home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Minum Ibuprofen Dosis Tinggi Bisa Bikin Telat Datang Bulan?

Benarkah Minum Ibuprofen Dosis Tinggi Bisa Bikin Telat Datang Bulan?

Kadang, minum sebutir obat ibuprofen saja tidak cukup mempan buat meredakan sakit kepala yang mengganggu. Itu kenapa banyak orang yang memilih langsung minum dua butir atau beli yang dosisnya lebih kuat agar cepat sembuh. Namun, hati-hati. Obat apa pun itu harus digunakan sesuai petunjuk dosisnya. Minum ibuprofen dosis tinggi khususnya dikaitkan dengan risiko telat datang bulan bagi wanita. Bahkan mungkin sampai menghentikan haid Anda untuk sementara.

Telat datang bulan bisa jadi efek samping obat

Telat datang bulan cukup umum dialami oleh banyak wanita dan sebenarnya masih terbilang wajar jika terjadi sesekali.

Haid bisa datang terlambat biasanya akibat pengaruh stres, makanan yang selama ini dikonsumsi, masalah kesehatan tertentu, hingga efek samping obat-obatan yang Anda pakai. Misalnya saja obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan naproxen yang dapat Anda beli dengan mudah di apotek.

Kenapa obat ibuprofen bikin telat datang bulan?

Ibuprofen dan naproxen termasuk obat antinyeri NSAID yang berfungsi mengurangi rasa nyeri akibat peradangan, seperti nyeri sendi, sakit kepala atau migrain, sakit leher, sakit gigi, nyeri haid, hingga keseleo atau terkilir. Nah melansir Cleveland Clinic, minum obat antinyeri dalam dosis tinggi dapat mengganggu siklus mentsruasi. Anda bisa saja telat datang bulan atau bahkan tidak haid sementara.

Namun, hal ini hanya terjadi jika Anda minum obat antinyeri lebih dari dosis yang dianjurkan. Untuk meringankan nyeri, biasanya ibuprofen diminum sekitar 800 mg setiap enam jam sementara naproxen diminum sekitar 500 mg untuk 3 kali sehari.

Jika Anda minum lebih dari dosis tersebut semata karena ingin cepat sembuh, obat malah jadi tidak efektif dan berbalik merugikan. Kenapa? Dalam dosis yang berlebihan, zat obat ibuprofen dan naproxen dapat mengurangi produksi zat kimia prostaglandin.

Prostaglandin berperan untuk merangsang rahim berkontraksi sehingga sel telur yang menempel di lapisan rahim dan tidak dibuahi akan luruh setiap bulannya. Inilah yang disebut dengan menstruasi.

Saat produksi prostaglandin berkurang, peluruhan sel telur tersebut otomatis jadi tertunda kemungkinan dalam satu atau dua hari berikutnya sembari menunggu efek obatnya hilang dalam tubuh.

Efek lainnya jika minum obat antinyeri dalam dosis tinggi

nyeri haid

Obat nyeri NSAID seperti ibuprofen dan naproxen memang ampuh untuk meredakan nyeri. Namun, penggunaan obat harus sesuai petunjuk dosis dan cara pakainya, serta jika memang diperlukan. Akan lebih baik lagi jika konsultasi dulu ke dokter.

Selain risiko telat haid, minum obat antinyeri dalam dosis tinggi dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seiring bertambahnya usia, seperti:

  • Iritasi lambung
  • Maag dan perdarahan lambung
  • Perdarahan hebat jika digunakan bersamaan dengan obat pengencer darah
  • Edema (pembengkakan) pada bagian tubuh tertentu

Jenis obat lain yang mengganggu haid Anda

Selain obat antinyeri, ada beberapa obat lain yang bisa mengganggu kelancaran haid Anda, antara lain:

  • Warfarin (obat pengencer darah). Membuat pendarahan selama haid jadi lebih berat karena fungsinya yang mencegah penggumpalan atau pembekuan darah di dalam tubuh.
  • Antidepresan. Obat yang digunakan untuk mengobati berbagai masalah kejiwaan, seperti depresi. gangguan bipolar, atau gangguan kecemasan ini, ternyata dapat menimbulkan kram saat haid jadi lebih parah.Selain itu pendarahan juga jadi lebih banyak.
  • levothyroxine (obat untuk gangguan tiroid). Obat ini memang menggantikan hormon yang biasanya dibuat oleh kelenjar tiroid. Sayangnya, bisa menyebabkan siklus haid tidak teratur.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Can High Doses of Ibuprofen Delay or Halt Your Period? https://health.clevelandclinic.org/can-high-doses-of-ibuprofen-delay-or-halt-your-period/. Accessed on November 23, 2018.

Could My Meds Affect My Period? https://www.webmd.com/women/meds-affect-period#1. Accessed on November 23, 2018.

7 Ways Gynecologists Deal With Period Cramps. https://www.self.com/story/how-gynecologists-deal-with-period-cramps. Accessed on November 23, 2018.

NSAIDs for Chronic Pain. https://www.verywellhealth.com/nsaids-for-chronic-pain-2564481. Accessed on November 23, 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 18/01/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x