Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bayi Ibu Jarang Pipis? Yuk, Ketahui Penyebabnya!

Bayi Ibu Jarang Pipis? Yuk, Ketahui Penyebabnya!

Bayi jarang pipis sering kali membuat ibu khawatir. Apakah kondisi ini normal? Lalu apa yang menyebabkan si kecil jarang pipis dan bagaimana mengatasinya? Untuk lebih jelasnya yuk simak pembahasan berikut ya, Bu!

Berapa kali bayi buang air kecil?

bayi jarang pipis

Melansir American Academy of Pediatrics, bayi baru lahir biasanya lebih sering pipis daripada anak yang sudah cukup besar.

Normalnya, bayi akan buang air kecil setiap jam atau setiap tiga jam sekali. Atau dengan kata lain, ia pipis sebanyak 4 sampai 6 kali dalam sehari.

Sementara itu, jika cuaca sedang panas, frekuensi pipis si kecil akan berkurang hingga setengahnya. Misalnya jika cuaca normal, ia biasanya pipis sampai 6 kali sehari sedangkan saat panas, mungkin hanya 2 atau 3 kali sehari.

Pada kondisi panas, biasanya bayi jarang pipis tapi berkeringat. Ini karena keringat adalah cara lain untuk mengeluarkan sisa cairan dari dalam tubuh.

Kondisi ini normal, jadi ibu tidak perlu khawatir ya. Cukup pastikan asupan ASI atau susu formula si kecil tetap lancar.

Penyebab bayi jarang pipis

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, normalnya bayi buang air kecil sebanyak 4 sampai 6 kali dalam sehari. Namun, jika Anda mendapati si kecil tidak pipis sesering itu, bisa jadi karena hal-hal berikut.

1. Lebih banyak berkeringat

Jika si kecil lebih banyak berkeringat, pipisnya akan lebih jarang. Hal ini tergantung cuaca, pakaian yang ia kenakan, suhu ruangan, ataupun sirkulasi udara di kamar si kecil.

2. Bayi yang minum ASI cenderung lebih jarang pipis

ASI lebih banyak diserap oleh tubuh daripada susu formula. Hal ini membuat zat yang dikeluarkan lebih sedikit, baik berupa kotoran maupun air seni.

Itulah yang menyebabkan bayi yang minum ASI cenderung lebih jarang pipis daripada yang minum susu formula.

3. Berat badan si kecil lebih ringan

Melansir American Academy of Pediatrics, jumlah cairan yang dibutuhkan dan yang dikeluarkan oleh bayi menyesuaikan dengan berat badan bayi . Bayi yang jarang pipis bisa jadi karena berat badannya kurang dari 2,5 kg.

4. Bayi tidak mengonsumsi ASI atau susu formula yang cukup

Perlu ibu memerhatikan apakah si kecil cukup minum ASI atau susu formula. Normalnya, bayi yang baru lahir perlu menyusu setiap 2 jam sekali.

Jika tidak, ia akan kekurangan asupan nutrisi sehingga pipis pun menjadi jarang. Selain itu, bisa jadi bayi Anda dehidrasi karena kurang cairan baik dari ASI maupun formula

Normalkah jika bayi jarang buang air kecil?

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, frekuensi buang air kecil si kecil dipengaruhi oleh berbagai faktor. Anda tidak perlu khawatir jika bayi jarang pipis asalkan ia menyusui dengan lancar dan teratur.

Bahayakah jika bayi tidak pipis selama 12 jam? Sebenarnya hal tersebut tidaklah berbahaya, selama ia tidak mengalami gejala lain seperti demam, rewel berlebihan, dan dehidrasi.

Kapan harus ke dokter jika bayi jarang pipis?

Meskipun jarang pipis merupakan hal yang wajar, tetapi ibu tetap perlu mewaspadai bahaya dehidrasi yang mungkin menjadi penyebab bayi jarang buang air kecil.

Dehidrasi dapat terjadi jika bayi mengalami diare atau muntah-muntah. Kondisi ini sebaiknya tidak dianggap remeh sebab menurut data dari WHO, ia adalah salah satu penyebab utama kematian anak di bawah usia 5 tahun.

Melansir Virtual Pediatric Hospital tanda-tanda dehidrasi pada bayi antara lain sebagai berikut.

  • Tidak buang air kecil selama 4 sampai 6 jam pada usia di bawah 6 bulan.
  • Dalam sehari, popok yang diganti kurang dari 6 kali.
  • Hanya sedikit mengeluarkan air mata saat menangis.
  • Lebih rewel daripada biasanya.
  • Fontanel (bagian lunak pada ubun-ubun bayi) tampak cekung atau lebih rata dari biasanya.
  • Kulit tampak lebih kering atau keriput terutama di bagian lengan, perut dan kaki.
  • Bayi terlihat lemas dan lesu.
  • Si kecil sering mengantuk.
  • Detak jantung terlalu cepat atau justru terlalu lambat.

Jika bayi jarang pipis dan mengalami tanda-tanda dehidrasi tersebut, segeralah periksakan ia ke dokter.

Apa yang harus Anda lakukan jika bayi jarang pipis?

lergi susu sapi pada bayi

Berobat ke dokter adalah cara terbaik untuk mengetahui apa yang menyebabkan bayi jarang buang air kecil. Sehingga penanganannya dapat disesuaikan dengan penyebab tersebut.

Jika disebabkan oleh suhu udara yang terlalu panas, usahakan ia selalu berada di ruangan yang sejuk.

Selain itu, pastikan pula pakaian yang ia kenakan seperti baju, celana, sprei, dan selimut terbuat dari bahan yang tidak menimbulkan efek panas.

Jika jarangnya pipis disebabkan oleh kurangnya asupan cairan maka ibu perlu lebih sering menyusui si kecil, baik dengan ASI maupun dengan susu formula.

Meskipun hal ini wajar, tidak ada salahnya untuk memeriksakan ke dokter jika bayi jarang pipis.

Tujuannya untuk mengantisipasi apakah kondisi ini disebabkan oleh dehidrasi atau adanya masalah pada saluran kencing.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Metaj, M., Laroia, N., Lawrence, R., & Ryan, R. (2003). Comparison of Breast- and Formula-Fed Normal Newborns in Time to First Stool and Urine. Journal Of Perinatology, 23(8), 624-628. doi: 10.1038/sj.jp.7210997

Virtual Pediatric Hospital: CQQA: Dehydration. (2002). Retrieved 17 May 2021, from https://www.virtualpediatrichospital.org/patients/cqqa/dehydration.shtml

 

Dehydration (for Kids) – Nemours KidsHealth. (2017). Retrieved 17 May 2021, from https://kidshealth.org/en/kids/dehydration.html?ref=search

Signs of Dehydration in Infants & Children. (n.a.). Retrieved 17 May 2021, from https://www.healthychildren.org/English/health-issues/injuries-emergencies/Pages/dehydration.aspx#:~:text=Mild%20to%20Moderate%20Dehydration%3A&text=Parched%2C%20dry%20mouth,will%20be%20decreased%20bowel%20movements

Baby’s First Days: Bowel Movements & Urination. (n.a,). Retrieved 17 May 2021, from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/Pages/Babys-First-Days-Bowel-Movements-and-Urination.aspx#:~:text=Your%20baby%20may%20urinate%20as,half%20and%20still%20be%20normal

Causes of death among children. (2016). Retrieved 17 May 2021, from https://www.who.int/maternal_child_adolescent/data/causes-death-children/en/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 23/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita