home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Buah Kering Termasuk Makanan Sehat?

Apakah Buah Kering Termasuk Makanan Sehat?

Sampai saat ini pertanyaan soal seberapa sehat buah kering masih saja menimbulkan perdebatan. Ada yang mengatakan buah jenis ini adalah makanan ringan yang bergizi dan sehat, sementara yang lain mengklaim buah ini tidak lebih baik dari pada permen.

Lantas, seberapa sehat buah jenis ini? Ketahui jawabannya dalam artikel ini.

Kandungan nutrisi buah kering

Sebelum menjawab pertanyaan soal seberapa sehat buah kering, ada baiknya kita ketahui dulu kandungan nutrisi yang ada dalam buah jenis ini.

Buah kering dan buah segar pada dasarnya mengandung banyak manfaat kesehatan yang sama namun sedikit berbeda dalam kandungan nutrisinya. Baik buah segar dan kering akan memberi Anda antioksidan dan serat yang bermanfaat bagi kesehatan Anda.

Sayangnya, kandungan nutrisi dalam buah yang dikeringkan akan sedikit berkurang selama proses pengeringannya. Misalnya, dalam satu porsi apel kering – sekitar ¼ cangkir terdapat 52 kalori dan 12 gram gula.

Sedangkan dalam porsi apel segar, yaitu 1 cangkir, ada 65 kalori dan 13 gram gula. Tidak hanya itu, beberapa kandungan vitamin dan mineral dari buah segar pun akan menurun ketika buah di keringkan.

Proses pengeringan

Proses pengeringan buah jenis ini dilakukan dengan cara dijemur langsung di bawah sinar matahari, menggunakan mesin pemanas, ataupun dengan pembekuan.

Dari ketiga jenis pengeringan tersebut, pembekuan dapat mempertahankan nutrisi buah paling banyak. Sedangkan pengeringan matahari dan udara sedikit menghilangkan kandungan nutrisi di dalamnya.

Tidak hanya itu, setelah buah dikeringkan, ada beberapa yang dikemas menggunakan sulfus dioksida, yaitu antioksidan buatan dan agen anti bakteri. Fungsinya, untuk mencegah buah berubah warna dan membuat buah lebih tahan lama atau awet.

Jadi, jangan heran jika buah-buahan jenis ini mengandung sulful oksidan yang lebih tinggi dari buah segar.

Kandungan sulfur oksidan ini bagi beberapa orang yang sensitif terhadap sulfur oksidan dapat menyebabkan masalah pernapasan, sakit kepala, bahkan gatal-gatal. Umumnya kondisi ini lebih rentan bagi para penderita asma.

Hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi buah kering

Meskipun buah jenis ini cukup sehat, sebaiknya jumlah Anda mengkonsumsi perlu diperhatikan. Hal ini dikarenakan banyak buah kering yang justru mengandung pemanis tambahan, saat proses pembuatannya.

Berikut ini beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum mengonsumsi buah jenis ini.

  • Selalu membaca label makanan sangat penting, termasuk label yang tertera pada kemasan buah yang dikeringkan. Terlebih jika Anda menderita diabetes dan sedang menjalani diet.
  • Teliti cara pembuatan buah ini, pastikan proses pembuatannya bebas dari tambahan gula dan pewarna makanan. Pastikan juga warna dari buah yang dikeringkan adalah warna alami buah, bukan karena proses pewarnaan yang difungsikan untuk menarik pembeli.
  • Jangan menyamakan buah jenis ini sebagai pengganti buah segar. Sebagaimana pun menyehatkan buah ini, kandungan nutrisi buah segar lebih banyak. Jadi, jangan sampai Anda mengonsumsi buah ini sebagai ganti buah segar.

Kesimpulan

Buah yang dikeringkan bisa saja jadi camilan sehat selama Anda diet dan menurunkan berat badan.

Hanya saja, Anda harus memastikan jika buah yang Anda makan tersebut adalah buah segar yang dikeringkan secara alami tanpa ada tambahan pemanis atau pun pewarna makanan. Itu sebabnya, teliti sebelum membeli. Jangan terlena oleh iklan yang beredar di pasaran.

Sebaiknya, konsumsi makanan ini sebagai camilan dalam jumlah yang kecil. Jika tidak, bersiaplah dengan segala risiko yang ada. Misalnya, kadar gula naik atau malah justru membuat rencana diet Anda gagal total karena terlalu banyak mengonsumsi gula.

Tepat memilih camilan dan mengerti kandungan nutrisinya akan membuat Anda merasa tidak bersalah meski ngemil di saat melakukan diet.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Dried Fruit: Good or Bad? – https://authoritynutrition.com/dried-fruit-good-or-bad/ diakses pada 14 Juli 2017

Is Dried Fruit As Nutritious As Fresh Fruit? – http://healthyeating.sfgate.com/dried-fruit-nutritious-fresh-fruit-7614.html diakes pada 14 Juli 2017

Is Dried Fruit Good For You? – http://www.livestrong.com/article/323850-is-dried-fruit-good-for-you/ diakses pada 14 Juli 2017

Is Dried Fruit Fattening? – http://www.shape.com/blogs/weight-loss-coach/dried-fruit-fattening diakses pada 14 Juli 2017

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 14/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x