Mencegah dan Mengatasi Kecanduan Makanan Manis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Keinginan untuk memakan makanan manis dan tinggi kalori sudah terprogram di otak kita sejak dilahirkan. Keinginan untuk mengonsumsi kalori sebanyak-banyaknya adalah insting manusia untuk bertahan hidup. Namun seiring dengan perubahan zaman, gula dan makanan tinggi kalori lebih mudah diperoleh. Hal ini juga memicu perubahan hidup dengan konsumsi gula yang tinggi dan menyebabkan sugar craving alias kecanduan makanan manis.

Apa itu kecanduan makanan manis (sugar craving)?

Sugar craving adalah salah satu bentuk adiksi atau ketagihan yang terjadi pada otak karena konsumsi gula berlebih. Ketagihan makanan manis sering tidak kita sadari karena menyatu dengan pola makan kita sehari-hari. Hal ini sudah menjadi masalah besar saat kita cenderung memakan makanan dalam jumlah banyak sesaat setelah mencicipi makanan manis.  

Proses adiksi ditandai dengan respon otak terhadap makanan manis menyebabkan sekresi hormon serotonin dan endorfin yang membuat kita cenderung lebih tenang atau dikenal dengan “neurological reward”. Kebiasaan konsumsi makanan manis juga menyebabkan penurunan kinerja hormon leptin untuk memberikan sinyal ke otak bahwa kita masih memiliki cukup kalori. Akibatnya terjadi peningkatan keinginan konsumsi makanan terutama makanan manis.

Bagaimana proses terjadinya kecanduan makanan manis?

Setiap orang yang mengalami sugar craving memiliki pemicu yang berbeda-beda, namun proses terjadinya keinginan untuk mengonsumsi makanan manis kembali dapat dijelaskan secara sederhana seperti berikut:

  1. Konsumsi makanan manis yang berasal dari gula atau pemanis buatan menyebabkan kadar glukosa meningkat sangat tinggi.
  2. Setelah berhenti mengonsumsi makanan atau minuman manis, terjadi kondisi crash di mana kadar glukosa darah menurun sangat drastis.
  3. Kondisi ini membuat tubuh bereaksi memicu rasa lapar atau keinginan untuk mengonsumsi makanan manis lagi, untuk mengembalikan kadar gula darah seperti setelah makan.
  4. Jika Anda merespon rasa lapar dengan memakan makanan manis kembali, maka akan menyebabkan proses kembali seperti semula dan menyebabkan keinginan konsumsi makanan manis bertambah.

Dampak kesehatan dari sugar craving

Kondisi kecanduan menyebabkan seseorang ingin mengonsumsi gula secara terus-menerus. Jika tidak terpenuhi, dapat menyebabkan berbagai perubahan perilaku seperti emosi yang kurang stabil, sulit berkonsentrasi, atau hiperaktif. Tidak mengonsumsi gula dalam beberapa waktu juga dapat menyebabkan rasa cemas, tidak semangat, atau merasa ngantuk.  

Konsumsi manis berlebih menyebabkan penyimpanan kalori yang tidak dibutuhkan, karena pada dasarnya sudah terpenuhi dari jenis makanan lainnya, meskipun tidak memiliki rasa terlalu manis. Sugar craving menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi karena kita lebih banyak memilih makanan yang tinggi glukosa dibandingkan makanan yang mengandung vitamin, mineral, protein dan serat. Akibatnya dapat memicu penumpukan lemak berlebih dan mengganggu keseimbangan kadar kolesterol dalam tubuh. Dalam waktu yang lama, hal ini memicu obesitas dan menyebabkan berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker.

Cara mengatasi kecanduan makanan manis

Hindari hal yang memicu Anda mengonsumsi makanan manis

Beberapa hal yang memicu stress atau mengganggu mood mungkin menjadi pemicu Anda mengonsumsi camilan manis. Hal ini tanpa disadari menyebabkan kesulitan untuk berhenti mengonsumsi camilan. Jika hal ini terjadi pada Anda, atasi dengan menghindari sumber stress sejenak dan pilihlah aktivitas yang cenderung mengalihkan perhatian seperti membaca buku, menonton film, atau berbicara dengan teman atau keluarga.

Perbaiki pola makan

Mengemil makanan manis juga dapat dipicu karena kebiasaan makan saat Anda mulai merasa lapar. Untuk menjaga tubuh merasa kenyang lebih lama, tambahkan sumber makanan yang mengandung protein dan serat. Selain itu, cegah penurunan kadar gula darah berlebih dengan konsumsi camilan sehat yang kaya serat seperti gandum utuh, buah, dan sayuran setiap 2-4 jam setelah waktu makan.

Beraktivitas fisik rutin

Konsumsi tinggi gula dapat menimbulkan mekanisme otak untuk menghasilkan hormon endorfin  secara instan, dan kebiasaan ini akan sulit untuk dihilangkan. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan mengganti mekanisme pembentukan endorfin dengan cara beraktivitas fisik. Berolahraga juga dapat mengalihkan perhatian dari konsumsi manis dan dapat membantu tubuh menyerap nutrisi makanan lebih baik.

Hindari konsumsi pemanis buatan dan gula tambahan

Sugar craving tidak hanya terkait pola konsumsi tinggi gula namun masalah adiksi konsumsi gula. Konsumsi pemanis buatan, di samping kurang sehat, tidak dapat membantu mengatasi efek adiksi yang ditimbulkan karena otak masih dapat merespon rasa manis. Konsumsi makanan dengan label “rendah lemak” juga kurang baik jika Anda ingin mengatasi sugar craving karena memiliki gula tambahan.

BACA JUGA:

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Madu atau Gula: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Apa yang Anda gunakan sebagai pemanis minuman Anda, madu atau gula? Dari kedua pemanis tersebut, manakah yang lebih baik dan sehat untuk dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Fakta Gizi, Nutrisi 30 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Sarapan

Nasi uduk atau donat mungkin menjadi pilihan sarapan Anda. Sayangnya,keduanya termasuk sarapan tidak sehat. Yuk, cek makanan yang harus dihindari pagi hari.

Ditulis oleh: Monika Nanda
Tips Makan Sehat, Nutrisi 30 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Kandungan Gula Dalam Buah, Apa Efeknya Bagi Kesehatan?

Walaupun gula diperlukan tubuh, namun kebanyakan asupan gula dapat membuat gula darah naik. Lalu, bagaimana dengan gula dalam buah, apakah baik?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 23 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

7 Resep Kreasi Kale yang Bukan Cuma Salad

Tertarik ingin mulai makan kale, tapi banyak restoran yang hanya menyediakan salad? Kenapa tidak coba buat sendiri kreasi lauk-pauk lezat di rumah.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Resep Sehat, Nutrisi 22 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan minuman manis penyebab impotensi

Betulkah Makanan dan Minuman Manis Bisa Bikin Pria Impoten?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
makanan untuk penderita maag makanan untuk penderita asam lambung

11 Makanan dan Minuman Terbaik untuk Penderita Sakit Maag

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
4 Alternatif Pengganti Kopi Anda di Pagi Hari

4 Alternatif Sehat Pengganti Kopi di Pagi Hari

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit