Rekomendasi Vitamin untuk Pasien Covid-19

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Selama masa penyembuhan, pasien COVID-19 harus memperhatikan asupan makanan bernutrisi dan vitamin untuk membantu tubuh melawan infeksi. 

Dalam beberapa hari terakhir kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia bertambah 9.000-10.000 ribu kasus setiap harinya. Banyak pusat isolasi pasien COVID-19 dan rumah sakit rujukan COVID-19 hampir penuh, karena itu pasien tanpa gejala dan gejala ringan disarankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. 

Bagi anda yang melakukan isolasi mandiri di rumah, berikut beberapa rekomendasi vitamin yang bisa dikonsumsi untuk membantu tubuh dalam melawan COVID-19.

Daftar vitamin yang direkomendasikan untuk pasien COVID-19 

vitamin pasien covid-19

Dalam Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 3 yang disusun oleh gabungan perhimpunan dokter Indonesia terdapat beberapa rekomendasi vitamin yang baik dikonsumsi pasien-pasien COVID-19. 

Rekomendasi vitamin tersebut berbeda tergantung tingkatan keparahan gejala pada pasien. Persamaannya, bagi setiap pasien COVID-19 direkomendasikan untuk mengonsumsi vitamin C dan vitamin D. 

Vitamin C adalah antioksidan dan penangkal radikal bebas yang memiliki sifat anti-inflamasi (peradangan). Selain itu, vitamin C juga berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh Anda. 

Sedangkan vitamin D meningkatkan sitokin T helper yang bersifat anti-peradangan dan diharapkan mampu mengurangi respons inflamasi terhadap infeksi virus SARS-CoV-2.

Rekomendasi vitamin untuk pasien tanpa gejala (OTG)

Vitamin C

  • Vitamin C non-acidic 3-4 x 500mg
  • Tablet hisap vitamin C 2 x 500mg
  • Multivitamin dengan kandungan vitamin C 1-2 tablet perhari 

Vitamin D

  • Suplemen 400-1000 IU setiap hari
  • Obat 1000-5000 IU setiap hari

Pasien COVID-19 tanpa gejala harus melakukan isolasi mandiri sesuai dengan protokol kesehatan.  Pasien akan dinyatakan sembuh atau selesai isolasi setelah melakukan isolasi mandiri selama 10 hari tanpa gejala sama sekali. 

Untuk pasien positif COVID-19 OTG tetapi memiliki penyakit penyerta (komorbid) disarankan untuk melanjutkan pengobatan sesuai anjuran dokter.

Bagi pasien yang meminum obat jenis ACE-inhibitor (angiotensin-converting enzyme inhibitors) dan ARB, maka konsultasikan kondisi kesehatannya ke dokter paru atau dokter jantung.

Rekomendasi vitamin untuk pasien COVID-19 bergejala ringan

Vitamin C

  •  Vitamin C non-acidic 3-4 x 500mg 
  • Tablet hisap vitamin C 2 x 500mg
  • Multivitamin dengan kandungan vitamin C 1-2 tablet perhari
  • Dianjurkan multivitamin yang mengandung vitamin C, B, E, Zink

Vitamin D

  •  Vitamin D jenis Suplemen 400-1000 IU/ hari
  •  Vitamin D jenis obat 1000-5000 IU/hari

 Azitromisin 1 x 500mg diminum selama 5 hari.

 Antivirus 

  • Oseltamivir (Tamiflu) 2 x 75mg diminum selama 5-7 hari
  • Favipiravir (Avigan) 2 x 600mg diminum selama 5 hari. 

Selain mengonsumsi vitamin, pasien COVID-19 gejala ringan bisa melakukan terapi simptomatik yakni mengobati setiap gejalanya. Sebagai contoh, jika mengalami batuk maka minum obat batuk. 

Pasien gejala ringan ini juga direkomendasikan untuk melakukan Isolasi mandiri sesuai dengan protokol kesehatan. Masa isolasinya yakni 10 hari sejak timbul gejala ditambah 3 hari bebas gejala. 

Bagi pasien gejala ringan yang memiliki penyakit penyerta disarankan untuk tetap melakukan pengobatan sesuai dengan anjuran dokter.

Sementara bagi pasien COVID-19 dengan gejala sedang dan gejala berat dirawat di rumah sakit agar berada dalam pemantauan dokter-dokter ahli.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Digital Fatigue, Kelelahan Karena Penggunaan Media Digital

Meningkatnya penggunaan media digital perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan masalah baru yang disebut sebagai digital fatigue. Apa itu?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kesehatan Mental 16 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

Setahun sejak kemunculannya, belum diketahui benar bagaimana asal muasal virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini. Berikut temuan terbarunya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Reaksi Alergi Vaksin COVID-19 dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Sejumlah kecil penerima vaksin COVID-19 mengalami reaksi alergi, namun tidak semua berbahaya. Apa saja syarat kelayakan menerima vaksin?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berjalan, berikut tahapan cara registrasi hingga kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Vaksin covid-19

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit