backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

3

Tanya Dokter
Simpan

13 Buah dan Sayur yang Baik untuk Bayi Usia 6-12 bulan

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 16/11/2023

13 Buah dan Sayur yang Baik untuk Bayi Usia 6-12 bulan

Saat bayi sudah masuk usia 6 bulan, ia sudah bisa mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI). Selain karbohidrat, protein, dan lemak, orangtua juga bisa mengenalkan sayur dan buah untuk bayi sejak usia ini sebagai sumber vitamin dan serat. 

Lantas apa saja buah dan sayur yang baik untuk bayi? Berikut ini adalah rekomendasi beserta dengan manfaatnya. 

Manfaat sayur dan buah untuk bayi

makanan bayi 6 bulan agar tidak sembelit

Ada banyak kandungan nutrisi dalam buah dan sayur yang penting untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil.

Ini di antaranya vitamin, mineral, serat, serta nutrisi lain yang dapat mencukupi kebutuhan gizi bayi. Berkat kandungan tersebut, berikut manfaat sayur dan buah untuk bayi usia 6—12 bulan.

Meski buah dan sayur memiliki banyak manfaat untuk si Kecil, orangtua tetap harus menyesuaikan porsi makan anak sesuai dengan kebutuhannya.  

Pasalnya, mengutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), buah dan sayur mengandung banyak serat yang bisa menghambat penyerapan gizi penting bayi.

Ibu bisa memberikan buah-buahan sebanyak ½ potong atau ¼ buah segar dan tambahkan susu sebagai camilan.

Jika ingin memberikan buah, sebaiknya Ibu perlu waspada saat memilihnya karena banyak buah yang mengandung pestisida tinggi.

Oleh karena itu, sebaiknya cuci dengan benar buah dan sayur sebelum mengolah dan memberikannya kepada si Kecil. 

Namun lebih mudahnya, Ibu bisa pilih buah organik yang risiko kandungan pestisidanya lebih rendah.

Jenis sayur dan buah yang baik untuk MPASI bayi

menu makanan bayi 10 bulan

Mengutip dari WHO, menu MPASI yang bervariasi perlu Anda berikan untuk memastikan agar si Kecil mendapatkan gizi serta nutrisi yang dibutuhkan.

Begitu juga dengan variasi buah dan sayur untuk MPASI pertama bayi. Berikan jenis sayuran dan buah berbeda setiap harinya atau selang-seling untuk memaksimalkan gizi dan nutrisi.

Perlu Anda ketahui bahwa semakin gelap, cerah, dan memperlihatkan warna, semakin tinggi kandungan nutrisi di dalam sayuran dan buah tersebut.

Berikut macam-macam sayur dan buah yang bagus untuk MPASI bayi usia 6—12 bulan atau kurang dari 1 tahun.

1. Brokoli

Sebagai salah satu sayur untuk MPASI yang dapat bayi konsumsi, brokoli tergolong rendah kalori dan kaya nutrisi.

Brokoli juga mempunyai kandungan seng, magnesium, vitamin C, vitamin B, vitamin K, serat, serta kalium.

Kandungan dalam brokoli bermanfaat sebagai antioksidan, membentuk jaringan tubuh dan tulang, menyehatkan pencernaan, dan memaksimalkan kandungan protein dalam makanan.

Anda bisa memberikan bayi sayur brokoli secara utuh atau mencampurkannya dengan buah seperti pisang dan jeruk untuk dijadikan smoothies.

Namun sebelum itu, pastikan brokoli dalam keadaan matang dengan mengukus atau merebusnya terlebih dahulu.

2. Bayam

Kandungan serat dalam bayam baik untuk pencernaan anak sehingga dapat membantu mencegah sembelit pada bayi.

Tidak hanya itu, pada bayam juga terdapat kandungan vitamin A, vitamin C, asam folat, kalsium, serta zat besi yang juga bayi butuhkan

Kandungan tersebut bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata, melancarkan sirkulasi oksigen, serta menjaga kesehatan tulang.

Sama seperti brokoli, ibu bisa menyajikan sayur bayam menjadi smoothies atau puree dengan tambahan buah alpukat atau pisang untuk bayi.

Tips memberikan buah untuk bayi

Memakan buah segar tetap lebih baik ketimbang yang sudah dijus. Pasalnya, serat dalam buah umumnya hilang ketika dijus dan jus itu sendiri kadang bisa ditambahkan gula sebagai pemanis. Sementara buah-buahan kering seperti aprikot, keripik apel, atau keripik bayam memang masih mengandung vitamin, mineral, dan serat. Namun, buah kering juga mengandung banyak gula yang berisiko merusak gigi anak.

3. Wortel

Selain dapat menambah warna pada makanan, wortel juga bisa menjadi pilihan sayur untuk MPASI bayi.

Mengutip dari Eminence Kids Foundation, dalam wortel terdapat nutrisi yang bayi butuhkan seperti beta karoten, vitamin A, serat, vitamin K1, serta kalium.

Kandungan di dalam wortel tersebut bermanfaat untuk tubuh anak, di antaranya berikut ini.

  • Antioksidan untuk mengatasi racun.
  • Menjaga daya tahan tubuh.
  • Merawat kesehatan kulit.
  • Menjaga saluran pencernaan dan saluran kemih.
  • Merangsang pertumbuhan serta kesehatan gigi dan gusi.
  • Meningkatkan kesehatan mata.

Sayur jenis ini juga bisa ibu olah menjadi jus atau puree dengan menambahkan buah pisang dan stroberi untuk bayi agar lebih segar.

4. Ubi

Ubi juga menjadi salah satu varian sayur yang bisa Ibu manfaatkan untuk jadi menu makan si Kecil.

Selain serat, sayuran ini juga bagus untuk bayi karena mempunyai kandungan karbohidrat dan zat gizi lainnya, Beberapa kandungan lainnya, yaitu vitamin A, vitamin C, vitamin B6, serta kalium.

Maka dari itu, ubi juga bermanfaat untuk menambah imun, meningkatkan memori, serta mencegah gangguan pencernaan pada bayi.

Ibu bisa mencampurkan sayur ubi dengan buah-buahan segar seperti stroberi untuk menu makanan selingan bayi.

5. Labu

Sama seperti sayur wortel, labu merupakan buah berwarna yang dapat memberikan tambahan warna pada makanan bayi.

Selain itu, buah yang bisa dijadikan makanan MPASI ini juga mempunyai kandungan kalsium, magnesium, fosfor, vitamin C, vitamin E, vitamin A, vitamin B6, zinc, serta folat.

Selain dapat menjaga imun di dalam tubuh, labu juga bermanfaat untuk membunuh kuman di dalam usus sehingga pencernaan pun lancar.

Lalu, manfaat labu untuk bayi adalah menjaga kesehatan mata, memperkuat fungsi tulang, sekaligus memberi stimulasi perkembangan otak.

6. Buncis

Sayuran berwarna hijau ini juga bisa dijadikan alternatif bahan MPASI bayi lainnya.

Hal ini karena buncis mempunyai kandungan serat, natrium, vitamin A, Vitamin C, Vitamin K, juga zat besi.

Tidak hanya untuk orang dewasa, ada beberapa manfaat untuk bayi jika mengonsumsi buncis.

Manfaat ini di antaranya meningkatkan perkembangan kognitif, meningkatkan fungsi tulang, sekaligus melancarkan saluran pencernaan.

7. Alpukat

manfaat alpukat

Bayi tidak hanya perlu makan sayur, tetapi juga buah untuk membantu perkembangan tubuhnya.

Bayi membutuhkan lemak untuk membantu perkembangan otak dan otot bayi. Selain dengan daging-dagingan, lemak juga bisa bayi dapatkan dari buah alpukat.

Alpukat termasuk buah yang baik untuk si Kecil karena kandungan nutrisinya. Bahkan komposisi lemak pada alpukat juga mirip dengan komposisi lemak di dalam ASI. 

Teksturnya juga lembut dan mudah untuk bayi kunyah. Oleh karena itu selain sayur, buah yang satu ini juga bisa Ibu gunakan sebagai camilan untuk bayi.

8. Pisang

Tekstur pisang hampir mirip dengan alpukat, yaitu padat tetapi dagingnya tetap lembut dan halus.

Pisang memiliki rasa manis alami yang bayi sukai, sehingga Ibu tidak perlu menambahkan gula.

Buah yang satu ini juga bisa menjadi obat untuk meredakan diare pada bayi karena dapat membuat tekstur feses lebih padat.

Harganya yang murah serta mudah Ibu dapatkan di pasar tradisional membuat pisang disukai oleh semua kalangan.

9. Kiwi

Sama halnya dengan buah dan sayur lainnya, kandungan nutrisi dalam buah kiwi tentu dapat membantu mendukung perkembangan si Kecil. 

Beberapa kandungan nutrisi di dalam buah kiwi antara lain vitamin C, vitamin E, antioksidan, kalium, dan vitamin K. 

Untuk memberikannya kepada si Kecil, kupas kulit buah kiwi dan potong kecil-kecil dagingnya. Anda juga bisa menghaluskannya menjadi puree menggunakan blender ataupun garpu. 

10. Pir 

Pir juga cocok menjadi pilihan buah atau sayur yang dikonsumsi oleh si Kecil. Buah ini kaya akan serat serta memiliki kadar air yang tinggi.

Berkat kandungan tersebut, memberikan buah pir untuk bayi dapat membantu melancarkan pencernaannya. 

Umumnya, buah ini dapat diolah menjadi puree dengan cara mencampurkan sedikit ASI atau susu formula.

Bila anak Anda sudah berusia lebih dari 10 bulan, Anda dapat memotong buah pir menjadi potongan kecil sesuai dengan kemampuannya. 

11. Blueberry 

Buah yang cocok untuk diberikan pada bayi yang selanjutnya adalah blueberry. Hal ini karena blueberry mengandung berbagai nutrisi penting, seperti karbohidrat, serat, protein, vitamin C, dan vitamin B. 

Kandungan serat di dalam buah ini tentunya dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan si Kecil dan mencegahnya mengalami sembelit.

Selain itu, kandungan vitamin B dalam buah ini dapat membantu menjaga kesehatan tulangnya. 

Untuk memberikannya sebagai menu MPASI si Kecil, Anda bisa mengolahnya menjadi puree blueberry dengan cara menghaluskannya menggunakan blender. 

12. Jeruk 

Buah jeruk terkenal memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Hal ini tentunya dapat mendukung sistem kekebalan tubuh si Kecil.

Jeruk juga memiliki kandungan air yang tinggi, sehingga tubuh bayi tetap terhidrasi jika mengonsumsinya.

Bila Anda baru pertama kali mengenalkan jeruk kepada si Kecil, potonglah jeruk tersebut seukuran ujung jari bayi Anda untuk mencegahnya tersedak.

Nantinya, ukuran potongan jeruk ini dapat disesuaikan dengan usia dan kemampuan si Kecil. 

Selain memberikannya secara langsung, Anda juga dapat mencampurkan jeruk dengan yoghurt atau mengolahnya menjadi jus jeruk. Namun, pastikan untuk tidak menambahkan gula. 

13. Tomat 

Sayur dan buah yang juga bisa Anda berikan untuk MPASI bayi adalah tomat. Tomat diketahui mengandung provitamin A yang tinggi.

Nutrisi ini dapat meningkatkan pertumbuhan sel, perkembangan penglihatan, serta meningkatkan kekebalan tubuh pada si Kecil.

Tidak hanya itu, kandungan antioksidan, seperti lycopene, di dalamnya pun dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

Kesimpulan

Apa pun jenis sayur, buah, dan makanan lainnya yang Anda pilih, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu sebelum memberikannya untuk bayi. Selalu sesuaikan porsi, dan tekstur sesuai usia bayi. Pemberian sayuran  dan buah untuk bayi dalam MPASI sifatnya pengenalan. Dengan begitu, porsinya tidak perlu terlalu banyak dan tetap dikombinasikan dengan zat gizi lain seperti karbohidrat, lemak, dan protein. 

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 16/11/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan