home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pemasangan NGT (Nasogastric Tube)

Definisi nasogastric tube (NGT)|Prosedur pemasangan NGT|Risiko pemasangan NGT|Setelah operasi pemasangan NGT
Pemasangan NGT (Nasogastric Tube)

Definisi nasogastric tube (NGT)

Tabung nasogastrik (NGT) adalah tabung fleksibel yang dimasukkan melalui lubang hidung melewati kerongkongan, dan masuk ke perut. NGT biasanya dipasang untuk menghilangkan atau menambahkan zat di perut.

Tabung yang terbuat dari bahan karet ini bukan untuk penggunaan jangka panjang, melainkan untuk sementara waktu saja. Dahulu, pasien yang baru saja menjalani operasi peradangan pada usus (IBD) akan dipasangkan tabung NGT.

Kini, pemasangan NGT hanya diperlukan usai operasi tertentu. Itu sebabnya, Anda perlu berdiskusi tentang penggunaan nasogastric tube dengan ahli bedah sebelum operasi. Apakah tabung tersebut diperlukan setelah operasi atau tidak.

Apa fungsi pemasangan NGT?

Pada saat dirawat di rumah sakit, pemasangan NGT biasa dilakukan pada pasien IBD. Selain itu, ada beberapa fungsi NGT yang perlu Anda ketahui, meliputi:

  • membantu memberikan nutrisi atau obat,
  • mengeluarkan udara atau cairan di perut atau lambung,
  • media untuk memasukkan zat kontas ke perut selama endoskopi, serta
  • melindungi usus usai menjalani operasi.

Tidak semua pasien IBD yang menjalani operasi membutuhkan NGT karena tergantung dari kondisi tubuh masing-masing. Pada beberapa kasus, prosedur NGT dilakukan untuk mengobati penyumbatan usus akibat IBD yang tidak memerlukan operasi.

Selain itu, NGT juga memiliki fungsi dengan membantu memberikan obat atau nutrisi. Hal ini berlaku pada pasien dengan masalah pencernaan, tetapi kesulitan menelan sesuatu dengan baik, seperti pasien yang tengah mengalami stroke.

Prosedur pemasangan NGT

Apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum pemasangan?

Sebelum menjalani NGT, Anda mungkin perlu mempersiapkan beberapa hal, antara lain:

  • berdiskusi dengan dokter seputar komplikasi dan alternatif pengobatan,
  • menjalani pemeriksaan medis,
  • memberi tahu dokter terkait penyakit yang dialami atau obat-obatan yang dikonsumsi, serta
  • menandatangani formulir persetujuan prosedur.

Bagaimana cara dokter memasang NGT?

Bila sudah siap, dokter atau perawat akan memulai prosedur pemasangan NGT yang biasanya dilakukan di rumah sakit. Awalnya, Anda mungkin akan dibius lokal pada lubang hidung, tetapi terkadang prosedur juga dapat dilakukan tanpa obat bius.

Setelah itu, NGT akan dimasukkan melalui lubang hidung, turun ke kerongkongan, dan masuk ke dalam perut. Anda mungkin diminta untuk menelan tabung yang dipasang.

Meski menimbulkan ketidaknyamanan, prosedur ini seharusnya tidak menimbulkan rasa sakit karena bisa menjadi pertanda bahwa selang NGT tidak dipasang dengan benar.

Bila selang telah masuk, dokter akan memeriksa, apakah NGT berada di tempat yang benar. Dokter atau perawat juga akan memastikan hal tersebut dengan melakukan X-Ray untuk mendeteksi lokasi nasogastric tube.

Risiko pemasangan NGT

Jika pemasangan NGT tidak dilakukan dengan benar, tentu akan menimbulkan sejumlah risiko, seperti:

  • melukai jaringan dalam hidung, tenggorokan, atau perut,
  • kram perut,
  • perut membengkak,
  • diare,
  • mual dan muntah, serta
  • kembalinya makanan atau obat ke kerongkongan.

Tidak hanya masalah kesehatan, tabung NGT juga berpotensi tersumbat, robek, atau copot. Kondisi tabung yang rusak tentu dapat memicu masalah lagi. Sementara itu, penggunaan NGT dalam waktu yang lama juga bisa memicu infeksi pada:

Bagaimana cara mengurangi risikonya?

Sebenarnya, mengurangi risiko komplikasi ini hanya bisa dilakukan oleh tim dokter.

Namun, tidak ada salahnya mengetahui apa yang mereka perbuat agar risiko terhadap kondisi yang mengganggu berkurang di bawah ini.

  • Memastikan tabung selalu menempel dengan kencang pada wajah.
  • Memeriksa tanda-tanda kebocoran atau penyumbatan pada tabung.
  • Mengangkat kepala ketika dimasukkan makanan atau obat selama satu jam.
  • Memerhatikan tanda-tanda iritasi atau infeksi.
  • Memantau jumlah cairan tubuh dan status gizi secara teratur.
  • Memeriksa kadar elektrolit lewat pemeriksaan darah.
  • Memastikan kantong drainase dikosongkan secara teratur, bila ada.

Setelah operasi pemasangan NGT

Apa yang perlu diperhatikan setelah NGT dipasang?

Selang NGT yang dipasang pada lubang hidung memang menimbulkan rasa tidak nyaman. Namun, cara ini dapat membantu Anda mencegah terjadinya penyumbatan usus.

Setelah prosedur pemasangan selesai, hal yang perlu diperhatikan adalah memastikan selang NGT sudah dalam posisi yang benar. Selain itu, ada sejumlah hal lainnya yang memerlukan perhatian khusus setelah nasogastric tube dipasang, yaitu:

  • jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh dan dibuang melalui urine,
  • mencegah penyumbatan pada selang makan dengan cairan saline, dan
  • kondisi kulit di sekitar selang NGT.

Kapan harus kembali ke dokter?

Bila Anda atau anggota keluarga yang memasang selang NGT mengalami gejala di bawah ini, segera periksakan diri ke dokter.

Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi dokter untuk memahami solusi apa yang tepat untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sigmon DF, An J. (2020). Nasogastric Tube. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Retrieved 3 February 2021, from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK556063/

Home enteral nutrition. (2019). Mayo Clinic. Retrieved 3 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/home-enteral-nutrition/about/pac-20384955 

Nasogastric Tubes. (2018). The Royal Children’s Hospital Melbourne. Retrieved 3 February 2021, from https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/Nasogastric_tubes/ 

Nasogastric Tube Feeding. (2015). Children’s Minnesota. Retrieved 3 February 2021, from https://www.childrensmn.org/educationmaterials/childrensmn/article/15553/nasogastric-tube-feeding/ 

Williams, T. (2016). Nasogastric tube feeding: a safe option for patients?. British Journal Of Community Nursing, 21(Sup7), S28-S31. https://doi.org/10.12968/bjcn.2016.21.sup7.s28. Retrieved 3 February 2021.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal diperbarui 22/02/2021
x