3 Manfaat Penting Buah dan Sayur Bagi Anak yang Sayang Jika Dilewatkan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Asupan serat yang mencukupi sejak dini merupakan salah satu faktor penting untuk mendukung proses tumbuh kembang anak. Nah, mendapatkan makanan tinggi serat untuk bayi atau anak sebetulnya tidak sulit. Anda boleh mulai memberikan buah dan sayur untuk bayi atau anak jika ia sudah bisa makan makanan lunak atau menggenggam makanan padat. Apa saja manfaatnya?

Manfaat makan sayur dan buah untuk bayi dan anak

Berbagai macam nutrisi di dalam buah dan sayur sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak hingga besar nanti.

1. Menjaga pencernaan sehat anak

Sistem pencernaan memegang peranan penting dalam tubuh anak atau bayi. Dengan sistem pencernaan yang sehat, nutrisi akan diserap optimal utuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.

Untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan anak, ibu perlu memberikan makanan tinggi serat seperti sayur dan buah. Ibu juga bisa membantu memenuhi asupan serat harian si kecil dengan memberinya susu tinggi serat untuk anak.

Dengan konsumsi serat harian sesuai kebutuhan anak, tentu bisa mendukung kesehatan perutnya. Ketika pencernaan anak sehat, ia bisa menjadi lebih aktif, ceria, dan bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

2. Meningkatkan asupan gizi

Sayur dan buah kaya akan ragam vitamin, mineral, serat, serta nutrisi penting lainnya untuk mencukupi kebutuhan gizi bayi atau anak.

Misalnya, buah stroberi yang kaya vitamin C untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, wortel kaya akan vitamin A untuk menjaga kesehatan matanya, dan bayam yang tinggi zat besi untuk mencegah anemia. Sementara itu, buah apel mengandung 16 macam antioksidan polifenol yang baik untuk kesehatan secara menyeluruh.

Intinya, makan buah dan sayur beraneka warna bermanfaat untuk menjaga bayi atau anak tetap sehat dan bugar setiap hari.

3. Mengurangi risiko obesitas

Mulailah membiasakan berikan anak camilan sehat berupa buah dan sayuran segar ketimbang makanan bergula atau “junk food” untuk menghindarinya dari risiko obesitas atau kegemukan.

Anak yang kegemukan berpotensi mengalami diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, darah tinggi, masalah pernapasan, depresi dan beragam penyakit kronis lainnya di usia dewasa.

Buah dan sayur kaya akan serat yang mengenyangkan, namun rendah lemak dan kalori sehingga aman untuk dijadikan camilan bayi atau anak sehari-hari.

4. Mendukung prestasi si kecil di sekolah

Penerapan pola makan sehat sejak kecil, termasuk banyak mengonsumsi buah dan sayur, dapat membantu anak berprestasi lebih baik di sekolah nantinya.

Bahkan, penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of School Health juga mendukung teori tersebut. Penelitian ini menemukan anak-anak yang kurang makan sayur dan buah cenderung mendapat nilai akademis yang buruk daripada anak yang terbiasa makan makanan berserat tiap hari.

Anak-anak yang biasa mengonsumsi makanan berserat berisiko 41% lebih rendah untuk mengalami kesulitan membaca, dibanding anak-anak lain.

Memang ada banyak faktor lainnya yang dapat memengaruhi prestasi anak di sekolah. Namun, pemenuhan asupan gizi merupakan yang paling penting untuk menjamin prestasi anak menjadi lebih baik.

5. Tips menambahkan buah dan sayur untuk menu makan anak

Agar bayi atau anak tetap sehat dan bugar, Anda perlu menyediakan menu makan bergizi seimbang yang dilengkapi buah dan sayur setiap hari. Tenang, ada banyak, kok, cara menarik untuk membuat bayi atau anak mau makan makanan tinggi serat seperti sayur dan buah segar.

Berikut ini beberapa caranya yang mudah dan menarik untuk diterapkan di rumah:

  • Berikan potongan pisang, semangka, stroberi, jagung rebus, atau brokoli rebus, sebagai camilan
  • Tambahkan cacahan buah atau sayur ke dalam bubur bayi atau anak
  • Buatkan smoothie dengan buah yang dibekukan
  • Coba menu kebab sayuran untuk makan malam anak
  • Tambahkan potongan jamur, zaitun, atau wortel dalam telur dadar

Ingatlah bahwa memakan buah segar tetap lebih baik ketimbang buah yang sudah dijus. Pasalnya, serat dalam buah umumnya hilang ketika dijus dan jus itu sendiri kadang bisa ditambahkan hingga 6 sendok teh gula sebagai pemanis.

Bagaimana dengan buah kering? Buah-buahan kering seperti aprikot, keripik apel, atau keripik bayam memang masih kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Namun, buah kering juga mengandung banyak gula dan dapat menyebabkan kerusakan gigi. Gula yang terkandung dalam buah kering sering lengket dan menempel pada gigi anak.

Jika Anda ingin memberi camilan buah dan sayur kering untuk bayi atau anak, berikanlah dalam porsi kecil dan pastikan mereka minum segelas air putih setelahnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gangguan pencernaan anak

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit