Panduan Merawat Bayi Dengan Berat Lahir Rendah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/06/2020 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Bayi yang memiliki berat lahir rendah pada umumnya disebabkan kondisi lahir prematur, faktor perkembangan dalam kandungan, atau bahkan lahir dengan badan yang lebih kecil karena genetik.  Apapun penyebabnya, bayi berat lahir rendah kemungkinan memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah dan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kematian saat masih usia bayi. Oleh karena itu diperlukan perawatan intensif terhadap kesehatan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR).

Dampak kesehatan bayi dengan berat lahir rendah

Jika bayi mengalami masalah kesehatan dalam kandungan dan dilahirkan secara prematur dengan berat lahir kurang dari 2,5 kg, maka bayi akan berisiko mengalami beberapa gejala berikut:

  • Kesulitan bernapas akibat gangguan pada saluran pernapasan
  • Lebih rentan terhadap penyakit infeksi
  • Kesulitan mempertahankan suhu tubuh agar tetap hangat
  • Rendahnya kadar gula darah

Kondisi BBLR dan lahir prematur merupakan penyebab utama kematian pada bayi. BBLR  juga dapat meningkatkan risiko gangguan perkembangan seperti gangguan emosi dan gangguan dalam menjaga berat badan sehingga lebih mudah mengalami obesitas. Saat usia dewasa, seseorang dengan riwayat BBLR juga cenderung lebih mudah terkena hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes.

Upaya yang dapat dilakukan dalam merawat bayi dengan berat lahir rendah

Untuk meminimalisir risiko gangguan perkembangan dan masalah kesehatan pada BBLR terdapat metode perawatan intensif yang dikenal dengan istilah Kangaroo Mother Care (KMC). Metode ini bertujuan untuk mendekatkan bayi dengan ibu dan melakukan pengawasan kondisi bayi. Berikut beberapa cara merawat BBLR mengacu pada metode KMC:

1. Memberikan ASI

ASI sangat penting bagi bayi dengan berat lahir rendah dan pemberian ASI merupakan cara terbaik dalam memenuhi kebutuhan nutrisi bayi dengan berat lahir rendah. Pemberian ASI sebaiknya dilakukan sesering mungkin, misalnya diberikan setiap empat hingga lima jam sekali.  Beberapa bayi dengan berat lahir rendah juga memerlukan suplemen mineral dan vitamin D di samping pemberian ASI, namun perlu dikonsultasikan kepada bidan atau dokter anak terlebih dahulu untuk memantau status gizi bayi.

2. Kontak antar kulit

Bayi yang terlahir dengan berat lahir rendah cenderung kesulitan mempertahankan suhu tubuh sehingga tubuh mereka cenderung memiliki suhu dingin. Hal ini disebabkan bayi dengan berat lahir rendah memiliki lapisan lemak yang tipis sehingga mudah menyebabkan hipotermia. Badan kesehatan dunia (WHO) menyarankan Ibu bayi melakukan kontak dengan bayi sesering mungkin dengan menggendong bayi menggunakan kain membentuk seperti kantung kangguru. Hal ini memudahkan untuk mengawasi perubahan kesehatan bayi dan pemberian ASI.

3. Menemani bayi tidur

Sebaiknya dilakukan pada bulan pertama usia bayi. Menemani tidur bayi dapat dilakukan dengan menggendong maupun meletakkan bayi di samping ibu. Bayi dengan berat lahir rendah juga sebaiknya digendong  atau didekatkan dengan ibu bayi.

4. Memonitor kesehatan bayi

Lakukanlah pengawasan pada bayi secara rutin dengan memperhatikan permukaan kulit, pernapasan, dan suhu tubuh bayi. Berikut gejala yang harus diwaspadai pada bayi berat lahir rendah dan segera lakukan periksakan ke dokter:

  • gejala sakit kuning: terdapat perubahan warna menjadi kuning pada kulit dan mata
  • sesak napas atau napas tidak teratur
  • demam
  • bayi terlihat lemas dan tidak mau menyusui

5. Menghindari penularan penyakit infeksi

Penularan penyakit seperti flu, diare, dan pneumonia merupakan infeksi yang paling sering dialami bayi dan dampaknya akan lebih parah pada bayi dengan berat lahir rendah. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan diri sendiri, kebersihan lingkungan rumah, dan kebersihan alat keperluan bayi.  Khusus penyakit yang dapat ditularkan melalui droplet udara seperti tuberkulosis dan influenza, jauhkan bayi Anda dan minimalisirlah kontak dengan penderita, karena permukaan benda maupun udara yang tercemar kuman akan sangat mudah menularkan penyakit kepada  bayi.

6. Menghindari paparan asap rokok

Asap rokok merupakan paparan yang berbahaya bagi bayi. Dampak pada bayi berupa asma dan infeksi saluran pernapasan dan telinga. Bahkan pada bayi berat lahir rendah dapat menyebabkan sindrom kematian mendadak. Oleh karena itu, bayi perlu  dihindarkan dari asap rokok sebisa mungkin.

Hal paling terpenting dalam merawat BBLR adalah pemenuhan nutrisi dengan pemberian ASI dan kontak antar kulit antara ibu dan bayi. Hal ini bertujuan untuk memudahkan ibu mengawasi perubahan pada bayi dan lebih mudah untuk pemenuhan nutrisi. BBLR juga memerlukan dukungan fisik, psikologis, dan medis dalam menjaga kesehatan dan mengatasi masalah kesehatan yang mungkin dialami.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . 5 menit baca

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Tips ini akan membantu Anda menerapkan kebiasaan kesehatan gigi dan mulut pada anak sejak dini. Yuk, cari tahu apa saja caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Parenting, Tips Parenting 16/06/2020 . 5 menit baca

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 menit baca

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 7 menit baca
pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca