Remdesivir

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Kegunaan

Untuk apa obat remdesivir?

Remdesivir, atau GS-5734, adalah obat antivirus baru yang termasuk dalam kelas nukleotida analog. Obat antivirus golongan nukleotida analog ini pada dasarnya bekerja dengan cara mengganggu material genetik milik virus. Dengan begitu, replikasi genetik virus dapat dihambat.

Obat ini dikembangkan oleh Gilead Sciences, perusahaan biofarmasi yang berbasis di Amerika Serikat. Obat ini awalnya digunakan sebagai pilihan pengobatan penyakit Ebola, wabah yang sempat merebak di Afrika beberapa waktu lalu.

Berdasarkan sebuah penelitian yang terdapat di jurnal Nature, remdesivir memiliki efek antiviral terhadap berbagai varian virus Ebola serta beberapa jenis virus RNA lain, seperti filovirus dan arenavirus.

Remdesivir juga juga diberikan sebagai obat untuk melawan penyakit akibat infeksi coronavirus, yaitu penyakit SARS dan MERS. Sebuah penelitian yang terdapat di Science Translational Medicine menunjukkan bahwa obat ini dapat menghambat perkembangan virus SARS-CoV dan MERS-CoV di dalam tubuh.

Saat ini, remdesivir termasuk dalam beberapa obat yang sedang dalam tahap uji sebagai pengobatan COVID-19, yang menjadi pandemi global pada Maret 2020. Penyakit COVID-19 sendiri disebabkan oleh jenis terbaru virus corona, yakni SARS-COV-2 atau SARS tipe 2.

Sebuah riset yang terdapat dalam jurnal Cell Research memaparkan bagaimana obat remdesivir yang dikombinasikan dengan obat malaria chloroquine dapat mengendalikan infeksi virus penyebab COVID-19.

Bagaimana cara pakai obat remdesivir?

Remdesivir adalah obat yang hanya boleh digunakan sesuai dengan resep dokter. Ikuti aturan pakai obat yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Selalu baca petunjuk pemakaian obat sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini adalah obat injeksi intravena, artinya harus disuntikkan melalui pembuluh vena. Jangan gunakan obat ini melebihi dosis yang dianjurkan, lebih sedikit, atau lebih lama dari yang disarankan.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai aturan pakai remdesivir, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara menyimpan obat ini?

Remdesivir adalah obat yang paling baik disimpan pada suhu ruangan. Jauhkanlah obat ini dari paparan sinar matahari langsung dan tempat yang lembap. Jangan menyimpannya di kamar mandi atau membekukannya di freezer.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram remdesivir ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlaku obat telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau instansi pembuangan sampah setempat mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan dengan remdesivir.

Dalam bentuk dan dosis apa saja obat ini tersedia?

Saat ini, remdesivir hanya tersedia dalam bentuk obat injeksi.

Bagaimana dosis remdesivir untuk orang dewasa?

Hingga saat ini, dosis remdesivir yang direkomendasikan untuk orang dewasa belum ditetapkan.

Namun, menurut situs DrugBank, perkiraan dosis yang diambil dari beberapa uji klinis terhadap obat ini adalah 2 kali sehari untuk pengobatan infeksi virus corona.

Selain itu, beberapa uji klinis juga memberikan obat ini sebanyak 200 mg sehari pada hari pertama. Pemberian dosis di hari berikutnya adalah 100 mg sehari. Pengobatan diberikan selama 9 hari.

Bagaimana dosis remdesivir untuk anak-anak?

Dosis remdesivir untuk anak-anak hingga saat ini belum ditetapkan. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Efek Samping

Apa saja efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi remdesivir?

Sama seperti obat-obatan pada umumnya, remdesivir mungkin saja menimbulkan efek samping pada beberapa orang. Tingkat keparahan dan gejala efek samping yang muncul mungkin akan bervariasi.

Namun, sejauh ini, belum ada penelitian yang cukup untuk membuktikan adanya efek samping dari obat remdesivir. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di sini.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan dan Peringatan

Apa saja hal-hal yang perlu diketahui sebelum menggunakan remdesivir?

Sebelum memutuskan untuk memakai remdesivir, Anda perlu memperhatikan beberapa hal. Berikut adalah kondisi-kondisi yang harus dipertimbangkan:

Obat-obatan dan penyakit tertentu

Beri tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda gunakan, baik obat resep, nonresep, suplemen, atau obat herbal. Hal ini dikarenakan beberapa jenis obat mungkin dapat berinteraksi dengan remdesivir.

Interaksi obat bisa membuat risiko efek samping meningkat atau kinerja obat jadi tidak ampuh/ menurun.

Informasikan pula kepada dokter mengenai penyakit atau kondisi kesehatan lain yang sedang Anda derita. Kemungkinan obat ini dapat memicu terjadinya interaksi dengan penyakit atau kondisi kesehatan tertentu.

Alergi

Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi obat, terutama pada remdesivir atau bahan lainnya yang terkandung dalam obat ini. Selain itu, periksakan diri Anda untuk mengetahui jika Anda memiliki alergi lain, misalnya terhadap makanan, pewarna, atau hewan tertentu.

Anak-anak

Obat ini belum diuji keamanannya untuk anak-anak. Sebelum memberikan pengobatan apa pun untuk anak-anak, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter.

Apakah obat ini aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?

Hingga saat ini, belum ada penelitian atau uji klinis yang dapat memastikan keamanan obat ini untuk ibu hamil serta janin yang berada di dalam kandungan.

Belum diketahui pula apakah obat ini dapat terserap ke dalam air susu ibu (ASI) dan terminum oleh bayi atau tidak.

Aturan pemberian obat ini untuk ibu hamil dan menyusui masih memerlukan uji klinis lebih lanjut. Tanyakan kemungkinan alternatif lain kepada dokter Anda jika Anda tengah hamil.

Dokter akan mempertimbangkan manfaat yang dibawa dan risiko yang dimiliki sebelum memulai pengobatan.

Interaksi Obat

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan remdesivir?

Interaksi obat dapat mengubah keampuhan obat ataupun membuat risiko efek samping meningkat.

Simpan semua daftar obat-obatan, baik resep maupun nonresep, dan produk herbal yang Anda minum. Selalu konsultasikan pada dokter atau apoteker mengenai potensi interaksi obat yang ada. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apa pun tanpa seizin dokter.

Sejauh ini, belum ada diketahui obat apa saja yang dapat menimbulkan interaksi dengan remdesivir.

Apakah ada makanan atau minuman yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dengan makanan dapat terjadi.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter, perawat, atau tenaga medis lainnya.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat memengaruhi kerja obat remdesivir.

Beri tahu dokter bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, misalnya penyakit hati atau riwayat penyalahgunaan alkohol.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis obat, segera hubungi layanan gawat darurat setempat (112/ambulans) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Berikut adalah gejala-gejala overdosis obat yang perlu Anda waspadai:

  • mual
  • muntah-muntah
  • pusing
  • hilang keseimbangan
  • mati rasa dan kesemutan
  • kejang-kejang

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda lupa minum obat, minumlah sesegera mungkin begitu Anda mengingatnya. Namun bila sudah mendekati jadwal minum obat selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlewat.

Lanjutkan minum obat sesuai dengan jadwal awal. Jangan menggandakan dosis obat dalam satu kali minum.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Segala Pengobatan Psoriasis, dari Obat Minum Hingga Terapi

    Gejala dan frekuensi kekambuhan psoriasis memang dapat dikendalikan. Cari tahu berbagai obat dan pengobatan psoriasis di sini!

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Penyakit Kulit, Psoriasis 25 September 2020 . Waktu baca 11 menit

    Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

    Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Abses Ginjal

    Abses ginjal ditandai dengan berkumpulnya nanah seperti batu kerikil di sekitar ginjal. Apakah penyakit ini berbahaya? Simak penjelasan berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Rena Widyawinata
    Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    Perkembangan Anak Usia 15 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

    DI usia ini, anak sudah masuk masa pertengahan remaja. Lantas, apa saja perkembangan yang terjadi pada anak usia 15 tahun? Berikut ulasannya.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    pantangan penderita psoriasis

    Daftar Pantangan Makanan yang Patut Diperhatikan oleh Penderita Psoriasis

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 6 menit
    obat psoriasis alami

    Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit
    obat cacing kremi

    Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit
    spina bifida

    Spina Bifida

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Shylma Na'imah
    Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 13 menit