Saat pergi berlibur ke Bali, Anda tentunya akan menikmati pemandangan serta mencicipi berbagai makanan khas di sana. Namun, karena belum terbiasa, Anda mungkin mengalami sakit perut atau diare setelahnya. Kondisi ini disebut Bali belly.
Saat pergi berlibur ke Bali, Anda tentunya akan menikmati pemandangan serta mencicipi berbagai makanan khas di sana. Namun, karena belum terbiasa, Anda mungkin mengalami sakit perut atau diare setelahnya. Kondisi ini disebut Bali belly.

Telusuri lebih lanjut seputar Bali belly, mulai dari gejala, penyebab, dan cara mengatasinya.
Bali belly adalah penyakit pencernaan yang umumnya dialami oleh para wisatawan ketika bepergian atau berlibur ke pulau Bali.
Kondisi ini bisa juga disebut dengan diare wisatawan (travelers diarrhea). Bali belly biasanya terjadi ketika mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi oleh bakteri.
Risiko penyakit ini meningkat ketika Anda makan atau minum di tempat yang kebersihannya kurang, misalnya di pinggir jalan.
Namun, kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.
Bali belly merupakan kondisi medis yang umum terjadi ketika seseorang baru pertama kali berlibur ke pulau Bali.
Mengutip NIH, setidaknya ada sekitar 40% – 60% orang mengalami diare saat berpergian. Kondisi ini umumnya terjadi di wilayah dengan sanitasi rendah.

Gejala Bali belly biasanya muncul secara tiba-tiba dalam waktu 6 – 24 jam setelah terinfeksi oleh bakteri pada makanan atau minuman.
Namun, dalam beberapa kasus, gejala mungkin muncul seminggu atau lebih setelah terinfeksi. Hal inilah yang menyebabkan seseorang bisa mengalami gangguan pencernaan setelah pulang dari Bali.
Beberapa tanda dan gejala yang umum dialami oleh wisatawan antara lain:
Gejala gangguan pencernaan ini biasanya bersifat ringan dan dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari.
Segera hubungi dokter jika gejala yang Anda alami tidak hilang dalam beberapa hari dan justru semakin memburuk.
Anda juga perlu berhati-hati jika diare disertai dengan gejala lain seperti demam tinggi, feses berdarah, dan muncul tanda dehidrasi, seperti mulut kering, kram otot, atau pusing.
Bali belly disebabkan infeksi bakteri yang terjadi setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi.
Jenis bakteri yang umumnya menyebabkan kondisi ini adalah Escherichia coli yang dapat hidup dan menginfeksi saluran pencernaan manusia.
Ketika sistem kekebalan tubuh mendeteksi adanya infeksi pada saluran pencernaan, respons inflamasi akan muncul untuk membunuh dan mengeluarkan patogen.
Hal inilah yang menyebabkan munculnya serangkaian gejala yang menganggu.
Kondisi ini kemungkinan juga bisa terjadi karena Anda kurang menjaga kebersihan, misalnya tidak mencuci tangan sesudah makan atau setelah menggunakan toilet.
Kondisi ini sebenarnya bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak hingga orang dewasa. Namun, berikut ini beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami Bali belly.
Biasanya, dokter dapat dengan mudah mengenali penyakit Bali belly berdasarkan dengan riwayat perjalanan Anda serta gejala yang muncul.
Namun, dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan meminta untuk melakukan pemeriksaan sampel feses untuk mengetahui jenis infeksi yang diderita.
Hal ini dapat membantu petugas medis untuk menentukan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi yang dialami.
Bali belly biasanya dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, hal ini terkadang bisa mengganggu liburan Anda.
Untuk itu, Anda juga bisa mencoba mengonsumsi obat-obatan yang direkomendasikan oleh dokter. Berikut ini beberapa obat-obatan yang bisa membantu mengatasinya.

Obat diare berfungsi untuk membantu mengurangi gejala diare yang dialami tetapi tidak menyebabkan infeksi.
Obat ini bekerja dengan memperlambat kontraksi otot dan memberikan usus lebih banyak waktu untuk menyerap lebih banyak air dari kotoran agar tidak terlalu cair.
Beberapa jenis obat antidiare yang mungkin diresepkan oleh dokter adalah loperamide dan atropine diphenoxylate.
Selain obat diare, dokter mungkin akan merekomendasikan obat antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri.
Namun, pemberian obat ini biasanya diperuntukkan untuk orang yang mengalami gejala parah seperti diare berdarah dan demam tinggi.
Beirkut ini obat antibiotik yang umumnya direspekan oleh dokter.
Jika Anda mengalami gangguan pencernaan saat bepergian ke Bali, berikut ini beberapa perawatan rumahan yang bisa membantu mengurangi gejalanya.
Kondisi ini tentunya bisa mengganggu liburan Anda. Untuk itu, berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.
Jika perawatan mandiri tidak membantu mengatasi gejala, segera periksakan diri Anda kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Kesimpulan
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Versi Terbaru
05/08/2024
Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)