Bolehkah Anak Cuma Makan Buah Sebagai Sumber Seratnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/03/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sayur dan buah merupakan salah satu sumber serat terbaik untuk anak-anak. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa banyak anak lebih menyukai buah dibandingkan sayur karena rasanya jauh lebih lezat. Lantas, bolehkah anak cuma makan buah tanpa mengonsumsi sayur untuk sumber serat?

Perbedaan nutrisi buah-buahan dan sayuran

Buah-buahan dan sayuran memiliki kandungan nutrisi yang mirip. Keduanya kaya akan vitamin, mineral, serta berbagai senyawa antioksidan. Kalorinya rendah dan kandungan lemaknya pun sangat kecil walaupun dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Perbedaan utama dari nutrisi buah dan sayur ada pada kandungan gula alaminya. Buah umumnya memiliki kandungan gula yang lebih tinggi sehingga rasanya menjadi lebih manis. Rasa manis inilah yang menjadi alasan bagi anak untuk cuma makan buah, tidak sayur.

Selain gula, buah-buahan dan sayuran juga memiliki kandungan serat yang berbeda. Serat pada buah cenderung lebih banyak dibandingkan sayuran. Seratus gram buah dapat mengandung 2-15 gram serat, sedangkan sayuran hanya sekitar 1,2-4 gram.

Buah-buahan dengan kandungan serat tertinggi antara lain apel, alpukat, pisang, jeruk, dan berbagai macam beri. Sementara sayuran yang paling banyak mengandung serat di antaranya wortel, bit, brokoli, serta sayuran berdaun hijau, seperti kale dan bayam.

Jika dilihat dari perbandingan ini, membiarkan anak cuma makan buah untuk memenuhi kebutuhan serat seolah tidak ada salahnya. Meski begitu, tetap baik bagi orangtua untuk membujuk anaknya agar tetap makan sayur untuk sumber seratnya, bukan cuma dari buah.

Anak cuma makan buah untuk serat, perhatikan pilihan buahnya

mengatasi anak suka pilih-pilih makanan

Pola makan yang sehat tidak hanya harus memenuhi kebutuhan nutrisi, tapi juga terdiri atas berbagai jenis makanan yang bervariasi. Pasalnya, setiap jenis makanan memiliki kandungan nutrisi dengan jenis dan jumlah yang berbeda.

Hal yang sama berlaku pada buah-buahan. Anak yang cuma makan buah untuk memenuhi seratnya, ternyata belum tentu bisa terpenuhi kebutuhannya. Hal ini disebabkan karena kecukupan serat sangat bergantung pada jenis serta jumlah buah yang dikonsumsi.

Sebagai gambaran, buah-buahan tertentu seperti apel dan pisang memang mengandung serat dalam jumlah tinggi. Akan tetapi, ada pula jenis buah dengan kandungan serat yang lebih rendah, contohnya melon, aprikot, persik, dan plum.

Anak-anak sangat pemilih soal makanan. Tak jarang, mereka hanya mau mengonsumsi satu jenis makanan sebelum akhirnya bosan. Jika buah kesukaannya tidak mengandung cukup banyak serat, tentu sulit untuk memenuhi kebutuhan seratnya.

Cara membuat anak menyukai sayuran

Mengenalkan sayuran kepada anak yang cuma mau makan buah sebagai sumber seratnya mungkin tak mudah. Namun, beberapa tips berikut mungkin bisa membantu Anda untuk membuat anak lebih suka makan sayur:

  • Memberikan contoh dengan makan sayuran setiap hari
  • Menjadikan sayuran sebagai camilan sehat
  • Lebih sering menyajikan salad pada waktu makan
  • Mencoba berbagai kreasi resep vegetarian
  • Mengajak anak ikut serta saat membeli sayuran
  • Makan bersama anak agar asupan sayurannya terpantau

Buah-buahan merupakan sumber serat yang baik bagi anak, tapi akan lebih baik lagi jika anak Anda juga makan sayur untuk memenuhi kebutuhan seratnya.

Membuat anak menyukai sayuran tentu membutuhkan waktu. Namun, Anda dapat mencapai tujuan ini dengan tetap konsisten. Berikan ia contoh yang baik dan teruslah mengenalkan sayuran lewat berbagai kreasi hidangan yang lezat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Konsumsi Buah Selama Kehamilan Memengaruhi Perkembangan Otak Janin

Khasiat buah memang sudah dikenal oleh semua orang karena menyehatkan. Akan tetapi, ternyata buah baik untuk perkembangan otak janin lho. Bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 29/03/2020 . Waktu baca 5 menit

Tak Hanya Kaya Vitamin, Ini 5 Manfaat Labu Air Bagi Kesehatan

Rasanya yang tawar membuat labu air tidak banyak digemari. Padahal, konsumsi labu air juga dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/02/2020 . Waktu baca 4 menit

Anak Cuma Mau Makan Pasta, Apakah Baik Bagi Kesehatannya?

Anak bisa memperoleh asupan energi dan kandungan nutrisi lainnya dengan makan seporsi pasta. Namun, apakah sehat bila anak hanya makan pasta setiap hari?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Parenting, Nutrisi Anak 08/01/2020 . Waktu baca 4 menit

Si Kecil Ketagihan Makanan Pedas, Adakah Batas Amannya?

Tidak perlu aneh jika si kecil ketagihan makanan pedas sejak masih berusia belia. Tetapi, apakah ada batasan atau aturan ketika anak suka makanan pedas?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Parenting, Nutrisi Anak 01/01/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sayur untuk anak 1 tahun

5 Jenis Sayur yang Cocok untuk Anak Usia 1 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020 . Waktu baca 4 menit
buah untuk alzheimer

Rutin Makan Buah Bermanfaat Menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020 . Waktu baca 4 menit
camilan sehat balita

Biar Makin Lahap, Ini Menu Makanan Balita Usia 1-5 Tahun yang Bisa Dicoba

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 20/04/2020 . Waktu baca 13 menit
manfaat makan buah

5 Buah Kaya Manfaat yang Perlu Anda Makan Saat DBD Agar Cepat Pulih

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020 . Waktu baca 5 menit