Minum Obat Melebihi Dosis yang Dianjurkan, Apa Jadi Lebih Ampuh?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Saat sakit, Anda pasti ingin cepat sembuh, bukan? Untuk itu, Anda perlu meliburkan diri dari berbagai kegiatan, makan dengan baik, dan minum obat yang diresepkan dokter. Pasti pernah terbesit dalam pikiran Anda untuk minum obat melebihi dosis supaya efektivitas obatnya berlipat ganda dan membuat Anda lebih cepat sembuh. Namun, benarkah jika hal ini dilakukan? Sebelum Anda mencobanya, sebaiknya simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apakah minum obat melebihi dosis bikin cepat sembuh?

Anda pasti sering melihat kalimat yang berbunyi, “baca aturan pakai sebelum menggunakan obat” atau “gunakan obat sesuai anjuran dokter” pada kemasan obat, bukan? Tujuan kalimat tersebut bukan sekadar pajangan semata. Ini untuk menegaskan atau memperingatkan setiap orang untuk minum obat sesuai aturan, baik yang tertulis langsung pada kemasan obat atau saran yang dokter sampaikan sewaktu Anda berobat

Nah, aturan minum obat meliputi beberapa hal, mulai dari dosis obat yang dianjurkan, waktu minum obat, kapan obat harus digunakan, dan cara obat diminum. Walaupun sudah tertera di kemasan atau pun diucapkan dokter, masih banyak orang salah paham. Tidak sedikit orang yang justru melipatgandakan takaran dosis obatnya hanya karena ingin lebih cepat sembuh.

Kesalahpahaman minum obat ini tentu perlu diluruskan. Alih-alih membuat Anda sembuh lebih cepat, minum obat melebihi dosis yang dianjurkan dapat menimbulkan berbagai efek samping merugikan, seperti overdosis atau luka pada organ tubuh tertentu.

Jangan dikurangi juga dosisnya

Sebaliknya, Anda juga tidak boleh mengurangi dosis obat tanpa izin dari dokter. Tindakan ini membuat obat tidak bekerja secara efektif untuk mengurangi gejala, mencegah peradangan, atau menghentikan infeksi pada tubuh Anda.

Perlu Anda ketahui bahwa sebelumnya dosis obat yang dianjurkan sudah diuji efektivitasnya untuk menyembuhkan penyakit. Jadi jangan sampai Anda melanggar aturan tersebut.

Tips minum obat yang baik dan benar

Minum obat yang baik dan benar, bukan hanya sebatas obat diminum sesuai dosis saja. Ada beberapa hal lainnya yang perlu Anda perhatikan supaya obat bekerja secara efektif dan dapat mengendalikan gejala yang Anda rasakan, seperti:

  • Minum obat sesuai waktu yang dianjurkan dan pada waktu yang sama setiap hari
  • Gunakan wadah supaya obat tidak mudah rusak dan beri keterangan jelas aturan minumnya
  • Tutup rapat wadah obat dan simpan obat di tempat yang bersih dan sejuk
  • Minum di tempat yang terang, supaya Anda tidak salah menggunakan obat
  • Jika Anda susah minum obat, pilih cara yang menurut Anda lebih mudah dan lebih nyaman untuk minum obat, misalnya diencerkan dengan air, ditelan dengan air, atau diminum bersama dengan makanan lainnya. Dengan begitu, obat yang Anda minum tidak dimuntahkan dan terbuang percuma.
  • Perhatikan bagaimana efektivitas obat pada kondisi Anda. Jika obat yang diminum kurang ampuh, konsultasikan pada dokter untuk menaikkan dosis obat atau mengganti obat yang lebih ampuh
  • Jika selama minum obat, muncul efek samping yang membuat Anda tidak nyaman, bicarakan dengan dokter untuk mengganti obat
  • Bicarakan pada dokter lebih dahulu jika Anda memiliki alergi dengan kandungan obat tertentu

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Setelah Minum Obat, Berapa Lama Kemudian Efeknya Dirasakan Tubuh?

Seberapa sering Anda minum obat? Berbagai jenis obat tersedia untuk mengatasi penyakit Anda. Tapi seberapa cepat obat akan diserap setelah diminum?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 25 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Sering disebut "obat dewa" karena bisa menyembuhan alergi, gatal-gatal, hingga flu, obat kortikosteroid juga bisa berbahaya jika dipakai berlebihan.

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Menyiasati Jadwal Minum Obat saat Puasa Ramadan

Puasa di bulan Ramadan wajib bagi umat muslim. Keharusan minum obat secara rutin bisa disiasati agar tetap bisa menjalankan puasa dengan tenang.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hari Raya, Ramadan 19 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengapa Obat Sirup Harus Dikocok Sebelum Diminum?

Saat akan meminum obat sirup, kerap ditemui petunjuk bahwa obat harus dikocok dahulu sebelum diminum. Mengapa hal itu harus dilakukan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Fakta Unik 4 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minum paracetamol saat hamil

Minum Paracetamol Saat Hamil, Apakah Aman?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit
aturan minum obat

Ini Bedanya Obat yang Diminum Sebelum dan Setelah Makan

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 2 November 2020 . Waktu baca 4 menit
obat yang aman untuk ibu menyusui

Jangan Sembarang Minum, Ini Daftar Pilihan Obat yang Aman untuk Ibu Menyusui

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
saat minum antibiotik

Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Minum Antibiotik

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit