Remdesivir

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Kegunaan

Untuk apa obat remdesivir?

Remdesivir, atau GS-5734, adalah obat antivirus baru yang termasuk dalam kelas nukleotida analog. Obat antivirus golongan nukleotida analog ini pada dasarnya bekerja dengan cara mengganggu material genetik milik virus. Dengan begitu, replikasi genetik virus dapat dihambat.

Obat ini dikembangkan oleh Gilead Sciences, perusahaan biofarmasi yang berbasis di Amerika Serikat. Obat ini awalnya digunakan sebagai pilihan pengobatan penyakit Ebola, wabah yang sempat merebak di Afrika beberapa waktu lalu.

Berdasarkan sebuah penelitian yang terdapat di jurnal Nature, remdesivir memiliki efek antiviral terhadap berbagai varian virus Ebola serta beberapa jenis virus RNA lain, seperti filovirus dan arenavirus.

Remdesivir juga juga diberikan sebagai obat untuk melawan penyakit akibat infeksi coronavirus, yaitu penyakit SARS dan MERS. Sebuah penelitian yang terdapat di Science Translational Medicine menunjukkan bahwa obat ini dapat menghambat perkembangan virus SARS-CoV dan MERS-CoV di dalam tubuh.

Saat ini, remdesivir termasuk dalam beberapa obat yang sedang dalam tahap uji sebagai pengobatan COVID-19, yang menjadi pandemi global pada Maret 2020. Penyakit COVID-19 sendiri disebabkan oleh jenis terbaru virus corona, yakni SARS-COV-2 atau SARS tipe 2.

Sebuah riset yang terdapat dalam jurnal Cell Research memaparkan bagaimana obat remdesivir yang dikombinasikan dengan obat malaria chloroquine dapat mengendalikan infeksi virus penyebab COVID-19.

Bagaimana cara pakai obat remdesivir?

Remdesivir adalah obat yang hanya boleh digunakan sesuai dengan resep dokter. Ikuti aturan pakai obat yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Selalu baca petunjuk pemakaian obat sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini adalah obat injeksi intravena, artinya harus disuntikkan melalui pembuluh vena. Jangan gunakan obat ini melebihi dosis yang dianjurkan, lebih sedikit, atau lebih lama dari yang disarankan.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai aturan pakai remdesivir, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara menyimpan obat ini?

Remdesivir adalah obat yang paling baik disimpan pada suhu ruangan. Jauhkanlah obat ini dari paparan sinar matahari langsung dan tempat yang lembap. Jangan menyimpannya di kamar mandi atau membekukannya di freezer.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram remdesivir ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlaku obat telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau instansi pembuangan sampah setempat mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan dengan remdesivir.

Dalam bentuk dan dosis apa saja obat ini tersedia?

Saat ini, remdesivir hanya tersedia dalam bentuk obat injeksi.

Bagaimana dosis remdesivir untuk orang dewasa?

Hingga saat ini, dosis remdesivir yang direkomendasikan untuk orang dewasa belum ditetapkan.

Namun, menurut situs DrugBank, perkiraan dosis yang diambil dari beberapa uji klinis terhadap obat ini adalah 2 kali sehari untuk pengobatan infeksi virus corona.

Selain itu, beberapa uji klinis juga memberikan obat ini sebanyak 200 mg sehari pada hari pertama. Pemberian dosis di hari berikutnya adalah 100 mg sehari. Pengobatan diberikan selama 9 hari.

Bagaimana dosis remdesivir untuk anak-anak?

Dosis remdesivir untuk anak-anak hingga saat ini belum ditetapkan. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Efek Samping

Apa saja efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi remdesivir?

Sama seperti obat-obatan pada umumnya, remdesivir mungkin saja menimbulkan efek samping pada beberapa orang. Tingkat keparahan dan gejala efek samping yang muncul mungkin akan bervariasi.

Namun, sejauh ini, belum ada penelitian yang cukup untuk membuktikan adanya efek samping dari obat remdesivir. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di sini.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan dan Peringatan

Apa saja hal-hal yang perlu diketahui sebelum menggunakan remdesivir?

Sebelum memutuskan untuk memakai remdesivir, Anda perlu memperhatikan beberapa hal. Berikut adalah kondisi-kondisi yang harus dipertimbangkan:

Obat-obatan dan penyakit tertentu

Beri tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda gunakan, baik obat resep, nonresep, suplemen, atau obat herbal. Hal ini dikarenakan beberapa jenis obat mungkin dapat berinteraksi dengan remdesivir.

Interaksi obat bisa membuat risiko efek samping meningkat atau kinerja obat jadi tidak ampuh/ menurun.

Informasikan pula kepada dokter mengenai penyakit atau kondisi kesehatan lain yang sedang Anda derita. Kemungkinan obat ini dapat memicu terjadinya interaksi dengan penyakit atau kondisi kesehatan tertentu.

Alergi

Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi obat, terutama pada remdesivir atau bahan lainnya yang terkandung dalam obat ini. Selain itu, periksakan diri Anda untuk mengetahui jika Anda memiliki alergi lain, misalnya terhadap makanan, pewarna, atau hewan tertentu.

Anak-anak

Obat ini belum diuji keamanannya untuk anak-anak. Sebelum memberikan pengobatan apa pun untuk anak-anak, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter.

Apakah obat ini aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?

Hingga saat ini, belum ada penelitian atau uji klinis yang dapat memastikan keamanan obat ini untuk ibu hamil serta janin yang berada di dalam kandungan.

Belum diketahui pula apakah obat ini dapat terserap ke dalam air susu ibu (ASI) dan terminum oleh bayi atau tidak.

Aturan pemberian obat ini untuk ibu hamil dan menyusui masih memerlukan uji klinis lebih lanjut. Tanyakan kemungkinan alternatif lain kepada dokter Anda jika Anda tengah hamil.

Dokter akan mempertimbangkan manfaat yang dibawa dan risiko yang dimiliki sebelum memulai pengobatan.

Interaksi Obat

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan remdesivir?

Interaksi obat dapat mengubah keampuhan obat ataupun membuat risiko efek samping meningkat.

Simpan semua daftar obat-obatan, baik resep maupun nonresep, dan produk herbal yang Anda minum. Selalu konsultasikan pada dokter atau apoteker mengenai potensi interaksi obat yang ada. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apa pun tanpa seizin dokter.

Sejauh ini, belum ada diketahui obat apa saja yang dapat menimbulkan interaksi dengan remdesivir.

Apakah ada makanan atau minuman yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dengan makanan dapat terjadi.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter, perawat, atau tenaga medis lainnya.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat memengaruhi kerja obat remdesivir.

Beri tahu dokter bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, misalnya penyakit hati atau riwayat penyalahgunaan alkohol.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis obat, segera hubungi layanan gawat darurat setempat (112/ambulans) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Berikut adalah gejala-gejala overdosis obat yang perlu Anda waspadai:

  • mual
  • muntah-muntah
  • pusing
  • hilang keseimbangan
  • mati rasa dan kesemutan
  • kejang-kejang

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda lupa minum obat, minumlah sesegera mungkin begitu Anda mengingatnya. Namun bila sudah mendekati jadwal minum obat selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlewat.

Lanjutkan minum obat sesuai dengan jadwal awal. Jangan menggandakan dosis obat dalam satu kali minum.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Pedofilia dan Kekerasan Seksual pada Anak, Apa Bedanya?

    Ternyata, perilaku pedofilia beda dengan kekerasan seksual pada anak. Cari tahu perbedaan keduanya sekaligus cara pencegahannya di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Psikologi 30/05/2020

    Gadget Tidak Buruk bagi Keterampilan Sosial Anak, Tapi Orangtua Harus Cermati Ini

    Penelitian terbaru menyebutkan bahwa bermain gadget tidak membuat keterampilan sosial anak menjadi menurun. Meski begitu, tetap ada yang perlu Anda cermati.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu

    Bolehkah Penderita Hipertensi Melakukan HIIT (High-Intensity Interval Training)?

    Olahraga HIIT (high-intensity interval training) memang bermanfaat bagi jantung dan peredaran darah, tapi bolehkah penderita hipertensi melakukannya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu

    Mengadaptasi Pola Asuh yang Dapat Mencegah Anak Melakukan Bullying

    Pola asuh orang tua berpengaruh pada perilaku bullying yang dilakukan anak.Ikutlah penerapan pola asuh yang dapat mencegah anak melakukan bullying ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala

    Direkomendasikan untuk Anda

    pura-pura orgasme

    Kenapa Ada Pria yang Pura-pura Orgasme Saat Bercinta?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
    agar anak mau mendengarkan orang tua

    Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
    turun berat badan naik setelah diet

    3 Penyebab Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet

    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
    Waktu istirahat untuk anak

    Tak Melulu Bermain, Waktu Istirahat Juga Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020