Nama Generik: Loperamide (Imodium) Merek: Colidium, Diadium, Diasec, Lodia, Lopamid, Motilex, Primodium, Renamid, Rhomuz, Xepare, Alphamid, Amerol, Diaston, Gradilex, Imodan, Imodium, Imore, Imosa, Inamid, Lexadium, Licodium, Normotil, Normudal, Opox, Zeroform dan loperamide imodium obat diare dosis tablet.

Fungsi

Untuk apa Loperamide (Imodium)?

Loperamide adalah obat untuk mengobati diare mendadak. Cara kerjanya adalah dengan memperlambat gerak usus dan membuat feses menjadi lebih padat. Imodium adalah salah satu merek obat loperamide yang paling dikenal.

Loperamide juga digunakan untuk mengurangi jumlah cairan yang keluar pada pasien yang dilakukan ileostomi, dan untuk mengobati diare pada orang dengan penyakit radang usus.

Loperamide hanya mengobati gejala, namun tidak bisa menyembuhkan penyebab diare (misalnya infeksi). Terapi gejala lain dan penyebab diare harus ditentukan oleh dokter.

Loperamide tidak boleh diminum oleh pada kurang dari 6 tahun kecuali bila dianjurkan oleh dokter. Obat ini juga tidak boleh digunakan pada bayi kurang dari 24 bulan.

Dosis loperamide dan efek samping loperamide akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana aturan minum Loperamide (Imodium)?

Minum loperamide (Imodium) setiap setelah BAB, atau seperti dianjurkan oleh dokter. Dosis ditetapkan berdasarkan kondisi kesehatan dan respon terapi Anda. Pada anak, dosis juga berdasarkan usia dan berat badan. Orang dewasa tidak boleh menggunakan lebih dari 8 mg dalam 24 jam jika mengobati sendiri, atau 16 mg jika di bawah aturan dokter.

Jika Anda menggunakan tablet kunyah, gunakan obat ini pada perut kosong. Tablet kunyah harus dikunyah seluruhnya sebelum ditelan.

Jika Anda menggunakan tablet cepat larut, keringkan tangan sebelum membuka kemasan untuk mengeluarkan tablet. Jangan mendorong tablet dari kemasan. letakkan tablet pada lidah, biarkan larut sempurna, lalu telan dengan air liur. Jangan menggerus, membelah, atau menghancurkan tablet sebelum menggunakannya. Jangan mengeluarkan tablet dari kemasan hingga sebelum penggunaan. Penggunaan obat ini tidak perlu memakai air.

Diare dapat menyebabkan hilangnya cairan tubuh (dehidrasi). Minum banyak air dan mineral (elektrolit) untuk mengganti yang hilang. Beritahukan dokter segera jika Anda mengalami tanda dehidrasi (misalnya, haus berlebihan, urin berkurang, kram perut, lemas, pingsan). Anda juga perlu konsumsi makanan lunak selama pengobatan untuk mengurangi iritasi lambung/usus Anda. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Beritahukan dokter jika diare tidak membaik setelah 2 hari, jika kondisi Anda memburuk, atau jika Anda mengalami gejala baru. Jika Anda mengalami BAB berdarah, demam, atau kembung/perut menggembung, atau jika Anda berpikir memiliki masalah kesehatan serius, cari bantuan medis segera.

Jika Anda menggunakan obat ini sesuai aturan dokter untuk diare, beritahukan dokter jika diare berlanjut setelah 10 hari terapi.

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara penyimpanan Loperamide (Imodium)?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Loperamide untuk orang dewasa (Imodium)?

Dosis loperamide (Imodium) untuk diare akut

  • Imodium tablet, kapsul, dan liquid: Dosis awal 4 mg secara oral setelah BAB pertama. Dosis tumatan: 2 mg setiap setelah BAB, tidak lebih dari 16 mg dalam 24 jam.  Perbaikan klinis biasanya terjadi dalam 48 jam.
  • Loperamide tablet kunyah: Dosis awal 4 mg setelah BAB pertama, lalu perawatan: 2 mg setiap setelah BAB, tidak lebih dari 8 mg dalam 24 jam.

Dosis loperamide (Imodium) untuk diare kronis

Tablet, kapsul, dan liquid: Dosis awal 4 mg secara oral sekali diikuti dengan 2 mg secara oral setiap setelah BAB, tidak lebih dari 16 mg dalam 24 jam. Dosis rumatan rata-rata yaitu 4-8 mg. Perbaikan klinis biasanya terjadi dalam 10 hari. jika tidak ada perbaikan klinis pada dosis maksimal 16 mg selama 10 hari, gejala cenderung tidak dapat dikontrol dengan pemberian lebih lanjut.

Bagaimana dosis Loperamide untuk anak-anak (Imodium)?

Dosis loperamide (Imodium) untuk diare akut pada anak:

2 -6 tahun (13-20 kg) – Bentuk liquid hanya digunakan untuk kelompok usia ini.

  • Awal: 1 mg secara oral 3 kali sehari untuk hari pertama
  • Rumatan: 0.1 mg/kg/dosis setiap setelah BAB, tapi tidak lebih dari dosis awal

6-8 tahun (20-30 kg) – Tablet, kapsul, dan liquid

  • Awal: 2 mg secara oral 2 kali sehari untuk hari pertama
  • Rumatan: 0.1 mg/kg/dosis setiap setelah BAB, tapi tidak lebih dari dosis awal.

6-8 tahun (20-30 kg) – Tablet kunyah

  • Awal: 2 mg secara oral setelah BAB pertama
  • Rumatan: 1 mg secara oral setiap setelah BAB, tapi tidak lebih dari 4 mg dalam 24 jam.

8-12 tahun (lebih dari 30 kg) – Tablet, kapsul, dan liquid:

  • Awal: 2 mg secara oral 3 kali sehari untuk hari pertama
  • Rumatan: 0.1 mg/kg/dosis setiap setelah BAB, tetapi tidak lebih dari dosis awal.

8-12 tahun (lebih dari 30 kg) – Tablet kunyah:

  • Awal: 2 mg secara oral setelah BAB pertama
  • Rumatan: 1 mg secara oral setiap setelah BAB, namun tidak lebih dari 6 mg dalam 24 jam.

12-18 tahun – Tablet, tablet kunyah, kapsul, dan liquid

  • Awal: 4 mg setelah BAB pertama
  • Rumatan: 2 mg setiap setelah BAB, namun tidak lebih dari 8 mg dalam 24 jam.

 

Dalam dosis sediaan apakah Loperamide tersedia?

Loperamide tersedia dalam dosis-dosis sebagai berikut: tablet oral 2 mg.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Loperamide (Imodium)?

 

Efek samping loperamide (Imodium) yang cukup umum terjadi adalah:

  • Pusing
  • Mengantuk, rasa lelah
  • Sembelit
  • Nyeri perut ringan
  • Ruam kulit atau gatal ringan

Berhenti menggunakan loperamide dan hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping serius berikut ini:

  • Nyeri perut atau kembung
  • Diare terus menerus atau memburuk
  • Diare air atau berdarah
  • Reaksi kulit berat – demam, sakit tenggorokan, bengkak pada wajah atau lidah, rasa terbakar pada mata, nyeri kulit, diikuti ruam merah atau ungu yang menyebar (khususnya pada wajah atau tubuh bagian atas) dan menyebabkan lepuhan dan mengelupas

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Loperamide (Imodium)?

Sebelum menggunakan loperamide,

  • Beri tahukan dokter dan apoteker jika Anda alergi loperamide atau obat lain
  • Beri tahukan dokter dan apoteker Anda obat resep dan non resep yang Anda gunakan
  • Berit ahukan dokter jika Anda demam
  • Beri tahu dokter jika Anda hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui. Jika Anda akan hamil dan sedang konsumsi loperamide, hubungi dokter Anda
  • Anda harus tahu bahwa obat ini dapat membuat Anda mengantuk. Jangan menyetir mobil atau menjalankan kendaraan bermesin hingga efek obat sudah habis
  • Ingat bahwa alkohol dapat menambah rasa kantuk yang disebabkan obat ini

Apakah Loperamide aman untuk ibu hamil dan menyusui (Imodium)?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan loperamide (Imodium) pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C (mungkin berisiko) menurut US Food and Drugs Administration (FDA)

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A= Tidak berisiko
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C=Mungkin berisiko
  • D=Ada bukti positif dari risiko
  • X=Kontraindikasi
  • N=Tidak diketahui

Belum ada informasi yang memadai tentang keamanan dalam menggunakan loperamide (Imodium) selama masa kehamilan dan menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Loperamide dapat masuk ke ASI dan dapat membahayakan bayi menyusu. Anda tidak boleh menyusui saat sedang minum obat loperamide.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Loperamide?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

  • Eliglustat
  • Lomitapide
  • Nilotinib
  • Saquinavir
  • Simeprevir
  • Tocophersolan
  • Gemfibrozil
  • Itraconazole

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Loperamide?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Loperamide?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beritahukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, khususnya:

  • Kolitis (berat)—masalah usus besar yang lebih besar dapat terjadi jika Anda menggunakan loperamide
  • Disentri—kondisi ini dapat memburuk; dibutuhkan jenis terapi lain
  • Penyakit hati—risiko efek samping pada SSP lebih besar

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Januari 16, 2017 | Terakhir Diedit: Januari 16, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan