Kulit Anak Gatal-gatal Setelah Menyusui, Apa Ini Tanda Alergi ASI?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

ASI merupakan sumber makanan utama bagi bayi yang dapat mendukung tumbuh kembangnya. Tapi kadang, beberapa bayi bisa mengalami ruam merah, gumoh, atau perut kembung setelah minum ASI ibu. Gejala-gejala ini mirip dengan gejala alergi susu sapi. Lalu, apa benar bayi bisa alergi ASI?

Apa bayi bisa terkena alergi ASI?

Dikutip dari Livestrong, ASI itu sendiri tidak bisa menyebabkan alergi. Namun, apa yang ibu makan sehari-hari dapat tersalurkan ke dalam ASI sehingga dapat memicu gejala alergi pada anak. Hal ini mungkin terjadi ketika asupan makanan ibu banyak mengandung protein susu, misalnya dari susu atau produk turunan susu lainnya (keju, yogurt, butter, dst).

Protein susu inilah yang menyebabkan timbulnya alergi susu sapi pada bayi yang menyusu ASI. Biasanya, protein dalam susu sapi dan produk berbahan dasar susu lainnya bisa menjadi penyebab 2 sampai 3 persen alergi pada bayi. Alergi pada bayi ASI ini biasanya ditandai dengan sakit perut atau perut kembung, mencret, dan ruam di sekitar mulut atau bagian kulit lainnya.

Tidak hanya susu saja sebetulnya yang bisa menyebabkan bayi alergi ASI. Makanan lain seperti ikan, udang, kacang-kacangan juga bisa menjadi penyebab bayi alergi terhadap kandungan ASI. Gejala biasanya muncul setelah 2 sampai 6 jam ibu makan makanan tersebut dan memberikan ASI kepada bayinya.

Namun ini tidak akan menjadi masalah jika ibu tidak mempunyai riwayat alergi makanan, sehingga ibu tidak perlu menghindari mengonsumsinya. Tetap saja, akan lebih baik lagi jika Anda mengamati setiap perubahan yang mungkin dialami bayi setelah menyusui dan lebih memerhatikan apa yang anda makan sehari-hari.

Makanan apa yang harus dihindari ibu saat menyusui?

Jika memang bayi menunjukkan gejala alergi selama menyusu ASI, bukan berarti anda harus menghentikan pemberian ASI untuknya. Tidak disarankan juga untuk langsung mengganti ASI dengan susu formula, karena justru akan mengurangi asupan gizi yang yang diterima bayi Anda.

Sebaiknya, hindari makanan yang dapat memicu alergi pada anak ketika Anda sedang dalam masa menyusui. Berikut ini merupakan beberapa makanan yang harus dihindari ibu saat menyusui:

  1. Makanan berkafein, seperti kopi, teh, dan cokelat. Sebaiknya batasi minum minuman yang mengandung kafein tidak lebih dari 2 atau 3 gelas dalam sehari. Kafein yang ada dalam ASI dapat mengganggu tidur bayi.
  2. Alkohol. Alkohol tidak baik berada dalam ASI karena dapat berdampak pada perkembangan saraf dan otak bayi. Sebaiknya hindari minum minuman yang mengandung alkohol. Jika ibu minum alkohol, sebaiknya tidak memberikan ASI kepada bayinya sampai kadar alkohol dalam tubuh dan ASI benar-benar hilang. Memompa ASI keluar tidak membantu kadar alkohol dalam ASI hilang dengan cepat.
  3. Ikan bermerkuri tinggi. Ikan atau seafood merupakan sumber protein dan asam lemak omega-3 yang baik bagi tubuh. Namun, beberapa seafood mengandung merkuri yang tidak baik bagi tubuh. Makanan laut yang mengandung merkuri tinggi di antaranya adalah ikan makerel raja, ikan todak, dan tilefish. Ikan tuna juga memiliki kandungan merkuri tetapi tidak begitu tinggi dan sebaiknya batasi konsumsi ikan tuna tidak lebih dari 2 kali per minggu. Kandungan merkuri yang tinggi dalam ikan ini dapat mengkontaminasi ASI dan berisiko pada perkembangan otak bayi.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ketahui Berat Badan yang Ideal untuk Anak Usia 1-5 Tahun

Sebagai orangtua, penting untuk mengetahui berat badan yang ideal untuk anak balita. Berikut penjelasan lengkap seputar berat badan anak balita.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 27 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Manfaat Laktosa pada Susu Pertumbuhan Anak & Takaran Konsumsi yang Aman

Mengapa laktosa sering ditemukan dalam susu formula anak? Ini dia manfaat laktosa bagi tumbuh kembang anak yang perlu Anda ketahui.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
laktosa untuk anak
Anak 1-5 Tahun, Parenting 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Ruam Popok, Masalah Kulit Bayi yang Paling Sering Terjadi

Bayi yang keseringan pakai popok, memang rentan terkena ruam popok. Jangan khawatir, ikuti cara ini untuk mengobati dan mengatasi ruam popok.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Kulit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Daftar Obat Mual untuk Anak, Mulai dari Resep Dokter Sampai Perawatan di Rumah

Anak bisa mual ketika sakit atau selama perjalanan jauh dengan mobil. Lalu, obat mual apa yang aman untuk anak? Bagaimana cara mengatasi mual anak di rumah?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Anak, Parenting 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

susu sapi vs susu kedelai

Susu Sapi vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Bernutrisi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
demam pada anak

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
bercak putih pada kulit bayi

4 Kondisi yang Menjadi Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
cara mengatasi biang keringat pada bayi

8 Cara Ampuh Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 30 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit