Yang Bisa Terjadi Pada Bayi Setelah Beralih dari ASI ke Susu Formula

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Terkadang, peralihan dari ASI ke susu formula diperlukan oleh bayi dan juga ibu. Beberapa hal bisa menjadi pertimbangan dalam memutuskan hal ini, terutama jika bayi sudah berusia lebih dari 6 bulan. Namun, tetap saja susu formula tidak dapat menggantikan kebaikan ASI. Peralihan dari ASI ke susu formula pun terkadang tidak berjalan dengan mulus, terdapat berbagai perubahan yang memengaruhi bayi.

Apakah memberikan susu formula baik untuk bayi yang sebelumnya menyusu ASI?

Berbagai hal bisa mendasari keputusan ibu untuk beralih dari ASI ke susu formula. Ibu bisa benar-benar beralih ke susu formula saja atau mengombinasikan susu formula dengan ASI. Tambahan susu formula pada asupan sehari-hari bayi bisa dikarenakan oleh ibu yang kembali bekerja.

Ibu yang bekerja kadang merasa repot jika harus memompa ASI-nya secara teratur, sehingga mereka memilih untuk memberikan susu formula untuk bayinya jika ia sedang bekerja. Hal lainnya yang menjadi alasan ibu adalah karena ibu merasa ia tidak cukup menyediakan ASI untuk bayinya, sehingga bayi tidak mendapatkan ASI yang cukup untuk berkembang dengan baik.

Beberapa hal mungkin juga bisa menjadi tanda bahwa bayi membutuhkan asupan tambahan dari susu formula, selain dari ASI. Seperti:

  • Bayi mengalami kehilangan berat badan lebih dari normal. Bayi kehilangan berat badan hingga 10% dari berat lahir mereka selama lima hari pertama kehidupan. Selama lima hari pertama, mungkin bayi mengalami kenaikan berat badan sekitar 28 gram per hari, kemudian pada 2 minggu pertama bayi kembali ke berat badan lahirnya.
  • Payudara Anda tidak merasa ringan atau kosong setelah menyusui. Ini bisa menjadi tanda bahwa bayi tidak cukup banyak mendapatkan ASI.
  • Bayi yang berusia lebih dari 5 hari hanya buang air kecil kurang dari 6 kali per hari. Bayi juga rewel dan terlihat lesu sepanjang hari.

Namun, apapun alasannya, ASI tentu lebih baik daripada susu formula untuk bayi, terutama bayi yang masih berusia di bawah 6 bulan. Perlu diingat bahwa semakin lama Anda memberikan ASI untuk bayi maka semakin baik, walaupun Anda hanya memberikan ASI sebanyak satu atau dua kali dalam sehari. Jadi, jika Anda ingin memberikan susu formula pada bayi karena alasan tertentu, sebaiknya Anda tetap mengombinasikannya dengan ASI.

Apa yang dapat terjadi pada bayi setelah ia beralih dari ASI ke susu formula?

Pada awal-awal bulan setelah bayi lahir, sebagian besar ibu pasti berusaha untuk memberikan ASI pada bayinya. Namun, lama-kelamaan dengan berbagai pertimbangan atau pada bayi yang sudah berusia lebih dari 6 bulan, ibu kemudian memutuskan untuk beralih dari ASI ke susu formula. Susu formula dirasa dapat memudahkan ibu, terlebih lagi bagi ibu yang bekerja. Namun, di balik kemudahannya itu, tentunya susu formula tidak dapat menggantikan manfaat dari ASI.

1. Memengaruhi frekuensi menyusu bayi

Memberikan susu formula pada bayi dapat memengaruhi frekuensi menyusu mereka. Susu formula yang diperkenalkan lebih cepat lama-kelamaan bisa saja menggantikan ASI. Jika ibu lebih sering memberikan susu formula pada bayi, maka bayi akan lebih memilih susu formula dibandingkan dengan ASI. Hal ini bisa dilihat dari frekuensi menyusu bayi di payudara ibu yang mulai menurun, yang juga dapat menyebabkan produksi ASI menjadi lebih sedikit.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memperhatikan jumlah dan jadwal pemberian susu formula pada bayi yang masih menyusu ASI. Anda bisa mulai dengan memberikan bayi susu formula sebanyak satu atau dua kali dalam satu hari. Dengan begitu, bayi tetap masih menyusu ASI dan juga bisa diberi susu formula. ASI masih dibutuhkan bayi untuk memberikannya antibodi yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi.

2. Bayi kenyang lebih lama

Bayi yang beralih ke susu formula biasanya akan merasa kenyang lebih lama dibandingkan dengan bayi yang masih diberi ASI. Hal ini terjadi karena susu formula lebih lama diserap oleh tubuh bayi dibandingkan ASI. Sehingga, perubahan dari ASI ke susu formula bisa menyebabkan asupan susu bayi lebih sedikit.

3. Perubahan pada feses bayi

Bayi ASI yang sudah diberi susu formula juga mengalami perubahan dalam hal buang air besarnya. Feses bayi akan mengalami perubahan dalam hal warna yang menjadi agak kecoklatan dan perubahan bau yang lebih kuat. Bayi juga bisa lebih sering buang air besar setelah diberi susu formula.

Jika Anda menemukan darah di feses bayi atau bayi muntah, ini menjadi tanda bahwa bayi tidak bisa menerima susu formula dengan baik. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter anak Anda.

 

BACA JUGA

Share now :

Direview tanggal: November 3, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 27, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca