home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ibu Wajib Tahu, Kunci Kesehatan Anak Ada di Pencernaannya!

Ibu Wajib Tahu, Kunci Kesehatan Anak Ada di Pencernaannya!

Tahukah Ibu, sebagian besar kesehatan anak dipengaruhi oleh sistem pencernaan yang sehat? Menjaga kesehatan sistem pencernaan sangat dipengaruhi oleh peran bakteri yang seimbang di dalam usus. Keseimbangannya dapat dijaga dengan asupan makanan bernutrisi. Lebih jauh lagi, mari ketahui peran bakteri di dalam usus untuk pencernaan dan pengaruhnya terhadap kesehatan anak secara keseluruhan.

Memahami kaitan sistem pencernaan dan kesehatan anak secara menyeluruh

Kesehatan pencernaan anak

Kesehatan pencernaan memiliki peran penting terhadap kesehatan anak keseluruhan. Mengutip salah satu penelitian dalam jurnal Clinical & Experimental Immunology, sistem pencernaan memegang peranan sebesar 70 persen dalam kesehatan tubuh manusia secara utuh.

Usus adalah salah satu organ tubuh yang memiliki fungsi penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. Di dalam usus terdapat mikroorganisme yang membentuk dan menjaga kesehatan lingkungan usus. Mikroorganisme merupakan kumpulan dari bakteri, virus, archaea (organisme sel tunggal yang bekerjasama dengan bakteri baik dalam mengurai makanan), dan eukaryotes (sel induk). Kumpulan mikroorganisme tersebut dinamakan mikrobiota usus. Komposisi mikroorganisme ini perlu dijaga keseimbangannya.

Apabila mikrobiota usus ini tidak terjaga keseimbangannya, kemungkinan besar sistem pencernaan dapat mengalami gangguan sehingga turut menghambat penyerapan nutrisi anak dan menyebabkan sakit perut sebagai gejalanya.

Selain itu, peningkatan dan keseimbangan mikrobiota usus ditentukan pula dari makanan padat yang ia peroleh, hingga pemilihan nutrisinya. Mikrobiota ini secara bertahap akan mendukung pembentukan daya tahan atau imunitas anak.

Sistem pencernaan yang sehat dukung penyerapan nutrisi anak

Lalu bagaimana sistem kerja mikrobiota ini terhadap daya tahan tubuh si kecil? Secara mekanisme, mikrobiota menghasilkan asam lemak rantai pendek. Asam lemak rantai pendek ini merupakan hasil fermentasi bakteri baik di dalam usus besar yang berasal dari makanan anak, terutama makanan berserat dan makanan bertepung (starch).

Asam lemak rantai pendek ini berperan penting mendukung penyerapan nutrisi dan kerja neurotransmitter di dalam tubuh anak. Mari kita pelajari bagaimana asam lemak rantai pendek berperan terhadap penyerapan nutrisinya.

Asam lemak rantai pendek dapat menurunkan pH di dalam usus, sehingga menghambat perkembangan bakteri patogen yang bisa mencegah penyerapan nutrisi optimal. Dengan mekanisme tersebut, usus mampu meningkatkan penyerapan nutrisi anak. Maka, mikrobiota usus yang terjaga komposisinya pasti akan mengoptimalkan penyerapan nutrisi anak.

Dalam perannya lebih lanjut, asam lemak rantai pendek mampu meningkatkan metabolisme tubuh dari penyerapan nutrisi anak. Metabolisme merupakan mekanisme tubuh dalam mencerna dan menyerap makanan, sehingga menghasilkan energi di dalam tubuh.

Proses metabolisme ini mampu tingkatkan kesehatan tubuh anak, terutama dalam mencegah risiko obesitas. Hal ini dilatarbelakangi oleh asam lemak rantai pendek (khususnya butirat dan propionat sebagai produk asam lemak rantai pendek) yang dapat merangsang produksi hormon di dalam usus guna meregulasi selera makan anak dan mencegahnya dari nafsu makan berlebih.

Kesehatan sistem pencernaan dukung daya tahan tubuh anak

kesehatan anak

Sebelumnya dikatakan bahwa asam lemak rantai pendek yang dihasilkan mikrobiota usus dalam proses fermentasi bermanfaat sebagai neurotransmitter. Neurotransmitter merupakan “alat komunikasi” pada sistem saraf yang menghubungkan mikrobiota usus dengan otak dalam tugas regulasi sistem imun tubuh.

Mikrobiota usus yang terjaga seimbang dapat mendukung kerja sel imun dalam melawan bakteri patogen penyebab penyakit. Mikrobiota ini juga mampu menekan pertumbuhan bakteri patogen agar tidak mempengaruhi kesehatan sistem pencernaan.

Mikrobiota di dalam sistem pencernaan anak membantu meningkatkan kerja sel imun dalam menjaga daya tahan tubuh anak. Sel imun ini berperan dalam mengidentifikasi musuh di dalam tubuh, seperti bakteri patogen. Sistem imun dan mikrobiota bersinergi dalam melawan bakteri jahat.

Melalui neurotransmitter, mikrobiota usus berkomunikasi dengan otak untuk memicu kerja imun dalam menekan perkembangan bakteri patogen. Dengan begitu, mikrobiota dapat mengaktifkan mekanisme imunomodulasi pada sistem imun. Imunomodulasi merupakan bentuk pertahanan tubuh untuk bereaksi melawan peradangan.

Di sini, mikrobiota berkomunikasi dengan sel imun untuk menstimulasi kerja sel T (bagian sel darah putih sebagai mekanisme imunitas tubuh) untuk memproduksi protein sitokin yang bekerja dalam meredam peradangan penyakit karena bakteri patogen yang masuk ke dalam tubuh.

Tak terlepas dari itu, mikroorganisme usus juga terdiri atas bakteri baik yang berperan besar dalam merawat mikrobiota usus. Bakteri baik ini biasanya hidup berkumpul (secara koloni) di dinding usus. Bakteri baik pemicu kerja sel darah putih di dalam usus, terutama dalam melawan inflamasi atau peradangan akibat infeksi. Ia bekerja dalam saluran pencernaan dan memicu perbaikan pada jaringan sel yang rusak.

Apabila keseimbangan mikrobiota tidak terjaga, hal ini menimbulkan risiko pada penyerapan nutrisi anak. Ketidakseimbangan mikrobiota dapat memberi peluang bakteri patogen untuk menginfeksi tubuh, karena sistem imun tidak terjaga kekuatannya. Patogen yang menginfeksi sistem pencernaan dapat mengganggu penyerapan nutrisi dalam tubuh anak. Bila kondisi ini tidak segera ditangani, ke depannya, anak mungkin saja mengalami masalah malnutrisi.

Keseimbangan mikrobiota usus memiliki efek yang berkesinambungan antara meningkatkan penyerapan nutrisi anak, mendukung metabolisme, serta meningkatkan sistem imun. Oleh karenanya, penting untuk menjaga sistem pencernaan dengan asupan prebiotik.

Cara menjaga mikrobiota usus anak

kesehatan sistem pencernaan anak

Kini Ibu sudah tahu betapa pentingnya menjaga mikrobiota untuk dukung kesehatan sistem pencernaan anak dan tubuhnya secara menyeluruh. Sekarang, Ibu perlu bantu si kecil merawat sistem pencernaannya, yakni dengan asupan kaya prebiotik. Prebiotik merupakan substansi yang tidak dicerna usus. Ia bekerja dengan menstimulasi pertumbuhan mikrobiota usus, untuk meningkatkan perkembangan bakteri baik di dalam usus.

Dalam fungsinya menjaga bakteri baik di dalam usus, prebiotik membantu pembusukan atau fermentasi makanan di dalam usus besar. Cara ini mendukung pertumbuhan bakteri di dalam usus, serta menekan pertumbuhan bakteri jahat, seperti E. coli dan C. difficile, yang dapat mengganggu kerja sistem cerna. Hasil fermentasi ini juga mendukung produksi asam lemak rantai pendek yang membantu kerja metabolisme dan penyerapan nutrisi pada tubuh anak.

Makanan mengandung prebiotik mudah ditemukan sehari-hari. Ibu bisa memberikan deretan makanan di bawah ini untuk meningkatkan kesehatan sistem pencernaan anak.

  • Sayuran: kubis, jagung, asparagus, kacang polong, bawang putih
  • Biji-bijian: kacang merah, kacang kedelai (termasuk tempe dan tahu)
  • Buah-buahan: persik, rambutan, melon, delima, kurma, jeruk bali
  • Sereal atau roti: roti putih, gandum, pasta

Selain makanan di atas, berikan pula susu dengan kandungan prebiotik dan probiotik yang dapat membantu tingkatkan kesehatan sistem pencernaan anak. Prebiotik akan bekerja secara sinergis dalam meningkatkan kerja sistem imun tubuh.

Tak hanya prebiotik dan probiotik, kandungan protein whey di dalam susu anak mampu meningkatkan fungsi imunomodulasi dalam menangani infeksi penyakit dan menjaga daya tahan tubuh.Dengan begitu, anak mampu mendapatkan tambahan asupan nutrisi, serta penyerapan nutrisinya jadi optimal karena mikrobiota ususnya pun terjaga dan sistem imunnya dapat bekerja dengan baik.

Bu, karena peranan sistem pencernaan anak yang begitu kompleks dapat berdampak pada kesehatannya secara utuh, selalu perhatikan asupan makanan yang terbaik untuk jaga kesehatan ususnya. Semoga si kecil sehat selalu.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Vighi, G., Marcucci, F., Sensi, L., Di Cara, G., & Frati, F. (2008). Allergy and the gastrointestinal system. Clinical & Experimental Immunology, 153, 3-6. doi: 10.1111/j.1365-2249.2008.03713.x

What are archaea?. (2018). Retrieved 19 August 2020, from https://www.science.org.au/curious/earth-environment/what-are-archaea

Team, G. (2020). Information About Gut Microbiota – Gut Microbiota for Health. Retrieved 19 August 2020, from https://www.gutmicrobiotaforhealth.com/about-gut-microbiota-info/

The Importance of Good Gut Health in Children | Only About Children. (2020). Retrieved 19 August 2020, from https://www.oac.edu.au/blog/the-importance-of-good-gut-health-in-children/

Lazar, V., Ditu, L., Pircalabioru, G., Gheorghe, I., Curutiu, C., & Holban, A. et al. (2018). Aspects of Gut Microbiota and Immune System Interactions in Infectious Diseases, Immunopathology, and Cancer. Frontiers In Immunology, 9. doi: 10.3389/fimmu.2018.01830

Can you boost your metabolism?. (2020). Retrieved 19 August 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/in-depth/metabolism/art-20046508

Ríos-Covián, D., Ruas-Madiedo, P., Margolles, A., Gueimonde, M., de los Reyes-Gavilán, C., & Salazar, N. (2016). Intestinal Short Chain Fatty Acids and their Link with Diet and Human Health. Frontiers In Microbiology, 7. doi: 10.3389/fmicb.2016.00185

Quigley, E. (2013). Gut Bacteria in Health and Disease. Gastroenterology & Hepatology, 9(9), 560. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3983973/

Research, N. (2013). Bacteria: the Good, the Bad, and the Ugly | National Center for Health Research. Retrieved 19 August 2020, from http://www.center4research.org/bacteria-good-bad-ugly/#:~:text=The%20species%20of%20bacteria%20that,of%20bacteria%20that%20grow%20there

Krajmalnik-Brown, R., Ilhan, Z., Kang, D., & DiBaise, J. (2012). Effects of Gut Microbes on Nutrient Absorption and Energy Regulation. Nutrition In Clinical Practice, 27(2), 201-214. doi: 10.1177/0884533611436116

Krajmalnik-Brown, R., Ilhan, Z., Kang, D., & DiBaise, J. (2012). Effects of Gut Microbes on Nutrient Absorption and Energy Regulation. Nutrition In Clinical Practice, 27(2), 201-214. doi: 10.1177/0884533611436116

Prebiotics for Gut Health. (2020). Retrieved 19 August 2020, from https://badgut.org/information-centre/health-nutrition/food-prebiotics/

Prebiotic diet – FAQs. (2020). Retrieved 19 August 2020, from https://www.monash.edu/medicine/ccs/gastroenterology/prebiotic/faq

WHEY PROTEINS & IMMUNITY. Retrieved 19 August 2020, from http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.492.5234&rep=rep1&type=pdf

Shokryazdan, P., Faseleh Jahromi, M., Navidshad, B., & Liang, J. (2016). Effects of prebiotics on immune system and cytokine expression. Medical Microbiology And Immunology, 206(1), 1-9. doi: 10.1007/s00430-016-0481-y

Foto Penulis
Ditulis oleh Maria Amanda pada 18/09/2020
Ditinjau oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x