home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bahan Alami untuk Mengatasi Perut Kembung

Bahan Alami untuk Mengatasi Perut Kembung

Baru selesai menikmati makanan favorit, tetapi perut tiba-tiba terasa tidak nyaman. Anda merasa perut menjadi kembung dan tak kunjung reda setelah beberapa jam. Oleh sebab itu, ayo simak apa itu dan cara mengatasi perut kembung.

Apa itu perut kembung?

Perut kembung merupakan sebuah gejala yang menimbulkan rasa sakit dan membuat perut penuh seperti begah. Perut kembung juga dapat menjadi bagian dari kumpulan gejala yang sering disebut sebagai maag.

Selain itu, Anda mungkin akan bersendawa lebih sering atau perut suka mengeluarkan bunyi ketika mengalami perut kembung. Gejala ini dapat hadir bersamaan dengan gejala lain, seperti:

  • Darah di feses
  • Penurunan berat badan
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Perih ulu hati yang terus bertambah parah

Silakan berkonsultasi dengan dokter apabila perut kembung hadir dengan gejala-gejala di atas.

Lalu, apa penyebab dari perut kembung? Perut menjadi kembung karena saluran lambung dan usus terisi oleh gas dan udara. Hal ini dapat dipicu oleh hal yang dikonsumsi karena beberapa makanan dan minuman menghasilkan banyak gas ketika mencapai lambung. Maka dari itu, salah satu cara mengatasi perut kembung adalah dengan mencegah atau meminimalisasi sejumlah makanan.

Beberapa makanan dan minuman yang menghasilkan banyak gas di perut adalah:

  • Kubis, lobak, kacang-kacangan
  • Minuman bersoda
  • Minuman dengan pemanis fruktosa atau sorbitol

Selain makanan dan minuman, sejumlah kebiasaan juga mampu membuat perut menjadi kembung, yakni:

  • Mengunyah permen karet
  • Makan terburu-buru
  • Merokok

Tiga obat alami untuk mengatasi perut kembung

Sejumlah tanaman herbal dipercaya dapat menjadi obat alami untuk kembung.

Kunyit

Perut kembung termasuk dalam gejala gangguan pencernaan. Berdasarkan PeaceHealth, kandungan kurkumin pada kunyit telah diuji coba untuk gangguan pencernaan. Hasilnya, kunyit terbukti efektif membantu gangguan pencernaan, terutama ketika banyak gas berkumpul di perut.

Kunyit dianggap mampu mengatasi perut kembung karena mampu menenangkan otot saluran pencernaan yang menegang. Menenangkan otot di perut membuat gas menjadi tidak terjebak dan lebih mudah keluar. Maka dari itu, kunyit diklaim mampu menjadi obat alami untuk perut kembung.

Jahe merah

Jahe merah memiliki kandungan yang dikenal sebagai gingerol. Menurut studi Ginger in Gastrointestinal Disorders: A Systematic Review of Clinical Trials, kandungannya juga memiliki efek menenangkan otot saluran pencernaan yang menegang. Tak hanya itu, kandungannya juga mampu mengurangi tekanan pada otot halus kerongkongan bagian bawah, mengurangi keram di perut sehingga dapat mencegah perut kembung dan membantu mengatasi gejala maag lainnya.

Dengan kata lain, kebaikan jahe merah membantu pengosongan lambung menjadi lebih cepat ketika sedang bekerja dengan lambat.

Adas

Secara garis besar, tanaman herbal yang disebutkan sebelumnya memiliki efek yang sama. Efek ini membantu gas supaya tidak terjebak terlalu lama di perut. Begitu pula dengan tanaman adas yang disebut memiliki efek karminatif seperti dikaji pada studi Therapeutic and Pharmacological Potential of Foeniculum Vulgare Mill: A Review.

Tanaman adas juga telah lama digunakan sebagai obat tradisional untuk perut kembung, seperti di Inggris. Penggunaannya dianggap mampu mengatasi perut kembung dan membantu pencernaan. Alhasil, ketika menikmati makanan favorit malah membuat perut kembung dan tidak nyaman, ketiga tanaman ini mampu menjadi obat supaya perut kembali normal.

Akan tetapi, terkadang perut kembung dapat mengganggu produktivitas. Di tengah hari yang sibuk, sejumlah orang tak memiliki banyak waktu untuk menyiapkan bahan alami menjadi obat. Maka dari itu, Promag telah menyiapkan produk obat berbahan alami dari kunyit, jahe merah, adas, dan lainnya.

Berbagai macam kandungan Promag Gazero Herbal membantu meredakan perut kembung dan gangguan pencernaan umum. Obat ini dapat menjadi pilihan praktis dan mudah didapatkan ketika Anda tidak ingin perut kembung mengganggu hari Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bloating. (2019, March 26). familydoctor.org. Retrieved August 28, 2020, from https://familydoctor.org/condition/bloating/

Bloating: Causes and prevention tips. (n.d.). Johns Hopkins Medicine. Retrieved August 28, 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/bloating-causes-and-prevention-tips

Harvard Health Publishing. (2020, June 23). What’s causing that belly bloat? Harvard Health. Retrieved August 28, 2020, from https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/whats-causing-that-belly-bloat

Health topics A-Z. (n.d.). PeaceHealth. Retrieved August 28, 2020, from https://www.peacehealth.org/medical-topics/id/hn-2175005#hn-2175005-uses

Kooti, W., Moradi, M., Ali-Akbari, S., Sharafi-Ahvazi, N., & Asadi-Samani, M. (2015). Therapeutic and pharmacological potential of Foeniculum vulgare Mill: a review. Journal of HerbMed Pharmacology, 4(1), 1-9. https://www.researchgate.net/publication/280562395_Therapeutic_and_pharmacological_potential_of_Foeniculum_vulgare_Mill_A_review

Nikkhah Bodagh, M., Maleki, I., & Hekmatdoost, A. (2018). Ginger in gastrointestinal disorders: A systematic review of clinical trials. Food Science & Nutrition, 7(1), 96-108. https://doi.org/10.1002/fsn3.807

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Willyson Eveiro
Tanggal diperbarui 28/08/2020
x