5 Tips Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Anak dengan Cerebral Palsy

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Salah satu kendala yang dihadapi oleh anak dengan cerebral palsy adalah sulitnya memenuhi kebutuhan nutrisi. Pasalnya, penyakit ini membatasi kemampuan motorik sehingga anak tidak mampu beraktivitas secara mandiri. Orangtua perlu berperan aktif agar penyakit ini tidak menghalangi anak dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Kiat memenuhi kebutuhan gizi anak dengan cerebral palsy

Melansir Irish Nutrition & Dietetic Institute, anak dengan cerebral palsy lebih berisiko mengalami kurang gizi. Penyebabnya bisa berasal dari ketidakmampuan untuk makan sendiri, gangguan saat mengunyah dan menelan, hingga bentuk makanan yang harus dimodifikasi.

Walau demikian, orangtua dapat berupaya memenuhi kebutuhan nutrisi anak dengan cerebral palsy melalui cara berikut:

1. Memodifikasi bentuk makanan dan porsi makan anak

menu MPASI tunggal

Modifikasi bentuk dan porsi makanan terkadang diperlukan agar anak bisa makan lebih banyak. Anda mungkin perlu mencincang dan menghaluskan makanan, atau menambahkan kaldu, susu, dan kuah agar anak dapat makan dengan lebih mudah.

Jika si kecil tergolong susah makan, coba bagi porsi makan utama yang tadinya tiga kali sehari menjadi 5-6 kali dengan porsi yang lebih kecil. Saat anak makan, biarkan ia mengunyah secara perlahan dengan diselingi minum untuk membantunya menelan.

2. Memberikan makanan lewat tabung bila diperlukan

Beberapa anak dengan cerebral palsy tidak bisa mengunyah dan menelan dengan baik sehingga sulit bagi orangtua untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mereka. Anak juga berisiko tersedak sehingga satu-satunya jalan adalah memberikan makanan melalui tabung.

Pemberian makanan lewat tabung juga dilakukan apabila anak hanya bisa makan dalam jumlah sedikit. Dengan cara ini, orangtua tetap bisa memenuhi kebutuhan nutrisi anak dengan cerebral palsy secara optimal. Risiko efek sampingnya pun lebih kecil.

3. Memberikan asupan suplemen

mengatasi radang

Hambatan makan yang dialami anak-anak dengan cerebral palsy sering kali membuat mereka tidak bisa memperoleh seluruh nutrisi yang dibutuhkan. Oleh sebab itu, dokter dan ahli gizi akhirnya memberikan suplemen berisi vitamin, mineral, protein, atau kalori.

Meski efektif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak dengan cerebral palsy, pemberian suplemen harus dilakukan sesuai anjuran dokter dan ahli gizi. Hal ini disebabkan karena dosis dan bentuk suplemen yang diperlukan berbeda-beda pada tiap anak.

4. Menyesuaikan asupan makan dengan kondisi anak

Setiap anak dengan cerebral palsy memiliki kondisi kesehatan yang beragam sehingga kebutuhan nutrisinya juga berbeda. Misalnya, anak yang memiliki otot padat dan senang bergerak memerlukan lebih banyak kalori dibandingkan anak yang berotot lemah.

Beberapa anak mungkin bermasalah dengan sembelit sehingga harus mengonsumsi lebih banyak serat. Pada kasus lainnya, ada pula anak-anak yang harus mendapatkan lebih banyak kalsium, vitamin D, dan fosfor karena kepadatan tulangnya rendah.

5. Membuat jurnal nutrisi anak

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak dengan cerebral palsy, Anda perlu memantau apa yang ia konsumsi. Maka dari itu, orangtua disarankan membuat jurnal nutrisi yang berisikan asupan makanan utama, makanan selingan, serta minuman dalam sehari.

Jurnal nutrisi akan membantu dokter dan ahli gizi dalam mengenali pola makan anak. Dengan begitu, mereka dapat menentukan jenis diet yang sesuai bagi buah hati Anda. Anda pun bisa berkonsultasi apabila anak tidak mau mengonsumsi bahan makanan tertentu.

Memenuhi kebutuhan nutrisi anak yang menderita cerebral palsy merupakan tantangan tersendiri bagi orangtua. Kuncinya adalah mengenali kondisi kesehatan anak serta memantau asupannya agar Anda memahami pola makannya setiap hari.

Pastikan Anda juga rutin membawa si kecil ke dokter untuk melihat perkembangannya. Bila berat badannya terus turun atau ia tidak memperoleh nutrisi yang diperlukannya, anak Anda mungkin perlu menjalani pola makan yang berbeda.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 28, 2019 | Terakhir Diedit: Desember 10, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca