Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

9 Manfaat Probiotik, Bakteri Baik dalam Makanan dan Minuman

9 Manfaat Probiotik, Bakteri Baik dalam Makanan dan Minuman

Sebagian dari Anda mungkin telah sering menemukan istilah probiotik dalam berbagai produk makanan fermentasi. Produk-produk mengandung probiotik biasanya dikenal karena mampu menjaga kesehatan usus, tetapi manfaat probiotik sendiri sebenarnya lebih banyak dari itu.

Sekilas tentang probiotik dan jenisnya

Bakteri biasanya dianggap sebagai penyebab penyakit pada manusia, tapi tubuh Anda sebenarnya dipenuhi oleh triliunan bakteri yang mempunyai fungsi tersendiri.

Di antara semua bakteri tersebut, ada bakteri-bakteri baik yang disebut probiotik. Probiotik adalah mikroorganisme (bakteri dan ragi) hidup yang dapat Anda temukan dalam makanan fermentasi dan suplemen.

Mikroorganisme ini sangat bermanfaat bagi kesehatan, khususnya untuk sistem pencernaan.

Di dalam tubuh Anda, probiotik membantu menyeimbangkan jumlah bakteri “baik” dan bakteri “jahat” atau menggantikan bakteri baik yang hilang dari tubuh.

Ada berbagai jenis probiotik yang memiliki manfaat masing-masing, tapi yang paling umum dikonsumsi ialah lactobacillus dan bifidobacteria. Berikut adalah perbedaan keduanya.

  • Lactobacillus: bakteri baik yang menghasilkan enzim laktase dan asam laktat. Bakteri ini dapat ditemukan secara alami pada mulut, usus halus, dan vagina.
  • Bifidobacterium: bakteri dalam produk susu yang berfungsi memecah laktosa serta baik untuk pencernaan dan sistem kekebalan tubuh.

Manfaat probiotik bagi kesehatan

probiotik untuk ibu hamil

Berikut adalah berbagai kebaikan probiotik bagi tubuh Anda.

1. Menjaga kesehatan pencernaan

Keseimbangan bakteri usus bisa terganggu akibat kebiasaan makan yang salah, penyakit, konsumsi antibiotik, dan faktor-faktor lainnya.

Ketika populasi bakteri tidak seimbang, jumlah bakteri baik akan kalah banyak dari bakteri jahat.

Peran probiotik ialah menambah jumlah bakteri baik sehingga populasinya di dalam tubuh kembali seimbang.

Dengan demikian, kesehatan pencernaan tetap terjaga dan Anda terhindar dari berbagai gangguan pencernaan.

2. Mencegah dan mengatasi diare akibat antibiotik

Antibiotik bisa menimbulkan efek samping berupa diare. Hal ini terjadi karena antibiotik mematikan bakteri baik dan mengganggu keseimbangan bakteri usus.

Kabar baiknya, salah satu manfaat probiotik ialah mengatasi diare terkait konsumsi antibiotik.

Sebuah penelitian dalam jurnal Antibiotics pada 2017 menunjukkan bahwa beberapa spesies probiotik bisa mengurangi risiko diare sebesar 51 persen.

Hal ini terlihat pada peserta yang mengonsumsi probiotik dua hari sebelum meminum antibiotik.

3. Meredakan gejala sindrom iritasi usus

Cara mengatasi ibs

Penyebab IBS memang tidak diketahui secara pasti, tapi beberapa bakteri terbukti bisa memperparah peradangan dan gejala IBS.

Menurut penelitian dalam World Journal of Gastroenterology, Anda bisa melawan bakteri jahat tersebut dengan probiotik.

Probiotik akan menambah jumlah bakteri baik di dalam usus sehingga populasi bakteri dalam tubuh kembali seimbang.

Dengan begitu, gejala umum IBS seperti sembelit dan diare perlahan-lahan bisa berkurang.

4. Menurunkan kolesterol

Manfaat probiotik tak hanya terbatas pada sistem pencernaan, tapi juga kardiovaskular. Salah satu alasannya karena probiotik membantu menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik dalam tubuh.

Probiotik bekerja dengan cara menguraikan empedu. Empedu adalah cairan dari hati yang terbuat dari kolesterol.

Dengan cara tersebut, probiotik mencegah empedu supaya tidak terserap oleh usus dan berubah menjadi kolesterol dalam aliran darah.

5. Menurunkan tekanan darah

cek ceramah (cek tekanan darah di rumah)

Selain menurunkan kolesterol, probiotik turut membantu memelihara kesehatan sistem kardiovaskular dengan menurunkan tekanan darah.

Hal ini terbukti oleh beberapa studi yang terkumpul dalam jurnal Hypertension pada 2014.

Asupan probiotik ternyata bisa menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 3,56 mmHg dan diastolik sebesar 2,38 mmHg.

Namun, perlu diingat bahwa manfaat ini baru terlihat setelah konsumsi suplemen probiotik selama delapan minggu.

6. Meredakan gejala kolitis ulseratif

Kolitis ulseratif merupakan penyakit yang menyebabkan peradangan pada usus besar.

Menurut penelitian di Spanyol pada 2015, beberapa spesies probiotik ternyata dapat meredakan gejala pada pengidap kolitis ulseratif ringan.

