3 Manfaat Penting Buah dan Sayur Bagi Anak yang Sayang Jika Dilewatkan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/04/2020
Bagikan sekarang

Asupan serat yang mencukupi sejak dini merupakan salah satu faktor penting untuk mendukung proses tumbuh kembang anak. Nah, mendapatkan makanan tinggi serat untuk bayi atau anak sebetulnya tidak sulit. Anda boleh mulai memberikan buah dan sayur untuk bayi atau anak jika ia sudah bisa makan makanan lunak atau menggenggam makanan padat. Apa saja manfaatnya?

Manfaat makan sayur dan buah untuk bayi dan anak

Berbagai macam nutrisi di dalam buah dan sayur sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak hingga besar nanti.

1. Menjaga pencernaan sehat anak

Sistem pencernaan memegang peranan penting dalam tubuh anak atau bayi. Dengan sistem pencernaan yang sehat, nutrisi akan diserap optimal utuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.

Untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan anak, ibu perlu memberikan makanan tinggi serat seperti sayur dan buah. Ibu juga bisa membantu memenuhi asupan serat harian si kecil dengan memberinya susu tinggi serat untuk anak.

Dengan konsumsi serat harian sesuai kebutuhan anak, tentu bisa mendukung kesehatan perutnya. Ketika pencernaan anak sehat, ia bisa menjadi lebih aktif, ceria, dan bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

2. Meningkatkan asupan gizi

Sayur dan buah kaya akan ragam vitamin, mineral, serat, serta nutrisi penting lainnya untuk mencukupi kebutuhan gizi bayi atau anak.

Misalnya, buah stroberi yang kaya vitamin C untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, wortel kaya akan vitamin A untuk menjaga kesehatan matanya, dan bayam yang tinggi zat besi untuk mencegah anemia. Sementara itu, buah apel mengandung 16 macam antioksidan polifenol yang baik untuk kesehatan secara menyeluruh.

Intinya, makan buah dan sayur beraneka warna bermanfaat untuk menjaga bayi atau anak tetap sehat dan bugar setiap hari.

3. Mengurangi risiko obesitas

Mulailah membiasakan berikan anak camilan sehat berupa buah dan sayuran segar ketimbang makanan bergula atau “junk food” untuk menghindarinya dari risiko obesitas atau kegemukan.

Anak yang kegemukan berpotensi mengalami diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, darah tinggi, masalah pernapasan, depresi dan beragam penyakit kronis lainnya di usia dewasa.

Buah dan sayur kaya akan serat yang mengenyangkan, namun rendah lemak dan kalori sehingga aman untuk dijadikan camilan bayi atau anak sehari-hari.

4. Mendukung prestasi si kecil di sekolah

Penerapan pola makan sehat sejak kecil, termasuk banyak mengonsumsi buah dan sayur, dapat membantu anak berprestasi lebih baik di sekolah nantinya.

Bahkan, penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of School Health juga mendukung teori tersebut. Penelitian ini menemukan anak-anak yang kurang makan sayur dan buah cenderung mendapat nilai akademis yang buruk daripada anak yang terbiasa makan makanan berserat tiap hari.

Anak-anak yang biasa mengonsumsi makanan berserat berisiko 41% lebih rendah untuk mengalami kesulitan membaca, dibanding anak-anak lain.

Memang ada banyak faktor lainnya yang dapat memengaruhi prestasi anak di sekolah. Namun, pemenuhan asupan gizi merupakan yang paling penting untuk menjamin prestasi anak menjadi lebih baik.

5. Tips menambahkan buah dan sayur untuk menu makan anak

Agar bayi atau anak tetap sehat dan bugar, Anda perlu menyediakan menu makan bergizi seimbang yang dilengkapi buah dan sayur setiap hari. Tenang, ada banyak, kok, cara menarik untuk membuat bayi atau anak mau makan makanan tinggi serat seperti sayur dan buah segar.

Berikut ini beberapa caranya yang mudah dan menarik untuk diterapkan di rumah:

  • Berikan potongan pisang, semangka, stroberi, jagung rebus, atau brokoli rebus, sebagai camilan
  • Tambahkan cacahan buah atau sayur ke dalam bubur bayi atau anak
  • Buatkan smoothie dengan buah yang dibekukan
  • Coba menu kebab sayuran untuk makan malam anak
  • Tambahkan potongan jamur, zaitun, atau wortel dalam telur dadar

Ingatlah bahwa memakan buah segar tetap lebih baik ketimbang buah yang sudah dijus. Pasalnya, serat dalam buah umumnya hilang ketika dijus dan jus itu sendiri kadang bisa ditambahkan hingga 6 sendok teh gula sebagai pemanis.

Bagaimana dengan buah kering? Buah-buahan kering seperti aprikot, keripik apel, atau keripik bayam memang masih kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Namun, buah kering juga mengandung banyak gula dan dapat menyebabkan kerusakan gigi. Gula yang terkandung dalam buah kering sering lengket dan menempel pada gigi anak.

Jika Anda ingin memberi camilan buah dan sayur kering untuk bayi atau anak, berikanlah dalam porsi kecil dan pastikan mereka minum segelas air putih setelahnya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Rutin Makan Buah Bermanfaat Menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer

Studi menunjukkan manfaat makan buah rutin bisa untuk menurunkan risiko penyakit Alzheimer. Namun, benarkah demikian? Yuk, ulas lebih dalam di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

5 Hal yang Perlu Dihindari Jika Anda Menderita Anemia Defisiensi G6PD

Penderita anemia G6PD perlu menghindari beberapa pantangan. Pasalnya, sel-sel darah merah yang kekurangan G6PD sangat rentan mengalami kerusakan.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

Di antara silaturahmi dan makan di banyak rumah, dikelilingi sajian Lebaran penuh lemak dan kolesterol, kita bisa tetap menjalaninya dengan sehat, lho.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Hari Raya, Ramadan 21/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
makan nasi merah setiap hari

Bolehkah Makan Nasi Merah Setiap Hari?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020