home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

8 Fakta Penting Seputar Buang Air Besar (BAB)

8 Fakta Penting Seputar Buang Air Besar (BAB)

Kesannya, memang kurang penting membicarakan soal buang air besar (BAB). Namun, perlu diingat bahwa BAB sejatinya merupakan kegiatan yang terkait dengan reaksi biologis. Kebiasaan BAB bahkan bisa menjadi gambaran kondisi kesehatan seseorang.

Itulah mengapa biarpun kelihatannya sepele, fakta-fakta unik yang berkaitan dengan BAB dalam artikel berikut ini menjadi perlu untuk dibahas. Apa saja fakta-fakta yang dimaksud?

Beragam fakta terkait buang air besar

penyebab BAB buang air besar berdarah

Makna “BAB yang normal” mungkin berbeda-beda pada tiap orang. Ada orang yang bisa BAB setiap hari secara rutin, ada yang gampang mulas setelah makan, serta ada pula yang memilih antara toilet jongkok dan toilet duduk.

Di antara semua variasi tersebut, mana yang sebetulnya menyehatkan bagi Anda? Di bawah ini paparan jawaban menurut sejumlah ahli serta beberapa sumber lainnya.

1. Frekuensi BAB sangat bervariasi

Seseorang rata-rata pergi buang air besar satu hingga dua kali dalam sehari. Namun, ada juga yang susah buang air besar hingga tiga hari sekali. Selama perut terasa baik-baik saja dan Anda tidak kesulitan BAB, itu berarti tidak ada masalah.

Lantas, apa yang terjadi jika biasanya dalam sehari Anda buang air besar sekali dan kemudian tiba-tiba berubah menjadi tiga atau empat kali dalam sehari? Jangan khawatir dulu. Hal tersebut bisa saja terjadi karena perubahan bahan dan pola makan Anda.

Perubahan seperti itu mungkin saja menandakan hal yang baik, misalnya penambahan kadar serat dalam tubuh Anda. Akan tetapi, jika Anda mengalami sakit perut atau rasa tidak nyaman yang berkelanjutan, segeralah berkonsultasi kepada dokter.

2. Buang air besar yang terjadwal lebih bagus

Jika setiap hari Anda buang air besar pada waktu yang sama dan Anda merasa dapat mengatur jadwal tersebut, berarti sistem pencernaan Anda berada dalam kondisi yang prima. Meski begitu, jangan takut bila kondisi pencernaan Anda tidak demikian.

Felice Schnoll-Sussman, M.D., dokter ahli pencernaan di Jay Monahan Center, AS, menyatakan bahwa posisi tidur akan menutup perut selama Anda tertidur. Esok harinya, kotoran akan menekan ke bawah sehingga membuat Anda mulas.

Waktu yang umum bagi banyak orang untuk merasa mulas justru ketika pulang kerja. Begitu Anda melewati semua rutinitas pekerjaan, tubuh akan merasa rileks. Inilah waktu yang ideal bagi usus untuk menggerakkan ampas makanan menuju rektum.

3. Tiba-tiba mulas belum tentu berarti buruk

Pernahkah Anda tiba-tiba merasa mulas setelah makan? Lisa Ganjhu, profesor kedokteran klinis di NYU Langone Medical Center, AS, mengatakan bahwa hal ini merupakan refleks normal yang terjadi pada sistem pencernaan bayi.

Refleks tersebut rupanya tidak berubah pada sebagian orang dan itu sangatlah normal. Meskipun terasa tidak enak, Anda tidak perlu khawatir. Schnoll-Sussman menyatakan bahwa selama Anda masih sanggup menahan buang air besar, berarti itu wajar.

Akan tetapi, jika rasa mulas tidak bisa ditahan dan feses yang keluar tampak encer, ini mungkin gejala diare. Feses yang berbau menyengat, berair, atau menunjukkan ciri tidak wajar lainnya juga dapat menandakan sejumlah gangguan pencernaan.

4. Kopi merangsang buang air besar

Kopi memang dapat membantu Anda melek pada pagi hari, tapi minuman ini juga bisa menyebabkan mulas pada sebagian orang. Dalang di balik semua ini yakni kafein, zat perangsang alami yang memengaruhi sistem saraf dan sejumlah organ.

Melansir sebuah penelitian dalam European Journal of Sport Science, kafein membuat otot pada organ usus besar menjadi lebih aktif. Usus besar lalu berkontraksi sehingga mendorong feses menuju rektum. Inilah yang membuat Anda merasa mulas.

Uniknya, kopi decaf yang tidak mengandung kafein pun dapat menimbulkan efek yang sama. Minuman ini kemungkinan mengaktifkan gastrin atau kolesistokinin, yakni salah satu hormon pencernaan yang membantu mendorong makanan di dalam usus.

5. Menstruasi membuat Anda lebih sering BAB

Selain sakit perut, sindrom prahaid (PMS) juga bisa membuat Anda mengalami kembung, kram, dan lebih sering buang air besar. Beberapa wanita pun mengeluhkan feses yang encer seperti diare. Semua ini rupanya berkaitan dengan hormon.

Para ilmuwan menyatakan bahwa selama periode haid, tubuh wanita akan melepaskan lebih banyak hormon prostaglandin. Hormon ini memicu kontraksi otot-otot rahim. Tak jarang, kontraksi tersebut menjalar ke usus sehingga rasa mulas pun datang.

6. Buang air besar sambil berjongkok lebih baik

Perdebatan mengenai posisi BAB yang sehat memang tak ada habisnya. Namun, para ahli telah membuktikan bahwa sudut badan 90 derajat di atas toilet duduk bukanlah yang terbaik. Justru, jongkok dengan sudut badan 45 derajatlah yang tepat.

Berjongkok mengubah posisi rektum sedemikian rupa sehingga Anda dapat membuang feses tanpa harus banyak mengejan. Sebaliknya, posisi duduk justru menekan rektum sehingga Anda perlu menghabiskan waktu lebih lama untuk menuntaskan BAB.

BAB sambil berjongkok tentu sulit bila Anda hanya punya toilet duduk di rumah. Untuk mengatasinya, coba gunakan alat bantu yang bisa Anda gunakan sebagai pijakan. Alat ini akan mengubah sudut badan Anda sehingga memudahkan jalur keluarnya feses.

7. Anda lebih jarang BAB saat bepergian

Sebagian dari Anda mungkin pernah mengalami susah BAB ketika bepergian. Entah bagaimana, Anda yang tadinya rutin buang air besar justru mengalami sembelit selama berhari-hari berada di luar rumah.

Bagi Anda yang bepergian dengan pesawat, duduk berjam-jam dalam pesawat dengan tekanan udara yang berbeda ternyata bisa membuat usus kehilangan cairan. Akibatnya, gerak feses di dalam usus besar pun menjadi lebih lambat.

Berlibur juga berpotensi membuat Anda dehidrasi, sebab Anda tidak minum air sesering di rumah. Tanpa sadar, Anda mungkin juga mengonsumsi makanan yang berbeda dari biasanya atau merasa kurang nyaman bila harus BAB di tempat yang baru.

8. Setiap orang butuh waktu yang berbeda untuk BAB

Sama seperti frekuensi, durasi buang air besar setiap orang juga berbeda-beda. Ada yang membutuhkan waktu lama untuk menuntaskan BAB, tapi tidak sedikit pula yang mungkin hanya menghabiskan kurang dari lima menit.

Perbedaan ini sebenarnya wajar, asalkan bukan disebabkan oleh sembelit parah atau kebiasaan bermain ponsel saat BAB. Meski begitu, waktu terlama yang Anda habiskan untuk BAB sebaiknya tidak lebih dari 5 – 10 menit.

Berjongkok, apalagi duduk di atas toilet terlalu lama, bisa meningkatkan tekanan pada rektum dan anus. Darah lambat laun akan menumpuk dalam pembuluh vena di sekitar area ini. Jika Anda sering mengejan, semua ini bisa menjadi penyebab ambeien.

Setiap orang memiliki pengalaman buang air besar yang berbeda-beda. Selama Anda tidak mengalami masalah kesehatan tertentu, perbedaan ini semestinya bukanlah suatu hal yang besar.

Meski begitu, kebiasaan BAB bisa menunjukkan kondisi kesehatan Anda. Apabila Anda mengalami kondisi yang tidak biasa, segera konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Potty Talk: What is a Normal Bowel Movement – And Why Is This Important For Your Health?. (2016). Retrieved 8 April 2021, from https://intermountainhealthcare.org/blogs/topics/live-well/2016/03/normal-bowel-movement-why-it-is-important-for-your-health/

The Scoop on Poop: What Does Your Poop Say About Your Health?. (2020). Retrieved 8 April 2021, from https://www.pennmedicine.org/updates/blogs/health-and-wellness/2019/march/poop

Why Does Coffee Make You Poop?. (2018). Retrieved 8 April 2021, from https://www.healthline.com/nutrition/why-does-coffee-make-you-poop

How Long Should It Take You to Have a Bowel Movement?. (2018). Retrieved 8 April 2021, from https://health.clevelandclinic.org/how-long-should-it-take-you-to-have-a-bowel-movement/

Wilson P. B. (2016). Dietary and non-dietary correlates of gastrointestinal distress during the cycle and run of a triathlon. European journal of sport science, 16(4), 448–454. https://doi.org/10.1080/17461391.2015.1046191

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 3 minggu lalu
x