Sebuah penelitian lama bahkan mengungkapkan bahwa konsumsi suplemen probiotik dari bakteri E. coli Nissle bisa menjaga remisi sekuat obat-obatan.

Remisi merupakan periode ketika pengidap kolitis tidak mengalami radang atau menunjukkan gejala.

7. Meningkatkan kekebalan tubuh

meningkatkan kekebalan tubuh meningkatkan daya tahan tubuh

Sumber probiotik seperti yoghurt dan kefir memiliki manfaat bagi sistem imun dan bisa membantu fungsinya dengan beberapa cara.

Sebagai contoh, beberapa bakteri baik mampu menghasilkan zat yang menjadi racun bagi bakteri jahat.

Selain itu, ada pula probiotik yang membantu langsung sel-sel kekebalan tubuh seperti sel dendritik, makrofag, limfosit T, dan limfosit B.

Berkat cara kerja ini, sistem kekebalan tubuh mampu melawan bakteri penyebab penyakit dengan lebih ampuh.

8. Membantu menurunkan berat badan

Anda ingin menurunkan berat badan dengan sehat? Konsumsi probiotik dapat menjadi solusinya.

Beberapa jenis probiotik dapat membantu mencegah penyerapan lemak dari makanan. Alih-alih diserap, lemak justru dibuang melalui feses.

Selain itu, probiotik juga memiliki manfaat bagi orang yang berupaya menurunkan berat badan.

Dalam sebuah studi, orang yang berdiet sambil mengonsumsi probiotik L. rhamnosus selama tiga bulan mengalami penurunan berat badan 50% lebih banyak dari yang tidak mengonsumsinya.

9. Mencegah eksim dan meredakan gejalanya

Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa asupan probiotik selama kehamilan dan masa kanak-kanak berpotensi mengurangi risiko eksim di masa yang akan datang.

Tidak hanya itu, konsumsi probiotik juga diyakini bisa meredakan gejala eksim. Kedua manfaat probiotik tersebut umumnya berasal dari susu dan produk-produknya.

Hanya saja, beberapa probiotik mungkin dapat memicu peradangan pada orang yang alergi susu. Jadi, Anda sebaiknya membatasi konsumsi probiotik dari produk susu.

Probiotik merupakan mikroba yang memiliki begitu banyak kebaikan bagi tubuh.

Untuk mendapatkan berbagai manfaat tersebut, Anda dapat mengonsumsi suplemen ataupun makanan sumber probiotik seperti yoghurt, tempe, acar, dan masih banyak lagi.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Probiotics and prebiotics – World Gastroenterology Organisation Global Guidelines. (2022). Retrieved 7 February 2022, from https://www.worldgastroenterology.org/UserFiles/file/guidelines/probiotics-and-prebiotics-english-2017.pdf

Office of Dietary Supplements – Probiotics. (2022). Retrieved 7 February 2022, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/Probiotics-HealthProfessional/#en43

Blaabjerg, S., Artzi, D., & Aabenhus, R. (2017). Probiotics for the Prevention of Antibiotic-Associated Diarrhea in Outpatients—A Systematic Review and Meta-Analysis. Antibiotics, 6(4), 21. https://doi.org/10.3390/antibiotics6040021

Hill, C., Guarner, F., Reid, G., Gibson, G., Merenstein, D., & Pot, B. et al. (2014). The International Scientific Association for Probiotics and Prebiotics consensus statement on the scope and appropriate use of the term probiotic. Nature Reviews Gastroenterology & Hepatology, 11(8), 506-514. https://doi.org/10.1038/nrgastro.2014.66

Didari, T. (2015). Effectiveness of probiotics in irritable bowel syndrome: Updated systematic review with meta-analysis. World Journal Of Gastroenterology, 21(10), 3072. https://doi.org/10.3748/wjg.v21.i10.3072

Khalesi, S., Sun, J., Buys, N., and Jayasinghe, R. (2014). Effect of Probiotics on Blood Pressure. Hypertension, 64(4). https://doi.org/10.1161/HYPERTENSIONAHA.114.0346

Saez-Lara, M., Gomez-Llorente, C., Plaza-Diaz, J., & Gil, A. (2015). The Role of Probiotic Lactic Acid Bacteria and Bifidobacteria in the Prevention and Treatment of Inflammatory Bowel Disease and Other Related Diseases: A Systematic Review of Randomized Human Clinical Trials. Biomed Research International, 2015, 1-15. https://doi.org/10.1155/2015/505878

Didari, T. (2015). Effectiveness of probiotics in irritable bowel syndrome: Updated systematic review with meta-analysis. World Journal Of Gastroenterology, 21(10), 3072. https://doi.org/10.3748/wjg.v21.i10.3072

Sanchez, M., Darimont, C., Drapeau, V., Emady-Azar, S., Lepage, M., & Rezzonico, E. et al. (2013). Effect ofLactobacillus rhamnosusCGMCC1.3724 supplementation on weight loss and maintenance in obese men and women. British Journal Of Nutrition, 111(8), 1507-1519. https://doi.org/10.1017/s0007114513003875

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui Feb 16
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan