Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cara Tepat Menggendong Bayi yang Penting Diketahui Orangtua

Cara Tepat Menggendong Bayi yang Penting Diketahui Orangtua

Banyak ibu baru merasa canggung saat hendak menggendong si kecil. Apalagi, tubuh bayi baru lahir masih belum cukup kuat sehingga Anda mungkin akan sangat berhati-hati. Agar tidak bingung, simak penjelasan mengenai cara yang tepat menggendong bayi di bawah ini.

Cara menggendong bayi dengan tangan

cara menggendong bayi

Sebagai orangtua baru, menjadi hal yang lumrah saat Anda melatih diri untuk mengetahui bagaimana cara menggendong bayi baru lahir menggunakan tangan.

Apalagi, ini juga merupakan salah satu perawatan bayi baru lahir yang perlu Anda lakukan.

Mengutip dari Kids Health, berikut adalah langkah-langkah yang perlu diperhatikan sebelum menggendong bayi.

  • Cuci tangan atau pastikan tangan bersih sebelum menggendong bayi.
  • Pastikan menyangga leher dan kepala bayi dengan lengan Anda.
  • Hindari mengguncang tubuh bayi yang baru lahir

Setelah memperhatikan langkah-langkah di atas, berikut adalah beberapa cara menggendong si kecil yang baru lahir dengan menggunakan tangan.

1. Menggendong atau menimang

cara menggendong bayi

Ini merupakan cara menggendong bayi yang paling sering Anda lakukan. Baik untuk sekadar menggendong atau sekaligus menyusui.

Pertama, letakkan kepala serta leher bayi pada lekukan lengan. Lalu, letakkan lengan Anda yang lainnya di area tangan untuk mempererat gendongan atau di pantat bayi.

Saat bayi sudah berada di posisi nyaman, Anda bisa sekaligus menimang dengan pelan. Ini juga merupakan posisi yang tepat untuk menatap dan berbicara dengan si kecil.

2. Menahan perut

Anda juga bisa mencoba cara menggendong si kecil yang satu ini walaupun terlihat menantang. Ini merupakan posisi yang tepat saat perutnya kembung atau terdapat gas.

Caranya, letakkan dada bayi di salah satu lengan Anda. Lalu, gunakan lengan Anda yang lain untuk mengelus punggung serta menahan agar ia tidak jatuh.

3. Menggendong di bahu

memeluk bayi

Selain menimang, cara menggendong bayi di bahu juga menjadi hal yang biasa orangtua lakukan. Cukup dengan menyandarkan bayi di atas bahu Anda dan menahannya dengan lengan yang sama.

Gunakan tangan lainnya untuk menopang leher serta menahan punggung. Anda juga bisa menggunakan cara yang satu ini agar si kecil mudah bersendawa.

4. Menggendong di pinggul

Apabila si kecil sudah bisa mengontrol kepala dan leher, Anda juga bisa mencoba cara menggendong bayi yang satu ini.

Cukup dengan meletakkan bayi di area tulang pinggul Anda, lalu tahan pinggang si kecil dengan menggunakan lengan. Ini juga merupakan salah satu cara agar ia bisa lebih leluasa melihat sekitar.

Cara menggendong bayi dengan menggunakan gendongan

Selain menggunakan tangan, orangtua juga bisa mencoba alternatif lainnya. Yaitu, menggendong bayi dengan bantuan alat gendong.

Apabila Anda sudah memilih jenis gendongan sesuai dengan keinginan, jangan lupa untuk mengetahui cara menggendong si kecil yang tepat.

Hal ini perlu Anda lakukan untuk menghindari cedera pada bagian tubuh anak akibat posisi menggendong yang salah.

Baik cara menggendong si kecil di bagian depan atau belakang, hal yang perlu diperhatikan adalah kaki.

Pastikan agar pinggul dan paha sedikit ditekuk lalu kaki menyebar ke bagian samping.

Ini bermanfaat untuk meningkatkan perkembangan pinggul serta mengurangi risiko dislokasi pinggul.

Berikut cara menggendong si kecil yang bisa Anda lakukan saat menggunakan gendongan, seperti:

1. Menggendong di depan

memeluk bayi
Sumber: Ergo Baby

Cara menggendong bayi dengan menggunakan gendongan di bagian depan dapat Anda lakukan sejak bayi baru lahir.

Asalkan, anak tidak mempunyai masalah kesehatan tertentu serta berat badan sudah mencapai 3 kg.

Hal yang perlu diperhatikan, pastikan Anda tetap dapat melihat wajahnya dan lakukan hal ini hingga ia berusia 4 bulan.

Berikut beberapa cara menggendong si kecil di bagian depan.

  1. Pakai gendongan dan kendurkan terlebih dahulu tali-tali penyangganya jika diperlukan.
  2. Setelah itu, angkat bayi dan taruh ke dalam gendongan.
  3. Jika kesulitan, mintalah bantuan pasangan untuk menaruh bayi dengan posisi menghadap ke arah dada atau ke arah luar.
  4. Kemudian, posisikan kaki bayi agar kakinya membuka membentuk huruf M (lihat gambar).
  5. Posisi ini membuat beban di antara persendian pinggul dan paha bayi tidak terlalu berat dan paha tidak terlalu menggantung ke bawah.
  6. Pastikan wajah bayi tetap terlihat dari atas dan tidak tertutupi oleh baju agar tidak kesulitan bernapas.
  7. Sesuaikan lubang yang terdapat di bawah gendongan tempat kaki bayi agar tidak terlalu longgar atau terlalu kencang.
  8. Cek secara berkala dan pastikan ia tidak dalam posisi melengkung, tinggi sebelah, dan wajahnya tidak terlalu menempel ke kain atau dada.

2. Menggendong di belakang

jenis gendongan
Sumber: Ergobaby

Cara menggendong si kecil di belakang sebenarnya mirip dengan menggendongnya di depan. Hanya saja, Anda perlu lebih hati-hati.

Pasalnya, Anda tidak bisa mengawasi apa yang bayi lakukan saat menggendongnya di belakang. Sesuaikan cara menggendong bayi dengan usianya. Bila Anda ingin menggendong di belakang pastikan bayi sudah bisa duduk agar kuat menopang kepalanya.

Selain itu, Anda juga perlu meminta bantuan orang lain untuk menaikkan bayi ke dalam gendongan untuk menghindari cedera.

Kemudian, pastikan bayi menempel dekat dengan punggung. Kencangkan gendongan, tetapi jangan lupa berikan ruang agar bayi merasa nyaman.

Prinsip dalam menggunakan gendongan bayi

Agar Anda melakukan cara menggendong yang aman, coba lakukan prinsip-prinsip yang dikenal sebagai TICKS, yaitu:

  • Tight atau erat, seperti memeluk si kecil sehingga Anda dan bayi merasa nyaman.
  • In view at all times, Anda dapat selalu melihat wajah bayi.
  • Close enough to kiss, kepala bayi dekat dengan Anda sehingga mudah menciumnya saat digendong.
  • Keep chin off the chest, dagu bayi tidak menekuk ke arah dada, sehingga tidak mengganggu pernapasan
  • Support back, gendongan yang dipakai bisa menyangga punggung bayi.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How to hold a newborn: in pictures. (2021). Retrieved 2 March 2021, from https://raisingchildren.net.au/newborns/health-daily-care/holding-newborns/how-to-hold-your-newborn#

The Benefits of Baby Carrying – The Natural Child Project. (2021). Retrieved 2 March 2021, from https://www.naturalchild.org/articles/guest/elizabeth_antunovic.html

Nursing Positions (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2021). Retrieved 2 March 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/nursing-positions.html

A Guide for First-Time Parents (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2021). Retrieved 2 March 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/guide-parents.html

Positioning | La Leche League International. (2021). Retrieved 2 March 2021, from https://www.llli.org/breastfeeding-info/positioning/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 18/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x