Agar Tak Bosan di Rumah, Ini Menu Takjil yang Bisa Dimasak Bersama Si Kecil

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah si kecil sedang belajar berpuasa? Agar ia tidak mudah bosan ketika harus berpuasa di rumah saja, ibu bisa mengajaknya ke dapur untuk mengolah menu berbuka atau takjil bersama anak. Sambil menunggu waktu berbuka puasa, ada beragam menu makanan yang dapat dimasak bersama si kecil. Lebih lengkapnya, simak penjelasannya berikut ini.

Beragam kreasi menu takjil untuk anak

Menjelang azan magrib, ibu dan si kecil bisa membuat menu berbuka puasa yang sehat dan bernutrisi. Jangan lupa memastikan bahwa takjil yang dibuat juga harus mengandung kadar air yang cukup untuk mengganti cairan tubuh yang hilang saat berpuasa. Berikut pilihan menu takjil yang dapat ibu masak bersama si kecil.

Bubur kacang hijau

Kacang hijau yang kaya dengan nutrisi penting ini sangat cocok dijadikan sebagai menu takjil untuk anak. Kacang yang mudah ditemukan di Indonesia ini merupakan salah satu sumber protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan terbaik. Tingginya kandungan serat pada kacang hijau juga mampu melancarkan pencernaan tubuh.

Manfaat kesehatan lain dari kacang hijau adalah kandungan antioksidan yang terdapat pada kacang ini. Antioksidan membantu tubuh melawan radikal bebas yang mampu merusak dalam tubuh.

Agar anak tak bosan ketika menunggu menu takjil ini disajikan, Anda dapat mengajaknya bermain permainan yang sesuai dengan usianya.

Apabila di bawah 2 tahun, ajak anak menebak warna peralatan masak yang digunakan. Jika telah menginjak usia sekolah, ibu dapat memintanya untuk menyebutkan huruf pada buku resep yang ibu gunakan untuk memasak bubur kacang hijau.

Kue kering dari wortel

Wortel adalah sayuran dengan kandungan air yang tinggi, yakni sebesar 88,29%. Saat berpuasa, sangat penting untuk menjaga kadar air di dalam tubuh supaya tidak dehidrasi.

Selain minum air putih yang cukup, sumber cairan saat puasa juga didapatkan dari makanan dan minuman lain yang dikonsumsi. Oleh karena itu, usahakan menu takjil untuk anak merupakan makanan dengan kandungan air yang tinggi.

Dengan mengonsumsi wortel, ibu dapat membantu si kecil dan keluarga memenuhi kebutuhan cairan, sehingga tidak mengalami dehidrasi ketika berpuasa. Selain itu, aktivitas seru yang bisa dilakukan ketika membuat menu takjil untuk anak ini adalah mengajaknya untuk membuat adonan kue kering wortel.

Ibu bisa mengajak si kecil untuk bantu memasukkan bahan-bahan kue kering sebelum diolah. Kemudian ia dapat membantu menaruh choco chip di atas adonan kue yang telah dibentuk.

Pisang bakar

Menu pisang bakar mampu memenuhi keinginan berbuka puasa dengan yang manis. Tak hanya memiliki rasa yang manis, pisang juga memiliki beragam nutrisi yang baik untuk kesehatan. Sebuah pisang berukuran sedang mengandung nutrisi:

  • Vitamin B6
  • Serat
  • Kalium
  • Magnesium
  • Vitamin C

Membantu ibu memasak pisang bakar bisa menjadi salah satu aktivitas yang disukai oleh anak sebelum jam berbuka puasa. Si kecil dapat membantu mengoleskan pisang dengan mentega sebelum pisang dipanggang. Setelah dipanggang hingga kecokelatan, pisang bakar pun siap dinikmati menjadi takjil manis nan lezat.

Es buah sebagai menu takjil untuk anak

Membuat es buah bersama ibu dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan dengan anak menjelang waktu berbuka. Pilih buah-buahan yang memiliki warna dan rasa yang beragam, serta mampu mengembalikan cairan dalam tubuh yang hilang selepas berpuasa.

Contoh buah-buahan yang dapat dijadikan es buah sekaligus membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh adalah:

  • Semangka
  • Nanas
  • Apel
  • Jeruk
  • Stroberi

Aktivitas yang dapat dilakukan bersama anak saat membuat es buah ini berupa menebak nama-nama buah, membedakan warna-warna buah, atau membedakan rasa buah. Ibu bisa juga menambahkan kolang kaling sebagai buah kaya antioksidan yang berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh anak.

Cara menjaga tubuh tetap terhidrasi saat puasa

Di samping memasak menu takjil yang kaya akan nutrisi untuk anak, jangan lupa ibu memastikan si kecil mendapat asupan cairan yang paling utama, yakni dengan minum air putih. Sebelum menyantap takjil, awali berbuka dengan air putih dan kurma. Air putih akan lebih cepat mengganti cairan tubuh yang hilang setelah seharian berpuasa dan beraktivitas di rumah

Sebaiknya sediakan air mineral di rumah karena air mengandung nutrisi penting yang menunjang kesehatan tubuh, seperti kalsium, magnesium, dan kalium. Kandungan mineral ini dapat membantu pertumbuhan tulang, aktivitas otot, dan saraf. 

Pastikan Ibu memilih air mineral berkualitas, berasal dari sumber air pegunungan alami, yang ekosistem di sekitar sumber airnya terlindungi. Sumber yang terlindungi akan menjaga kekayaan dan kealamian mineralnya, yang baik bagi kesehatan keluarga. 

Oleh karena itu, agar puasa berjalan lancar dan tubuh tetap segar, minum 8 gelas air mineral per hari  dengan pembagian 2 gelas saat berbuka, 4 gelas setelah berbuka dan shalat tarawih, dan 2 gelas lagi saat sahur. Ajak keluarga mengikuti pola minum ini agar tubuh tetap terhidrasi selama menjalankan ibadah di bulan Ramadan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Menyiasati Jadwal Minum Obat saat Puasa Ramadan

    Puasa di bulan Ramadan wajib bagi umat muslim. Keharusan minum obat secara rutin bisa disiasati agar tetap bisa menjalankan puasa dengan tenang.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Hari Raya, Ramadan 19 April 2020 . Waktu baca 4 menit

    7 Tips Aman Berolahraga Saat Musim Hujan yang Dingin dan Berangin

    Jangan jadikan musim hujan sebagai alasan untuk absen olahraga karena takut masuk angin atau terpleset. Baca dulu cara amannya olahraga saat musim hujan.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
    Hidup Sehat, Tips Sehat 9 November 2018 . Waktu baca 4 menit

    4 Menu Takjil yang Padat Energi untuk Bekal Olahraga Malam

    Olahraga saat puasa bisa Anda lakukan di malam hari setelah berbuka puasa. Untuk itu, Andap perlu menu takjil yang dapat memberi energi tambahan.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Konten Bersponsor
    menu takjil
    Hari Raya, Ramadan 7 Juni 2018 . Waktu baca 4 menit

    5 Menu Takjil Buka Puasa yang Nikmat Tapi Tetap Sehat

    Berbuka puasa memang sebaiknya dengan yang manis, tapi kalau terlalu manis malah buruk efeknya. Simak menu takjil buka puasa yang sehat tapi tetap nikmat.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hari Raya, Ramadan 5 Juni 2017 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Konten Bersponsor
    Minum air mineral selama puasa dapat membantu kebutuhan cairan tubuh

    Meski di Rumah Saja, Ini Pentingnya Minum yang Cukup Selama Puasa

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 21 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
    Konten Bersponsor
    Frekuensi sikat gigi saat puasa dan pemilihan pasta gigi yang tepat dapat menjaga kesegaran mulut dan meminimalisasi bau mulut saat puasa

    Agar Mulut Tak Bau, Haruskah Sikat Gigi Lebih Sering Selama Puasa?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 13 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
    minuman isotonik saat puasa

    Perlukah Konsumsi Minuman Isotonik Saat Puasa?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 12 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit
    lemas saat puasa

    4 Tips Mengatasi Lemas Saat Puasa yang Mudah Dilakukan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 6 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit