemeriksaan ini mengukur irama gerak dan tekanan otot-otot kerongkongan ketika Anda menelan.

Apa saja pilihan pengobatan yang tersedia?

Pengobatan paling utama yang bisa dilakukan untuk mengatasi hernia hiatal yaitu dengan melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat. Tujuan dari pengobatan ini adalah mengontrol gejala dan mencegah komplikasi.

Mencuatnya lambung bisa memicu naiknya asam lambung sehingga penderita kerap mengalami gejala maag. Anda dapat mengatasi hal ini dengan melakukan berbagai upaya untuk mencegah asam lambung naik.

Batasi atau hindari berbagai makanan pemicu asam lambung yang bisa memperburuk gejala. Jangan pula langsung berbaring setelah Anda makan karena ini akan membuat asam lambung lebih mudah mengalir kembali menuju kerongkongan.

Perhatikan juga perihal makanan untuk penderita hernia hiatal. Anda perlu pastikan bahwa makanan yang Anda makan tidak berasam. Ini juga untuk menghindari masalah pada sistem pencernaan.

Sebelum tidur, tinggikan posisi kepala Anda sekitar 10 – 15 di atas kasur. Meninggikan posisi kepala dapat membantu menjaga cairan asam tetap berada di dalam lambung selama Anda tidur.

Jika berbagai perubahan tersebut tidak juga memberikan hasil, dokter mungkin akan meresepkan obat. Jenis obat yang umumnya diresepkan adalah antasida, ranitidine, famotidine, dan obat penghambat pompa proton seperti omeprazol.

Apabila gejala tidak bisa dikontrol atau muncul komplikasi, dokter kemungkinan akan menyarankan operasi untuk membetulkan posisi lambung.

Komplikasi dapat berupa luka, bisul, atau perdarahan pada saluran pencernaan.

Pengobatan hernia hiatal di rumah

Berikut beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan untuk membantu Anda mengatasi hernia hiatal.

  • Mengurangi berat badan jika sebelumnya berlebih.
  • Makan secara perlahan.
  • Makan sebanyak 4 – 5 kali sehari dengan porsi kecil sebagai pengganti waktu makan tiga kali sehari dengan porsi besar.
  • Menghindari makan gorengan, pedas, atau makanan berlemak sampai kondisi Anda membaik.

Hernia hiatal terjadi ketika lambung mencuat ke otot diafragma karena terdapat bagian otot yang melemah.

Kendati tidak ada pengobatan khusus, Anda dapat berkonsultasi kepada dokter untuk mengetahui apa saja pilihan penanganan yang bisa dilakukan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hernia Inguinalis

Hernia Inguinalis adalah kondisi menonjolnya organ dalam tubuh di bagian perut. Cari tahu gejala hingga pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 4 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Sakit Perut Saat Hamil: Dari yang Ringan Sampai yang Berbahaya

Sakit perut saat hamil merupakan keluhan yang sering dialami ibu hamil. Beberapa di antaranya normal, tapi ada juga yang harus diwaspadai. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 3 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Hernia (Turun Berok)

Hernia adalah istilah medis untuk kondisi turun berok. Cari tahu apa penyebab, gejala, hingga cara mengobati di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 1 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS)

Sindrom iritasi usus besar (IBS) adalah sekelompok gejala (sindrom) yang terkait dengan organ usus besar. Selengkapnya di sini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 22 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara menghilangkan nyeri haid

9 Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
susah menelan disfagia

Susah Menelan Akibat Disfagia, Apakah Bisa Disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
sakit perut setelah melahirkan

Penyebab dan Cara Mudah Mengatasi Kram Perut Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
gejala ciri sembelit konstipasi

10 Penyakit yang Menyebabkan Sakit Perut Sebelah Kiri

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit