home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Anemia pada Bayi, Apa yang Terjadi saat Hemoglobin Rendah?

Apa itu anemia pada bayi?|Gejala anemia pada bayi|Penyebab anemia pada bayi|Bagaimana mendiagnosis hb rendah?|Pengobatan anemia pada bayi
Anemia pada Bayi, Apa yang Terjadi saat Hemoglobin Rendah?

Selain anak-anak, bayi baru lahir juga bisa mengalami kondisi anemia atau hb rendah. Tak bisa dibiarkan begitu saja, orangtua tetap perlu waspada karena bisa memengaruhi perkembangannya. Bahkan, pada kondisi tertentu bisa membuat kulit bayi menjadi kuning. Apa saja gejala, penyebab, dan cara mengatasi anemia pada bayi? Simak penjelasannya di sini.

Apa itu anemia pada bayi?

Mengutip dari Cleveland Clinic, bayi juga bisa mengalami anemia, yaitu saat jumlah sel darah merah yang lebih rendah dari kadar normal.

Sel darah merah atau hemoglobin (hb) berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Maka dari itu, hb yang rendah pada bayi bisa membuatnya terlihat pucat serta lemas.

Berdasarkan ukuran sel darah merahnya, terdapat tiga jenis anemia pada bayi dan anak, yaitu:

  • Anemia mikrositik, sel darah merah anak lebih kecil dari biasanya.
  • Anemia normositik, sel darah merah anak masih dalam ukuran normal.
  • Anemia markositik, sel darah merah anak lebih besar dari biasanya dan tergolong langka.

Jenis anemia yang paling sering terjadi pada bayi adalah anemia mikrositik. Penyebabnya adalah karena bayi berusia 9 – 24 bulan kekurangan asupan zat besi.

Gejala anemia pada bayi

Sebagian besar bayi yang mengalami hemoglobin rendah tidak menunjukkan tanda atau gejala tertentu. Termasuk hb rendah pada bayi dalam kondisi ringan atau sedang.

Akan tetapi, ada kemungkinan dokter mulai curiga saat melihat beberaga gejala seperti:

  • warna kulit berubah menjadi pucat,
  • terlihat lebih rewel,
  • lemah serta kelelahan,
  • detak jantung cepat,
  • napas yang cepat,
  • warna kulit menjadi kuning, hingga
  • kesulitan menyusu.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda melihat ada perubahan sikap pada bayi seperti lesu atau kulit berubah menjadi pucat, segera bawa si kecil untuk diperiksa dokter.

Apalagi, ada beberapa penyebab kemungkinan gejala atau tanda yang bisa terjadi selain kondisi hemoglobin rendah.

Penyebab anemia pada bayi

Penyebab utama kondisi hb rendah pada bayi adalah ketika darah tidak memiliki sel darah merah yang cukup.

Stanford Children’s Health pun memaparkan ada tiga penyebab utama hb rendah pada bayi, yaitu:

  • hilangnya sel darah merah karena perdarahan,
  • ketidakmampuan untuk membuat sel darah merah, dan
  • kondisi kesehatan yang menyebabkan sel darah merah rusak.

Perlu orangtua ketahui bahwa kadar hemoglobin normal pada bayi baru lahir adalah 140 – 240 gram/Liter. Sedangkan pada bayi adalah 95 – 130 gram/Liter.

Berikut adalah beberapa penjelasan dari penyebab anemia pada bayi yang mungkin terjadi.

1. Produksi sel darah merah menurun

Umumnya, bayi mengalami kondisi hb rendah dalam beberapa bulan pertama kehidupannya. Ini dikenal sebagai anemia fisiologis.

Terjadinya anemia karena hal ini adalah karena pada pertumbuhan bayi, ia tumbuh dengan cepat sehingga perlu waktu untuk mengejar produksi sel darah merah.

2. Terlalu cepat memecah sel darah merah

Kondisi ini biasa terjadi saat golongan darah ibu dan bayi tidak sama, biasa disebut sebagai Rh/ABO.

Tak hanya itu saja, ada kumungkinan bayi juga mengalami penyakit kuning (hiperbilirubenemia). Pada sebagian bayi, anemia juga bisa terjadi karena infeksi atau kelainan genetik.

3. Kehilangan banyak darah

Apabila bayi baru lahir mengalami kondisi medis tertentu, dokter akan merawatnya di Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

Tak menutup kemungkinan si kecil akan kehilangan banyak darah karena tes darah. Pengambilan darah dan tidak segera dilakukan penggantian bisa menjadi penyebab anemia pada bayi.

4. Bayi lahir prematur

Kelahiran prematur mengakibatkan jumlah sel darah merah lebih rendah dari bayi lahir cukup bulan. Selain itu, sel darah merah ini pun juga memiliki masa hidup yang lebih pendek.

Maka dari itu, dalam dunia medis menyebut kondisi hb rendah pada bayi yang satu ini sebagai anemia prematuritas.

5. Kekurangan zat besi

Zat besi menjadi salah satu nutrisi yang penting untuk perkembangan bayi. Hal ini karena zat besi berfungsi untuk membantu membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Bayi terlahir dengan zat besi yang tersimpan dalam tubuh. Namun, lama kelamaan penyerapannya tidak sebanding dengan pertumbuhan bayi sehingga bisa terjadi anemia defisiensi zat besi.

Kekurangan zat besi juga menjadi penyebab kondisi hb rendah pada bayi berusia 9 – 24 bulan.

Bagaimana mendiagnosis hb rendah?

Dokter akan mendiagnosis anemia pada bayi dengan melakukan tes darah serta mengukur beberapa hal, seperti:

  • Hemoglobin, mengukur kadar protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen.
  • Hematokrit, mengukur persentase sel darah merah dalam darah.
  • Retikulosit, mengukur sel darah merah yang sedang dibuat dan belum matang.

Pengobatan anemia pada bayi

Biasanya, sebagian besar kondisi hb rendah pada bayi ini tidak membutuhkan perawatan apa pun. Akan tetapi, ada pula kondisi yang membuat dokter melakukan cara untuk menaikkan hb pada bayi.

Sebagai contoh, pada bayi prematur atau mengalami kondisi kesehatan tertentu sehingga membutuhkan transfusi darah untuk meningkatkan sel darah merah dalam tubuh.

Dokter juga akan memberikan obat penambah darah tertentu untuk membantu tubuh memproduksi sel darah merah seperti suplemen zat besi.

Selain itu, dokter juga akan memeriksa bagaimana perilaku menyusunya karena asupan makanan juga dapat membantu produksi sel darah merah.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Anemia in Newborns. (2021). Retrieved 29 April 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15698-anemia-in-newborns

Diagnosing Anemia in Children. (2021). Retrieved 29 April 2021, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=diagnosing-anemia-in-children-161-1

Is your child getting enough iron?. (2021). Retrieved 29 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/iron-deficiency/art-20045634

Iron-Deficiency Anemia (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2021). Retrieved 29 April 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/ida.html

Encyclopedia, M., & toddlers, A. (2021). Anemia caused by low iron – infants and toddlers: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 29 April 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/007618.htm

Anemia – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 29 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anemia/symptoms-causes/syc-20351360

Encyclopedia, M. (2021). Hemoglobin: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 29 April 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/003645.htm

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Atifa Adlina
Tanggal diperbarui 10/05/2016
x