Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bu, Kenali 5 Gejala Gangguan Sistem Pencernaan pada Bayi

Bu, Kenali 5 Gejala Gangguan Sistem Pencernaan pada Bayi

Memasuki usia 6 bulan ke atas, nutrisi bayi tak dibatasi oleh ASI (Air Susu Ibu) saja. Susu formula, makanan padat atau MPASI (Makanan Pengganti ASI) pun sudah mulai diperkenalkan pada si Kecil sebagai asupan nutrisinya. Nutrisi-nutrisi baru ini mungkin akan menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan si Kecil, dikarenakan saluran cernanya belum terbentuk dengan sempurna. Maka dari itu, Ibu perlu mengetahui gejala gangguan sistem pencernaan pada si Kecil untuk menentukan penanganan yang tepat jika salah satu atau beberapa tanda-tandanya muncul.

Gejala gangguan sistem pencernaan yang umum terjadi pada bayi

Terdapat lima gejala gangguan sistem pencernaan yang umum dialami si Kecil di masa pertumbuhannya, meliputi:

1. Kolik atau rewel

Dilansir dari Mayo Clinic, kolik adalah suatu kondisi bayi yang terlihat sehat sering menangis atau rewel tanpa alasan yang jelas. Tangisan ini bisa terjadi selama tiga jam atau lebih dalam satu hari, tiga hari atau lebih dalam seminggu, selama tiga minggu atau lebih.

Umumnya, kolik terjadi pada bayi sejak lahir, dan kondisi ini dapat bertambah parah saat bayi berusia sekitar 6 minggu. Di usia 3 atau 4 bulan, biasanya kondisi ini sudah mulai mereda.

Kolik dapat disebabkan oleh beberapa hal yang membuat si Kecil merasa tidak nyaman, seperti kelaparan atau mengalami gangguan pada sistem pencernaan.

2. Muntah, salah satu gejala gangguan sistem pencernaan

Gumoh atau muntah setelah menyusui atau makan cukup umum terjadi pada bayi. Hal ini disebabkan oleh otot sfingter antara lambung dan kerongkongan (saluran dari mulut ke perut) belum cukup kuat untuk menampung asupan nutrisi yang masuk.

Selain itu, muntah setelah minum susu atau makan juga bisa menandakan adanya suatu masalah pada si Kecil. Misalnya, pada bayi yang diberikan susu formula, mungkin saja timbul gangguan, seperti diare ataupun muntah, karena sistem pencernaan bayi yang belum matang. Akibatnya, bayi hanya mencerna susu formula sapi sebagian saja. Hal ini menyebabkan hanya sebagian nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya, sisanya akan dimuntahkan oleh si Kecil.

3. Konstipasi atau sembelit

Sembelit pada bayi dapat muncul setelah si Kecil diberikan makanan padat. Adapun tanda-tanda dari sembelit pada bayi, yaitu bentuk feses yang keras, frekuensi buang air besar (BAB) yang jarang, dan BAB yang sulit dikeluarkan.

Perlu diingat bahwa frekuensi normal BAB tiap bayi berbeda-beda, tergantung usia dan asupan nutrisi yang dimakan. Selain itu, dikarenakan otot perut bayi yang masih lemah, si Kecil mungkin terlihat kesulitan dan tegang saat BAB.

Namun, hal tersebut tidak berarti si Kecil mengalami sembelit. Pasalnya, bayi tidak mungkin mengalami sembelit jika berhasil BAB beberapa menit setelah mengejan.

4. Diare

Gejala gangguan sistem pencernaan lain yang umum terjadi pada si Kecil adalah diare. Si Kecil dapat dinyatakan terkena diare, jika mengalami buang air besar (BAB) yang cair sebanyak lebih dari tiga kali dalam sehari.

Umumnya, diare disebabkan akibat adanya rotavirus yang bisa ditularkan dari makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh si Kecil.

Berbeda halnya dengan diare yang terjadi berulang-ulang. Hal ini mungkin terjadi karena si Kecil tidak cocok dengan makanan tertentu atau susu formula tertentu, sehingga berakibat pada gangguan sistem pencernaan. Kondisi tersebut dapat dilatarbelakangi oleh sistem pencernaan bayi yang belum berkembang secara optimal.

5. Perut kembung

Adanya gas dalam perut si Kecil merupakan hal yang normal. Namun, kelebihan gas pada perut atau dikenal dengan perut kembung, dapat menandakan adanya gangguan sistem pencernaan pada si Kecil.

Kondisi ini dapat terjadi karena sistem pencernaannya yang masih dalam tahap perkembangan dan belum seutuhnya matang. Ketika perut mencerna makanan tertentu, dapat memicu produksi gas sehingga si Kecil mengalami perut kembung dan ketidaknyamanan pada sistem pencernaan.

Masalah gangguan pencernaan dapat saja berkembang ke depannya. Bahkan, si Kecil yang sering mengalami perut kembung berisiko menderita penyakit celiac, sindrom iritasi usus besar, atau penyakit refluks gastroesofagus (GERD).

Mengatasi gejala gangguan sistem pencernaan pada bayi

obat diare mencret bayi

Berkonsultasi dengan dokter merupakan cara paling efektif untuk mengatasi gejala gangguan pencernaan pada bayi. Jika gejala yang muncul tak kunjung mereda, jangan ragu untuk memeriksakan si Kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Sebelum memeriksakan si Kecil ke dokter, Ibu dapat mencari tahu mengenai kondisi kesehatan pencernaan si Kecil secara mandiri. Setelahnya, Ibu juga bisa melakukan cara-cara berikut untuk mengatasi gejala gangguan sistem pencernaan yang dialami si Kecil.

  • Pada si Kecil yang mengalami kolik, terapkan serangkaian cara untuk menenangkan si Kecil. Misalnya, mengajak si Kecil jalan-jalan, memandikan si Kecil dengan air hangat, mengusap atau memijat perut si Kecil, dan memainkan musik yang menenangkan.
  • Bila sembelit muncul, berikan jus apel atau pir murni untuk bayi. Jus ini mengandung sorbitol, pemanis yang dapat berfungsi sebagai pencahar. Selain itu, berikan makanan padat yang kaya akan serat seperti bubur (puree) kacang polong atau sereal gandum.
  • Saat si Kecil menunjukkan tanda-tanda diare, pastikan Ibu telah memberikan air dengan cukup karena diare berisiko menimbulkan dehidrasi pada si Kecil.

Selain cara-cara di atas, Ibu dapat mengganti susu formula berdasarkan konsultasi dengan dokter anak. Kini, sudah ada susu formula yang dirancang secara spesifik untuk mengatasi masalah gangguan pencernaan pada si Kecil. Khususnya untuk si Kecil yang mengalami perut kembung dan sering buang angin setelah minum susu.

Konsultasikan dengan dokter mengenai pilihan susu formula yang cocok bagi si Kecil dengan perut sensitif. Dokter mungkin akan merekomendasikan pemberian susu pertumbuhan terhidrolisa bagi si Kecil yang berusia 1 tahun ke atas.

Susu pertumbuhan terhidrolisa mengandung protein halus yang lebih mudah dicerna oleh perut si Kecil yang sensitif. Susu pertumbuhan ini diperkaya oleh Omega 3 dan 6, Kalsium, Zat Besi, Asam Folat, Vitamin B1, B6 dan B12, yang bagus untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Colic – Symptoms and causes. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 8 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/colic/symptoms-causes/syc-20371074.

Gastrointestinal Problems. Stanfordchildrens.org. (2021). Retrieved 8 February 2021, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=gastrointestinal-problems-90-P02216.

Infant constipation: How is it treated?. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 8 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/expert-answers/infant-constipation/faq-20058519.

Diarrhea. Stlouischildrens.org. (2021). Retrieved 8 February 2021, from https://www.stlouischildrens.org/health-resources/symptom-checker/diarrhea.

A to Z: Flatulence, Eructation, and Gas Pain (for Parents) – Connecticut Children’s Medical Center. Kidshealth.org. (2021). Retrieved 8 February 2021, from https://kidshealth.org/ConnecticutChildrens/en/parents/101538.html?WT.ac=ctg.

Colic – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. Mayoclinic.org. (2021). Retrieved 8 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/colic/diagnosis-treatment/drc-20371081.

Gastrointestinal Problems – Health Encyclopedia – University of Rochester Medical Center . (2021). Retrieved 12 April 2021, from https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=90&ContentID=P02216Gastrointestinal Problems. (2021). Retrieved 12 April 2021, from https://www.missouribaptist.org/Medical-Services/Childbirth-Center/New-Parent-Guide/ArtMID/722/ArticleID/184/Gastrointestinal-Problems?

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nadhila Erin Diperbarui 25/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x