Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Manfaat Brokoli untuk Anak dan Bayi, Salah Satunya Cegah Kanker

7 Manfaat Brokoli untuk Anak dan Bayi, Salah Satunya Cegah Kanker

Beberapa anak mungkin tidak suka brokoli karena rasanya yang langu. Saking tidak sukanya, mereka kerap melepeh makanan jika diberi sayuran ini atau menutup mulut rapat-rapat agar brokoli tidak dapat masuk ke dalamnya. Padahal, brokoli menyimpan segudang khasiat yang baik untuk kesehatan anak dan bayi Anda. Memangnya, apa saja manfaat brokoli untuk anak dan bayi?

Kapan anak boleh mulai makan brokoli?

mpasi brokoli

Anda bisa memberi brokoli sejak anak memulai MPASI pada usia 6 bulan.

Pada usia ini, Anda bisa memberi brokoli yang sudah dimasak dan dihaluskan (puree) sebagai menu tunggal atau mencampurkannya dengan makanan lain.

Pemberian brokoli perlu Anda teruskan saat anak bertambah usia. Di masa-masa ini, Anda sudah bisa memberi resep brokoli untuk anak yang beragam agar lebih nikmat.

Bukan tanpa alasan, brokoli memang merupakan salah satu sayuran untuk anak yang baik dikonsumsi sejak bayi.

Jenis sayuran ini mengandung ragam zat gizi yang dapat mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak Anda.

Merangkum data USDA, brokoli mengandung protein, karbohidrat, serat, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, natrium, mangan, serta ragam vitamin, yaitu A, B, C, dan K.

Selain itu, brokoli termasuk makanan rendah kalori dan tanpa kolesterol.

Tak kalah penting, sayuran ini mengandung sulforaphane yang bersifat antioksidan sebagai penangkal radikal bebas.

Lebih dari itu, brokoli juga mengandung karotenoid (lutein dan zeaxanthin) yang memberi manfaat untuk kesehatan anak dan bayi Anda.

Apa saja manfaat brokoli untuk anak dan bayi?

mpasi brokoli

Berkat kandungan gizinya yang melimpah, brokoli memberi sejumlah khasiat untuk anak dan bayi Anda. Berikut adalah beberapa manfaat brokoli.

1. Meningkatkan daya tahan tubuh

Memiliki daya tahan tubuh yang kuat adalah kunci untuk menjaga kesehatan anak.

Dengan daya tahan tubuh yang kuat, anak bisa terhindar dari berbagai macam penyakit yang akan mengganggu pertumbuhannya.

Adapun memberi brokoli pada menu makanan anak bisa menjadi cara untuk mendapatkan manfaat tersebut.

Pasalnya, brokoli kaya kandungan vitamin C dan senyawa antioksidan lainnya yang dapat melawan radikal bebas, menangkal kuman penyebab infeksi, serta memperkuat jaringan tubuh anak Anda.

2. Memelihara kesehatan pencernaan anak

Sudah tak asing jika kandungan serat dalam sayuran dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan.

Dengan pencernaan yang sehat, anak Anda dapat terhindar dari berbagai gangguan pencernaan, seperti sembelit pada anak.

Sebagaimana sayuran lain, manfaat ini pun bisa anak Anda peroleh dengan mengonsumsi brokoli.

Apalagi, kandungan serat pada brokoli cukup tinggi, yaitu sekitar 2,6 gram pada 100 gram brokoli.

3. Menjaga kesehatan mata anak

Brokoli juga bisa membantu menjaga kesehatan mata anak Anda.

Manfaat ini bisa anak Anda peroleh karena kandungan vitamin A, termasuk lutein dan zeaxanthin, dalam brokoli.

Bahkan, lutein disebut dapat membantu melindungi mata dari kerusakan akibat sinar ultraviolet matahari dan cahaya biru dari perangkat elektronik, seperti smartphone dan laptop.

Tentu ini dapat bermanfaat bagi anak Anda ketika bermain gadget.

4. Menjaga berat badan anak

kecerdasan kinestetik

Manfaat brokoli untuk anak lainnya adalah menjaga berat badan anak tetap ideal dan sehat.

Pasalnya, brokoli merupakan makanan dengan kalori dan indeks glikemik yang rendah serta tinggi kandungan serat.

Sebuah studi menyebutkan bahwa makan sayuran berserat tinggi dan rendah glikemik terkait dengan penurunan berat badan yang lebih besar daripada sayuran rendah serat dan tinggi glikemik.

Hal ini tentunya bisa membantu mencegah obesitas pada anak di kemudian hari.

5. Memperkuat tulang dan gigi

Meski tak setinggi susu, brokoli juga merupakan sayuran yang mengandung kalsium.

Memenuhi kebutuhan kalsium untuk anak sangat penting guna mendukung perkembangan serta pemeliharaan kesehatan tulang dan giginya.

Bila kekurangan kalsium, pertumbuhan dan perkembangan anak akan terganggu.

Tak hanya itu, tulang pun menjadi lemah dan rapuh serta berpotensi menyebabkan osteoporosis pada anak di kemudian hari.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


6. Memelihara kesehatan kulit

Kesehatan kulit anak Anda pun dapat terjaga dengan rutin mengonsumsi brokoli. Manfaat ini bisa anak Anda peroleh karena kandungan vitamin A dan C di dalam brokoli.

Vitamin C memiliki sifat antioksidan dan berperan dalam membangun kolagen yang dapat menjaga elastisitas kulit.

Selain itu, vitamin A dan C juga berperan dalam perbaikan jaringan serta penyembuhan luka.

7. Membantu mencegah kanker

Beberapa penelitian menyebut brokoli dapat membantu mencegah perkembangan dan penyebaran sel kanker di dalam tubuh.

Kandungan sulforaphane diyakini paling berperan dalam membantu pencegahan penyakit tersebut.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya Anda memberi brokoli pada menu harian anak Anda. Apalagi, kanker pada anak merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

10 Health Benefits of Broccoli. Healwithfood.org. (2021). Retrieved 8 September 2021, from https://www.healwithfood.org/health-benefits/broccoli-nutritional.php.

Find out which food groups you should include in your baby’s diet. Start4Life. (2021). Retrieved 8 September 2021, from https://www.nhs.uk/start4life/weaning/what-to-feed-your-baby/around-6-months/#anchor-tabs.

Broccoli, raw. fdc.nal.usda.gov. (2021). Retrieved 8 September 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/170379/nutrients

The Benefits of Broccoli | SNAP Nutrition Education. Mahealthyfoodsinasnap.org. (2021). Retrieved 8 September 2021, from https://www.mahealthyfoodsinasnap.org/healthy-you/blog/2021/03/01/benefits-broccoli.

Health Benefits of Broccoli. Healthyeating.org. (2021). Retrieved 8 September 2021, from https://www.healthyeating.org/blog/detail/health-benefits-of-broccoli.

default – Stanford Children’s Health. Stanfordchildrens.org. (2021). Retrieved 8 September 2021, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=kids-need-their-nutrients–1-19820.

Your Immune System (for Kids) – Nemours Kidshealth. Kidshealth.org. (2021). Retrieved 8 September 2021, from https://kidshealth.org/en/kids/immune.html.

How to add more fiber to your diet. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 8 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/fiber/art-20043983.

What Is Collagen? (for Parents) – Nemours Kidshealth. Kidshealth.org. (2021). Retrieved 8 September 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/collagen.html.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 7 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x