5 Manfaat Seledri yang Mengejutkan Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Siapa yang tidak tahu seledri? Anda pasti pernah menjadikan sayuran ini sebagai tambahan untuk mempercantik makanan atau teman bawang goreng dalam kuah bakso. Daun hijau keriting kecil ini rupanya memiliki kandungan nutrisi dan manfaat kesehatan yang mengejutkan bagi tubuh. Nah, untuk tahu lebih jelas mengenai kandungan dan manfaat seledri, simak penjelasannya berikut ini, yuk!

Kandungan gizi pada seledri

Seledri, yang memiliki nama ilmiah apium graveolens, adalah sayuran dalam keluarga tanaman jenis apiaceae. Dalam 100 gram seledri, Anda bisa menemukan kandungan nutrisi seperti berikut ini:

  • Air: 93 gram
  • Protein: 1 gram
  • Lemak: 0.1 gram
  • Karbohidrat: 4.6 gram
  • Serat: 2 gram
  • Kalsium: 50 miligram (mg)
  • Fosfor: 40 mg
  • Zat besi: 1 mg
  • Natrium: 64 mg
  • Kalium: 258.8 mg
  • Tembaga: 0.08 mg
  • Seng: 0.4 mg
  • Beta-karoten: 63 mikrogram (mcg)
  • Karoten total: 130 mcg
  • Thiamin (Vitamin B1): 0.03 mg
  • Riboflavin (Vitamin B2): 0.07 mg
  • Niasin (Niacin): 0.4 mg
  • Vitamin C: 11 mg

Manfaat seledri bagi kesehatan

Dengan kandungan nutrisinya yang melimpah, Anda bisa menemukan segudang manfaat kesehatan dari seledri, seperti berikut ini:

1. Menurunkan kadar kolesterol tubuh

Salah satu manfaat kesehatan dari seledri adalah membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Sebuah penelitian pada tahun 2014 lalu juga ikut membuktikan bahwa seledri memang dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).

Jika kadar LDL terlalu banyak dalam darah, risiko mengalami penyakit jantung dan stroke pun meningkat. Ekstrak seledri tidak hanya membantu menurunkan kolesterol jahat, tetapi juga trigliserida dalam darah.

Bahkan, mengonsumsi sayuran yang satu ini juga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Oleh sebab itu, jika  ingin mengurangi risiko dari berbagai penyakit serius tersebut, Anda bisa memasukkan seledri ke dalam menu makanan harian.

2. Menurunkan tekanan darah

Tahukah Anda bahwa seledri ternyata juga memiliki manfaat dalam menurunkan tekanan darah? Journal of Medicinal Food memuat sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 mengenai dampak penggunaan ekstrak biji seledri pada tekanan darah.

Penelitian pada hewan tersebut yang menyatakan bahwa ekstrak biji seledri ternyata dapat membantu menurunkan tekanan darah. Namun, untuk memastikan kebenarannya, harus melakukan penelitian lebih lanjut pada manusia.

Selain itu, penelitian lain pada tahun 2016 menyarankan orang dengan tekanan darah tinggi untuk mengonsumsi lebih banyak serat. Mengingat seledri merupakan sayuran yang kaya akan serat, Anda bisa memasukkan sayuran ini ke dalam menu makanan harian jika ingin menurunkan tekanan darah.

3. Mencegah peradangan

Manfaat kesehatan lain yang bisa Anda rasakan dari seledri adalah pencegahan terhadap peradangan. Bagaimana bisa? Ternyata, seledri memiliki kandungan apigenin yang memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, antivirus, dan antioksidan yang juga dapat melakukan perlawanan terhadap radikal bebas penyebab kanker.

7 Makanan Sumber Antioksidan Tinggi untuk Lawan Radikal Bebas

Sebuah penelitian pada tahun 2015 membuktikan bahwa apigenin dan makanan yang kaya akan apigenin berpotensi membantu mengurangi inflamasi atau peradangan sekaligus mengembalikan keseimbangan pada sistem imun yang sempat melemah.

4. Menjaga kesehatan organ hati

Seledri ternyata juga memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan organ hati. Pasalnya, ekstrak metanol dari biji seledri ternyata mampu melindungi hati dari kerusakan. Saat organ ini mengalami kerusakan, pemeriksaan laboratorium dapat menunjukkan hasil abnormal seperti peningkatan albumin, SGOT, SGPT, dan total protein.

Namun ternyata ekstrak dari daun seledri dapat menurunkan hasil-hasil abnormal tersebut. Ketika jaringan hati dilihat di bawah mikroskop, terlihat adanya perbaikan struktur jaringan hati setelah pemberian ekstrak daun seledri.

Selain itu, menurut sebuah penelitian pada tahun 2015, kandungan antioksidan yang terdapat dalam seledri juga memiliki peranan penting dalam pengobatan untuk berbagai masalah liver.

5. Mencegah dehidrasi

Menurut sebuah penelitian, seledri termasuk salah satu sayuran yang memiliki kandungan air yang cukup tinggi. Bahkan, penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 tersebut menyatakan bahwa kandungan air di dalam seledri berkisar antara 90-99 persen.  Tak heran jika sayuran ini memiliki manfaat dalam menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Oleh sebab itu, Anda bisa mengonsumsi sayuran yang satu ini jika ingin mencegah dehidrasi. Ya, mengonsumsi seledri dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan cairan tubuh harian.

Bahkan, tingginya kandungan air dalam seledri membuat sayuran ini menjadi salah satu makanan ringan yang pas untuk dikonsumsi saat udara terasa begitu panas.

 

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Manfaat Pisang yang Jadi Buah Favorit Banyak Orang

Tak banyak yang tahu bahwa kandungan kalium dalam pisang berkhasiat menurunkan risiko stroke. Apa lagi manfaat pisang untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Fakta Gizi, Nutrisi 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Pil KB berhubungan dengan hormon. Itu sebabnya, saat Anda memutuskan untuk berhenti minum pil KB akan muncul berbagai efek samping. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Beberapa orang ada yang memiliki hidung kurang sensitif sehingga sulit mencium bau yang ada di sekitarnya. Kenapa bisa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Sebagai orangtua, Anda perlu tau bedanya anak yang aktif dan hiperaktif. Yuk, kenali tanda dan cara mengatasi anak hiperaktif!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Anak, Parenting 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara pakai termometer

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
apa itu lucid dream

Sedang Mimpi Tapi Sadar? Begini Penjelasan Fenomena Lucid Dream

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengenal Misophonia

Misophonia, Alasan Mengapa Anda Benci Suara Tertentu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit