8 Manfaat Lemon, Tingkatkan Imun hingga Turunkan Berat Badan

    8 Manfaat Lemon, Tingkatkan Imun hingga Turunkan Berat Badan

    Ragu mengonsumsi lemon karena rasanya yang sangat asam? Faktanya, manfaat lemon untuk kesehatan sangat luar biasa dan sayang bila dilewatkan.

    Kandungan gizi buah lemon

    Sama seperti jenis buah lainnya, ada berbagai zat gizi dalam kandungan buah lemon .

    Dikutip dari situs Panganku, kandungan gizi dalam setiap 100 gram buah lemon berdasarkan standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) yaitu:

    • kalori: 34 kkal,
    • air: 92,2 gram (g),
    • serat: 0,1 g,
    • kalsium: 23 mg,
    • natrium: 31 mg,
    • kalium: 140,0 mg,
    • zinc: 0,2 mg,
    • fosfor: 20 mg,
    • vitamin B2: 0,12 mg, dan
    • vitamin C: 50 mg.

    Selain kandungan gizi di atas, lemon memiliki komponen antioksidan, antiradang, dan antiaging.

    Manfaat mengonsumsi buah lemon

    manfaat lemon

    Mengingat buah lemon cukup bernutrisi, Anda bisa mendapatkan berbagai manfaat kesehatan berikut dengan mengonsumsinya.

    1. Membantu melancarkan pencernaan

    Manfaat lemon yang pertama adalah buah kuning ini dapat membantu melancarkan pencernaan Anda.

    Air lemon memang dipercaya dapat menjadi minuman pencahar alami sehingga mencegah sembelit.

    Dikutip dari Cleveland Clinic, kandungan asam dan serat pektin yang terdapat pada buah lemon dapat membantu menguraikan makanan di dalam perut.

    Anda bisa mencampur sari perasan lemon dengan air hangat. Pastikan Anda juga mengonsumsi daging buahnya agar tidak kehilangan manfaat seratnya.

    2. Menjaga sistem imun

    Sudah lazim diketahui bahwa lemon mempunyai kandungan vitamin C yang tinggi.

    Kandungan ini dikenal bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

    Vitamin C juga berperan dalam melindungi tubuh dari infeksi, sehingga tak heran buah ini disebut memiliki komponen antiinflamasi (antiradang).

    Tidak hanya itu saja, vitamin C juga pada lemon menjadi salah satu asupan yang cukup penting karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri.

    3. Memelihara kesehatan jantung

    Kandungan vitamin C yang ada pada buah sitrus, termasuk lemon, juga bermanfaat mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

    Menurut jurnal Oxidative Medicine And Cellular Longevity (2019), kandungan flavonoid dalam buah sitrus seperti hesperidin dan diosmin dapat menurunkan kadar kolesterol.

    Perlu diketahui bahwa kolesterol tinggi dapat menjadi pemicu penyakit jantung.

    4. Mencegah anemia

    Buah lemon juga mengandung salah satu jenis mineral, yaitu zat besi yang berperan menjaga keseimbangan sel darah merah.

    Saat kekurangan zat besi, tubuh tidak dapat memproduksi hemoglobin pada sel darah merah dalam jumlah normal.

    Kondisi yang juga disebut sebagai anemia defisiensi besi ini bisa membuat Anda mengalami kelelahan, sulit fokus, dan tidak bertenaga.

    Tidak hanya itu, kandungan vitamin C pada buah lemon juga berkhasiat untuk membantu penyerapan zat besi dari asupan makanan lainnya.

    Perlu Anda Ketahui

    Asupan vitamin C berlebih akan dikeluarkan dari tubuh melalui urine.

    5. Membantu membakar lemak

    Memang belum ada penelitian yang membuktikan manfaat air lemon untuk diet secara langsung dapat menurunkan berat badan.

    Namun, sebagian orang mengonsumsi air hangat dicampur lemon karena dipercaya dapat membakar lemak di dalam tubuh.

    Campuran air dan lemon dapat membantu meningkatkan rasa kenyang sehingga keinginan untuk makan terus-menerus akan berkurang. Pada akhirnya, berat badan susah turun.

    6. Menjaga kesehatan tulang dan otot

    air lemon untuk maag

    Buah lemon juga mengandung mineral penting untuk tubuh seperti kalsium dan kalium.

    Kedua mineral ini dalam lemon ini punya manfaat meningkatkan kesehatan serta kepadatan tulang dan otot.

    Lalu, kedua jenis mineral ini juga dapat menjaga keseimbangan tekanan darah.

    7. Baik untuk kesehatan kulit

    Manfaat lemon untuk kesehatan kulit lagi-lagi berkaitan dengan kandungan vitamin C di dalamnya.

    Vitamin C dapat berkontribusi dalam pembentukan kolagen kulit, yaitu protein yang berperan dalam menjaga elastisitas kulit.

    Tak hanya itu, karena kandungan airnya, lemon dikenal dapat menjaga kelembapan kulit dengan cara menghidrasi kulit. Dengan begitu, kulit Anda tampak lebih segar dan cerah.

    8. Mengurangi risiko batu ginjal

    Khasiat buah lemon berikutnya didapat dari kandungan asam sitrat.

    Menurut jurnal Clinical Medicine (2022), kekurangan asam sitrat adalah salah satu penyebab munculnya batu ginjal.

    Dengan mendapatkan cukup asupan asam ini dari buah lemon, Anda secara tak langsung terhindar dari penyakit batu ginjal.

    Selain itu, lemon berpotensi memecah batu ginjal menjadi lebih kecil agar mudah dikeluarkan bersama urine.

    Cara mengonsumsi buah lemon

    Tidak semua orang menyukai rasa asam dari buah lemon karena takut sakit perut atau asam lambung naik.

    Padahal, lemon termasuk buah yang aman dikonsumsi bahkan saat perut Anda sedang kosong.

    Hal ini dikarenakan pH lemon akan berubah menjadi basa ketika diserap dan dicerna.

    Anda bisa mencampurkan lemon dengan air hangat, madu, atau menambahkan potongan buah lain sebagai infused water.

    Efek samping buah lemon

    Meskipun ada sederet manfaat lemon, bukan berarti Anda boleh mengonsumsinya secara berlebihan.

    Pasalnya, terdapat efek samping buah lemon yang bisa berbahaya bagi kesehatan bila tidak tepat konsumsinya.

    Perlu diingat bahwa lemon memiliki kandungan asam yang tinggi.

    Konsumsi air lemon secara berlebihan dapat memperburuk sariawan dan penyakit asam lambung seperti GERD.

    Anda sebaiknya menghindari konsumsi lemon untuk sementara selama mengalami sariawan dan GERD.

    Namun, bila telanjur membuat air lemon, Anda tetap bisa menyimpannya di freezer dalam wadah tertutup rapat untuk jangka waktu lama.

    Untuk mengetahui informasi lengkap tentang manfaat dan efek samping lemon lain bagi kesehatan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Andreas Wilson Setiawan

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany · Tanggal diperbarui 23/11/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan