Bolehkah Mencampurkan ASI dan Susu Formula Dalam Satu Botol?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/05/2019
Bagikan sekarang

Banyak ibu yang mencoba mencampur ASI dan susu formula dalam botol untuk anak menyusu. Alasannya, dengan cara ini ibu bisa memaksimalkan asupan nutrisi bagi sang bayi. Namun, apakah cara ini benar baik?

Kapan harus kasih susu formula untuk anak? 

ASI adalah makanan satu-satunya makanan yang paling baik bagi bayi hingga ia berusia 6 bulan. Setelah 6 bulan, ia mulai membutuhkan gizi yang lebih, karena itu Anda sudah boleh memberikannya makanan pendamping ASI.

Jadi, sebaiknya Anda tidak memberikan susu formula atau makanan dan minuman lain selain ASI sebelum ia berusia 6 bulan. Pasalnya, semua kebutuhan bayi sudah bisa tercukupi hanya dengan ASI. ASI juga tidak akan menimbulkan masalah pada pencernaannya yang masih berkembang. 

Lain ceritanya jika si kecil sudah lewat usia 6 bulan. Maka, susu formula boleh menjadi pertimbangan Anda sebagai pilihan makanan pendamping ASI. Di masa ini si kecil sudah mulai bisa mencerna makanan selain ASI, dan kebutuhan nutrisinya juga semakin meningkat.

Namun, sebenarnya bila memang ASI Anda masih mencukupi kebutuhan si kecil meski ia sudah berusia lebih dari 6 bulan, maka lebih baik andalkan ASI saja ketimbang susu formula. Idealnya, bagi bayi yang berusia antara 6-12 bulan, maka 70 persen kebutuhan kalorinya masih didapatkan dari ASI ataupun susu formula dan 30 persennya dari makanan pendamping ASI.

Apakah boleh mencampurkan ASI dan susu formula dalam satu botol?

Bila Anda memang ingin memberikan anak susu formula sebagai MPASInya, sebaiknya jangan dicampur dalam satu botol untuk satu kali sesi menyusu. Berikanlah sufor botol di waktu yang berbeda, misalnya sufor di pagi hari dan siangnya menyusu ASI.

Hal ini ditujukan agar ASI tetap sebagai makanan utama bagi si kecil.  Terlebih jika Anda mencampur ASI dan susu formula, maka produksi ASI Anda akan tidak maksimal. Padahal Anda masih mampu untuk memberikan banyak porsi ASI untuk bayi Anda.

Lama-kelamaan, mungkin jumlah ASI akan berkurang karena produksinya tidak dimaksimalkan. Jadi, sebaiknya berikan dalam waktu dan tempat yang berbeda.

Selain itu, sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa mencampur ASI dan susu formula dalam satu botol dapat meningkatkan nutrisinya.

iritasi payudara tetap menyusui

Manfaat pemberian ASI lanjutan setelah bayi berusia 6 bulan

Intinya, bila Anda bisa terus memaksimalkan produksi ASI Anda untuk si kecil hingga ia berusia 2 tahun, maka sebaiknya tetap utamakan ASI. Ya, selain lebih murah, ada banyak manfaat yang si kecil dan Anda dapatkan jika melanjutkan pemberian ASI hingga si kecil berusia 2 tahun, seperti:

  • Memastikan kebutuhan gizi bayi tercukupi. ASI masih menjadi makanan yang baik untuk si kecil, meskipun ia telah mengonsumsi makanan padat. Dengan memberikannya ASI, maka kebutuhan nutrisinya bisa tercukupi.
  • Mencegah bayi terserang berbagai penyakit. ASI mengandung zat antibodi ibu yang bisa membuat bayi lebih kebal terhadap penyakit.
  • Kesehatan ibu juga jadi lebih baik. Tak hanya bayi, ibu juga mendapatkan manfaat dari pemberian ASI lanjutan. Hal ini dapat mencegah risiko kanker payudara, kanker ovarium, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes.
  • Ikatan antara ibu dan anak menjadi lebih kuat. Pemberian ASI tak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik saja, tapi bagi ikatan ibu dan bayi. Ikatan ibu dan bayi bisa semakin kuat bila ASI terus dilanjutkan hingga ia berusia 2 tahun.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

Melahirkan di Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Saat pandemi COVID-19, ibu hamil perlu mengikuti prosedur tindakan pencegahan sampai proses melahirkan selesai. Apa saja yang perlu siapkan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 14/05/2020

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 09/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020