home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Air Putih untuk Bayi: Kapan Boleh Diberikan dan Apakah Berbahaya?

Kapan boleh memberikan air putih untuk bayi?|Apa saja bahaya memberikan air putih untuk bayi?|Panduan memberikan air putih untuk bayi
Air Putih untuk Bayi: Kapan Boleh Diberikan dan Apakah Berbahaya?

Saat kekurangan cairan seperti air putih, hal yang bisa terjadi adalah tubuh tidak berfungsi dengan baik. Namun, berbeda kasusnya dengan pemberian air putih untuk bayi apalagi kalau anak masih menjalani ASI eksklusif. Jadi, kapan sebaiknya boleh memberikan air putih untuk bayi? Lalu, adakah bahayanya? Simak penjelasannya di artikel ini.

Kapan boleh memberikan air putih untuk bayi?

bayi cegukan

Ibu mungkin berpikir bahwa memberikan air putih untuk bayi bisa menjadi selingan selain ASI eksklusif.

Sebagi contoh, saat bayi terbangun tengah malam tetapi persediaan ASI perah sedang kosong dan ibu enggan menyusui langsung, air putih bisa jadi solusinya.

Dalam kondisi tersebut, membiarkan bayi minum air putih mungkin ditujukan untuk meredakan hausnya di tengah malam.

Padahal, selama masih memungkinkan, bayi selalu disarankan untuk diberikan ASI eksklusif sejak baru lahir sampai usianya 6 bulan dalam kondisi apa pun.

Maksud dari ASI eksklusif adalah tidak ada asupan selain ASI karena merupakan makanan sekaligus minuman yang sangat baik untuk tumbuh kembang bayi.

Hal ini karena kandungan nutrisi ASI mampu memenuhi gizi bayi meliputi vitamin, lemak, protein, dan lainnya.

Pemberian ASI eksklusif berarti meniadakan makanan maupun minuman lainnya, termasuk memberikan air putih untuk si kecil.

Maka dari itu, bisa dikatakan bahwa bayi diperbolehkan untuk minum air putih saat usianya sudah mencapai 6 bulan dan sudah masuk pada fase pemberian MPASI.

Dikutip dari WHO, bayi pada usia di bawah 6 bulan belum membutuhkan cairan tambahan karena di dalam kandungan ASI sudah terdapat 80% air yang dibutuhkan anak.

Maka dari itu, Anda tak perlu khawatir bayi akan merasa haus atau tidak cukup minum karena hanya mendapatkan ASI.

Bahkan, di usia kurang dari 6 bulan bayi juga belum dianjurkan untuk minum susu formula kecuali ibu memiliki kondisi tertentu.

Apa saja bahaya memberikan air putih untuk bayi?

gelas minum bayi

Pertanyaaan mengenai bolehkah bayi minum air putih mungkin masih akan terus dibahas.

Sebenarnya pemberian air putih bukan tidak boleh, tetapi sebaiknya diberikan pada usia yang sudah ditentukan.

Berikut beberapa bahaya dari pemberian air putih untuk bayi sebelum usia 6 bulan, seperti:

1. Asupan gizi dan nutrisi berkurang

Dikutip dari Pregnancy, Birth, & Baby terlalu banyak asupan cairan di usia kurang dari 6 bulan bisa membuat bayi menjadi lebih cepat kenyang sehingga enggan menyusu ASI.

Hal ini tentu berisiko membuat kebutuhan gizi bayi tidak terpenuhi secara optimal.

Tidak hanya itu saja, anak juga bisa mengalami penurunan berat badan apabila pemberian air putih dilakukan secara terus menerus.

2. Mengalami keracunan

Selain itu, pemberian air putih untuk bayi dalam jumlah banyak juga berisiko mengakibatkan keracunan dan berakibat fatal.

Perlu diketahui bahwa di usia ini, organ ginjal bayi belum berfungsi dengan baik.

Ketika asupan air putih yang diminum terlalu banyak, kadar garam di dalam tubuhnya menurun sehingga kadar elektrolit jadi tidak seimbang.

Walaupun ini jarang terjadi, Anda sebaiknya berhati-hati ketika bayi mengalami diare, bagian wajah membengkak, hingga terjadi kejang.

3. Mengganggu aktivitas otak

Ketidakseimbangan cairan tubuh akibat air putih juga dapat mengganggu aktivitas otak serta jantung bayi. Gejala paling awal yang muncul biasanya adalah mengantuk dan lemas.

Lalu, gejala lainnya yang mungkin dialami bayi akibat minum air putih sebelum waktunya adalah suhu tubuh yang menurun hingga kejang.

Biasanya, ada beberapa kondisi yang membuat bayi perlu mendapatkan cairan tambahan.

Sebagai contoh, ketika bayi mengalami diare atau dehidrasi maka ia membutuhkan cairan elektrolit khusus. Namun, hal ini pun harus atas rekomendasi dokter,

Panduan memberikan air putih untuk bayi

jus buah untuk bayi

Sudah menjadi hal wajib bagi orang tua untuk mengetahui bagaimana cara merawat bayi baru lahir.

Tidak hanya mengetahui bagaimana mengatasi bayi menangis, Anda juga perlu mengetahui takaran air putih yang diperbolehkan sesuai usia si kecil.

Berikut panduan pemberian air putih untuk bayi yang perlu diketahui orangtua:

1. Sejak lahir sampai usia 3 bulan

Bayi baru lahir tidak boleh diberikan air putih sama sekali karena hanya diperbolehkan menerima asupan ASI atau pun susu formula yang direkomendasikan.

Tidak hanya itu saja, pada usia tersebut ukuran perutnya masih tergolong kecil. Pemberian air putih diklaim dapat mengganggu keseimbangan elektrolit.

Lalu, pemberian air putih untuk si kecil di bawah usia 3 bulan juga dapat memengaruhi fungsi otak dan jantung.

2. Usia 4-6 bulan

Sebenarnya, pemberian air putih untuk bayi di rentang usia 4 bulan hingga 6 bulan tergolong tidak berbahaya. Akan tetapi, hal ini pun tidak perlu dilakukan.

Alasannya adalah karena lagi-lagi bayi yang masih mengonsumsi ASI tidak membutuhkan asupan cairan lainnya.

Namun, pada kondisi tertentu, ada bayi yang sudah mulai makan makanan padat atau MPASI sejak usia 4 bulan.

Hal ini biasanya dikarenakan produksi ASI ibu tidak keluar lagi atau pertumbuhan berat badan bayi kurang sehingga butuh asupan tambahan selain ASI.

Begitu pula ketika anak mengonsumsi susu formula, sebaiknya jangan menambahkan takaran air melebihi yang tertera di petunjuk penggunaan.

3. Usia 6-8 bulan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwabayi di usia 6 bulan selain mengonsumsi ASI, ia sudah diperbolehkan untuk mendapatkan MPASI.

Maka dari itu, Anda pun boleh memberikan anak minum air putih disela-sela pemberian MPASI.

Takaran air putih untuk bayi 6 bulan adalah sebanyak seperempat hingga setengah gelas dalam sehari. Anda bisa mulai memberikan air putih setelah waktu makan dengan bantuan sendok.

Lalu, pada rentang usia ini pula anak akan mulai belajar mengisap baik dari gelas maupun menggunakan botol minum khusus.

4. Usia 8-12 bulan

Semakin bertambahnya usia, maka akan ada perubahan pola makan yang akan dialami bayi termasuk dalam pemberian air putih.

Pada usia ini, anak sudah membutuhkan cairan sebanyak 800 ml. Namun, jangan lupa bahwa Anda juga perlu menyesuaikan dengan ASI atau susu formula serta MPASI.

Maka dari itu, Anda perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk mengetahui seberapa banyak air putih yang diperlukan anak.

Anda juga perlu bertanya mengenai minuman lainnya seperti jus diperbolehkan atau tidak. Apalagi, kondisi tubuh setiap bayi pun berbeda-beda.

Akan tetapi, biasanya minuman seperti jus, soda, teh, serta kopi tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah usia 12 bulan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

When Can Babies Drink Water? – New Kids Center. (2021). Retrieved 18 January 2021, from https://www.newkidscenter.org/When-Can-Babies-Drink-Water.html

When can babies drink water?. (2021). Retrieved 18 January 2021, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/when-can-babies-drink-water

Breastfeeding. (2021). Retrieved 18 January 2021, from https://www.who.int/news-room/q-a-detail/breastfeeding

How Much Water Should Kids Drink? – CHOC, Urology Center. (2021). Retrieved 18 January 2021, from https://www.choc.org/programs-services/urology/how-much-water-should-my-child-drink/

Kebutuhan Air pada Anak. (2016). Retrieved 18 January 2021, from https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/kebutuhan-air-pada-anak

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 19/01/2021
x